SUBSITUSI DEDAK PADI DENGAN POD KAKAO YANG DIFERMENTASI DENGAN Aspergillus niger TERHADAP PERFORMANS BROILER UMUR 6 MINGGU
ABSTRAK: Kebutuhan protein
hewani yang semakin meningkat mengakibatkan jumlah konsumsi ransum semakin meningkat
juga. Sementara ketersediaan bahan pakan seperti dedak padi semakin meningkat ,
maka dibutuhkan bahan pakan yang dapat menggantikan dedak padi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh subsitusi dedak dengan pod kakao yang
difermentasi Aspergillus niger terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot
badan dan konversi ransum Broiler. Rancangan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan.
Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor Day Old Chick (DOC). Perlakuan terdiri dari
R0 (Pakan Komersial), R1 (penggunaan dedak padi 12% dan tanpa kulit buah kakao
fermentasi) ,R2 (penggunaan dedak padi 9% dan kulit buah kakao fermentasi 3%),
R3(penggunaan dedak padi 6% dan kulit buah kakao fermentasi 6%), R4(penggunaan
dedak padi 3% tanpa kulit buah kakao fermentasi 9%), R5 (penggunaan dedak padi
0% dan kulit buah kakao fermentasi 12%).Hasil penelitian menunjukan rataan
konsumsi ransum (gram/ekor/minggu) 96,08; 94,93; 94,66; 94,24, 94,00 dan 92,64.
Rataan pertambahan bobot badan (gram/ekor/minngu) 54,99; 45,63; 45,47; 45,13,
41,41 dan 40,06. Rataan konversi ransum 1,75; 2,08; 2,08; 2,09, 2,27 dan 2,32.
Hasil penelitian menunjukan bahwa subtitusi dedak dengan pod kakao fermentasi
dalam ransum tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, namun
berbeda nyata (P > 0.05) terhadap pertambahan bobot badan dan konversi
ransum ayam broiler. Kesimpulan dari penelitian ini adalah subsitusi dedak padi
dengan pod kakao masih bisa digunakan sampai 6% pada ransum ayam broiler umur 6
minggu (42) hari.
Kata kunci: Subsitusi dedak,
pod kakao, fermentasi, Aspergillus niger, broiler
Penulis: Eljune R.P Habeahan,
Armyn Hakim Daulay dan Zulfikar Siregar
Kode Jurnal: jppeternakandd130120