PEMANFAATAN POD KAKAO (Theobroma cacao L.) DIFERMENTASI DENGAN Rhizhopus sp, Saccharomyces sp DAN Lactobacillus sp TERHADAP PERFORMANS BABI PERANAKAN LANDRACE JANTAN

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pod kakao yang difermentasi dalam pakan terhadap performans ternak babi peranakan Landrace jantan. Untuk itu suatu penelitian telah dilakukan di Jln. Pintu Air IV, Gg. Maju VI Simalingkar B, Kecamatan Medan Johor pada Juli-September 2012 menggunakan 20 ekor ternak babi peranakan Landrace jantan dengan rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 kelompok dengan rataan bobot badan: 24,76±1,31 kg; 29,73±1,15 kg; 36,30±4,41 kg; 43,38±2,22 kg; dan 49,43±2,32 kg. Perlakuan yang diberikan adalah P0, P1, P2 dan P3 (0%, 10%, 20% dan 30% pod kakao fermentasi dalam ransum). Parameter penelitian adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan rataan konsumsi pakan (g/ekor/hari) pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut 2.431,15; 2.404,87; 2.396,21 dan P3:2.371,00. Rataan pertambahan bobot badan (g/ekor/hari) pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut 575,00; 558,21; 536,79 dan 461,07. Rataan konversi pakan pada perlakuan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut 4,30; 4,39; 4,55 dan 5,26. Hasil analisis statistik menunjukkan penambahan pod kakao fermentasi dalam pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) menurunkan konsumsi, pertambahan bobot badan serta meningkatkan angka konversi pakan, tetapi tingkat penggunaan 20% masih memberikan hasil tidak berbeda nyata dibandingkan kontrol. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pod kakao fermentasi dapat dijadikan sebagai pakan alternatif untuk ransum babi. Pemberian pod kakao fermentasi sampai tingkat 20% dalam ransum masih dapat digunakan sebagai pengganti dedak. Namun, pemberian pod kakao fermentasi lebih dari 30% dapat menurunkan konsumsi pakan, pertambahan bobot badan serta meningkatkan angka konversi pakan.
Kata kunci: Performans, babi peranakan Landrace, pod kakao, Rhizopus sp, Saccharomyces sp, Lactobacillus sp
Penulis: Benediktus Sijabat, Tri Hesti Wahyuni dan Ma’ruf Tafsin
Kode Jurnal: jppeternakandd130101

Artikel Terkait :