Sistem Kultur Sel Embrio Ayam untuk Pengujian Aktivitas Faktor Pertumbuhan Limbah Distilasi Shochu

Abstrak: Shochu adalah nama umum yang dipakai untuk minuman beralkohol khas Jepang. Limbah Distilasi Shochu (LDS) mengandung “unidentified growth promoting factor” (UGF) untuk ayam. Penelitian dilakukan untuk mencari cara menguji aktivitas faktor pertumbuhan dari limbah distilasi shochu secara in vitro, karena sangat sulit untuk menguji secara in vivo berkenaan dengan jumlah growth factor yang sangat sedikit.
Metode: Materi dari penelitian ini adalah kultur jaringan sel dari embrio anak ayam, growth factor dari LDS. Adapun parameter untuk menguji growth factor dari LDS adalah aktivitas kreatin kinase, kandungan protein dan DNA dari kultur jaringan embrio anak ayam.  Faktor pertumbuhan dipisahkan dengan menggunakan Sephadex LH-20 dengan kolom 60 x 750 mm menggunakan pelarut air, methanol dan ethylene dikloride  (10 : 90 : 20). Fraksi 1 yang diketahui mengandung UGF kemudian ditambahkan pada kultur jaringan sel embrio ayam. Aktivitas keratin kinase di ukur menurut metode Rosalki (1967), kandungan protein dengan modifikasi metode Lowry, sedang DNA ditentukan menurut Erwin., et al  (1981).
Hasil: Kandungan protein dan aktivitas kreatin kinase meningkat dengan pemberian UGF dari LDS, namun konsentrasi DNA tidak dipengaruhi oleh UGF dari LDS. Peningkatan konsentrasi protein dan aktivitas keratin kinase menunjukan bahwa UGF menstimulasi perkembangan dan pemasakan myotub-myotub. Walaupun belum terjadi proses proliferasi ditandai dengan kandungan DNA yang sama. Disimpulkan bahwa sistem kultur sel jaringan embrio ayam dapat digunakan untuk mengecek aktivitas UGF dari LDS.  
Kata kunci: embrio ayam, kultur sel, aktivitas growth faktor,  limbah shochu
Penulis: L.D. Mahfudz dan K. Hayashi
Kode Jurnal: jppeternakandd080012

Artikel Terkait :