PRODUKSI BIOGAS DARI CAMPURAN FESES SAPI DAN AMPAS TEBU (BAGASSE) DENGAN RASIO C/N YANG BERBEDA
INTISARI: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kualitas biogas yang dihasilkan dari campuran feses
sapi dan bagasse dengan rasio C/N yang berbeda, sehingga diketahui campuran yang paling optimal. Tiga kelompok
perlakuan berdasarkan perbedaan rasio C/N yaitu C/N 22, C/N 30, dan C/N 35
dengan tiga ulangan. Digester tipe batch-feeding kapasitas 20 liter digunakan
selama 30 hari pengamatan. Parameter utama adalah kadar BOD dan COD, nilai pH,
kadar VFA, volume biogas total dan kadar metan. Kadar bahan kering campuran
adalah 7%. Perlakuan rasio C/N 22, rasio C/N 30, dan rasio C/N 35 menurunkan
kadar BOD sebesar 54,33%, 27,89%, dan 42,86%, dan kadar COD sebesar 35,85%,
8,29% dan 27,88%, mempunyai kadar VFA 27,19 milimol, 27,86 milimol, dan 30,73
milimol, menghasilkan biogas sebanyak 29,42 liter, 68,51 liter, dan 114,73
liter dengan kadar metan 24,16%, 27,5%, dan 23,38%. Penurunan kadar BOD dan
COD, nilai pH, temperatur biogas, dan total volume biogas berbeda di antara
perlakuan. Campuran yang optimal adalah
perlakuan rasio C/N 30. Dapat disimpulkan bahwa
bagasse dapat digunakan sebagai campuran bahan isian untuk produksi
biogas.
Kata kunci: Biogas, Feses
sapi, Bagasse, Rasio C/N, Metan
Penulis: Trisno Saputra,
Suharjono Triatmojo, dan Ambar Pertiwiningrum
Kode Jurnal: jppeternakandd100030