Rangsangan Perkembangan Ovari Udang Putih (Litopenaeusvannamei) dengan Penyuntikan Estradiol-17β
Abstract: Kontrol hormonal
pada reproduksi udang belum mengalami perkembangan yang signifikan. Pada
umumnyauntuk mempercepat kematangan gonad induk udang digunakan teknik ablasi.
Mekanisme dan peranan hormonpada proses reproduksi udang belum banyak
diketahui. Keberadaan hormon steroid pada krustase telah dikemukaan oleh
beberapa peneliti, tetapi peranannya belum banyak diketahui. Pada penelitian
ini dikajipengaruh penyuntikan hormon estradiol-17β pada perkembangan gonad
induk udang putih (Litopenaeus vannamei). Penelitian Ini menggunakan dosis
0,10¼g/g bobot tubuh dengan perlakuan penyuntikan tunggal (hari ke-0 dan ganda
(hari ke-0 dan ke-6). Sebagai pembanding dilakukan uji tanpa perlakuan
(kontrol). Untuk melihat respon perkembangan gonad, pemeliharaan induk dilakukan
selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estradiol-17β berpengaruh
positif pada perkembangan gonad. Gonado somatic index (CSI) dan rata-rata
diameter oosit pada perlakuan relative lebih tinggi dibandingkan kontrol.
Penyuntikan ganda memberikan pengaruh paling besar dengan peningkatan GSI
sebesar 0,453 dan rata-rata diameteroosit 23,97 μm. Oosit pada gonad hanya
mampu berkembang hingga tahap previtelogenesis. Hal ini menunjukkan bahwa
estradiol-17β berperang dalam vitelogenesis endogenous. Keberadaan hormon
penghambat perkembangan yang dihasilkan tangkai mata diduga menyebabkan oosit
tidak dapat mencapai matang. Analisis SDS-PA GE menunjukkan bahwa protein
kuning telurpada gonad terdapat 5 sub unit dengan perkiraan bobot 95, 98, 109
kDa dan dua unit >118 kDa.
Kata kunci: Gonad,
estradiol-17β, oosit, L. vannamei
Penulis: Tarsim, M. Zairin Jr,
E. Riani
Kode Jurnal: jpperikanandd070067