ASPEK KETIDAKSERAGAMAN BUTIRAN PADA ANGKUTAN SEDIMEN DASAR

ABSTRAK: Sungai-sungai adalah ruang terbaik untuk penelitian pengaruh alami angkutan sedimen. Dengan memperitmbangkan pengaruh ketidakseragaman bahan dasar pada laju angkutan sedimen, variasi ukuran bahan dasar yang ada telah diusulkan. Dalam tulisan ini, pengaruh ketidakseragaman campuran angkutan sedimen di pelajari menggunakan persamaan Engelund dan Hansen (1976) dan Brownlie (1981). Bahan dasar yang digunakan dalam studi ini adalah diambilkan dari Sungai Krasak dengan 3 sampel yang mempunyai diameter median (d50) dengan urutan 10,2 mm, 09 mm, dan 0,7 mm. Ketidakseragaman sedimen diuji menggunakan 5 koefisien ketidakseragaman, yaitu SG,T, SI, SF&W, G, dan σ dalam hitungan menggunakan diameter ekuivalen (de), variabel diameter (dev) dan faktor koreksi ukuran gradasi (Kd). Ketapatan hasil ditentukan mengguna-kan rasio perbedaan (r), yang merupakan suatu rasio nilai hitungan terhadap nilai terukur. Hasil dianalisis dengan menggunakan sejumlah persen data sebgai suatu kriteria dalam jangkauan 0,25 – 1,75 dari nilai untuk setiap hitungan-hitungan. Hasil dari persamaan Engelund dan Hansen’s  berdasarkan pada parameter de menunjukkan  baha prediksi terakurat adalah pada koefisien G dengan 48,28% data, sedangkan faktor Kd, D dan koefisien SG,T memeberikan persentase tertinggi dengan 51,28% data. Performan terbaik untuk paramater dev adalah pada koefisien SF&W dengan 62,07% data, namun koefisien σg memberikan prediksi yang jelek dengan 48,28% data. Secara umum, persamaan Brownlie’s memberikan prediksi lebih akurat dibandingkan prediksi-prediksi terdahulu untuk koefisien ketidakseragaman G dengan 82,76% data.
Kata-kata kunci: ketidakseragaman, angkutan sedimen, rasio perbedaan
Penulis: Junaidi, Bambang Agus Kironoto, dan Bambang Yulistiyanto
Kode Jurnal: jptsipildd120113

Artikel Terkait :