SUPLEMENTASI MINERAL ESENSIAL DALAM RANSUM TERHADAP LITTER SIZE, BOBOT LAHIR DAN PERBANDINGAN ANAK JANTAN DAN BETINA PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
ABSTRAK: Banyaknya kelahiran
anak jantan dibanding betina dalam satu litter size kelinci mengakibatkan perkembangbiakan
lebih lama, untuk itu telah dilakukan penelitian menggunakan mineral esensial
yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah anak betina dalam satu litter size.
Penelitian dilakukan di Kelompok Tani Ternak “Rehna Latersia” kecamatan
Berastagi pada Juni-September 2012. Penelitian ini menggunakan 36 ekor kelinci
(27 ekor kelinci betina dan 9 ekor kelinci pejantan). rancangan acak kelompok
terdiri atas tiga kelompok yang dibedakan berdasarkan bobot badan kelinci. Ada
tiga perlakuan yaitu T0 sebagai pakan kontrol, T1 pakan bersifat asam
(mengandung mineral P 0,37 % dan Cl 0,5 %), dan T2 pakan bersifat basa
(mengandung mineral Na 0,5 % dan Ca 0,45 %). Parameter yang diamati adalah
litter size, bobot lahir dan perbandingan anak jantan dan betina. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan baik yang bersifat asam maupun
basa memberikan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05), terhadap litter
size, bobot lahir dan perbandingan anak jantan dan betina kelinci. Kesimpulan
menunjukkan bahwa suplementasi mineral esensial yang dapat merubah kondisi asam
dan basa pakan belum mampu meningkatkan jumlah anak betina per litter size.
Kata kunci: Kelinci, mineral
esensial, asam, basa, anak betina, anak jantan
Penulis: Dwi Purnama Putri,
Zulfikar Siregar dan Ristika Handarini
Kode Jurnal: jppeternakandd130107