Peranan Vegetasi Batata Pantai (Ipomoea pes-caprae) dalam Mereduksi Erosi Gisik di Sepanjang Pantai Teluk Amurang, Sulawesi Utara
Abstract: Gisik pantai
Sulawesi Utara riskan terkena erosi karena aktivitas manusia dan lau serta
kurangnya tanaman pelindung pantai. Ipomoea pes-caprae, dengan nama lokal
'batata pantai', merupakan salah satu spesies tumbuhan yang umumnya tumbuh di
sekitar garis pantai. Penelitian ini untuk mengetahui peranan batata pantai
dalam mereduksi erosi gisik melalui kajian substratnya. Lima stasiun di
sepanjang hamparan gisik Teluk Amurang dipilih sebagai lokasi penelitian. Data
dikumpulkan dengan menggunakan metode deskriptif dan metode transek. Transek
ukuran. 50 x 50 cm yang dibagi dalam 25 bagian (100%) ukuran 10 x 10 cm
digunakan untuk menentukan persen tutupan vegetasi. Sepuluh persen tutupan
(selang 10%) digunakan pada lokasi-lokasi bervegetasi batata pantai dan 0% untuk
lokasi yang tidak bervegetasi. Contoh sedimen seberat 100 sampai 150g diambil
dari setiap persen tutupan, kemudian diayak dengan ayakan AFNOR untuk
mendapatkan berat dari setiap kelompok butiran sedimen, lalu mengkonversikannya
ke skala Wentworthuntuk mendapatkan nilai rataan empirik, penyortiran,
kemencengan, dan peruncingan. Kehadiran batata pantaidapat mereduksi erosi
gisik, dengan mengikat sekitar 31% pasir sedang dan halus, serta mengikat pasir
sangat halus dan debu dua kali lebih besar dibandingkan gisik tanpa kehadiran
vegetasi tersebut.
Kata kunci: batata pantai
(Ipomoea pes-caprae), gisik, erosi, sedimen, Teluk Amurang
Penulis: Effendi P Sitanggang
Kode Jurnal: jpperikanandd070066