Peningkatan Mutu Genetik Sapi Bali Melalui Pengembangan Program Pemuliaan

Abstrak: Sapi Bali yang telah menyebar di seluruh Indonesia berpotensi untuk dikembangkan karena mempunyai kinerja produksi dan reproduksi yang menjanjikan.  Pengembangan dan pelestarian sapi Bali telah dimulai sejak lama dengan  seleksi dan melarang persilangan sapi Bali.  Seleksi dan persilangan dilaksanakan melalui program pemuliaan.  Program pemuliaan akan efektif dan efisien bila disesuaikan dengan kondisi lingkungan, sarana dan prasarana yang mendukung serta seleksi yang tepat dan terarah.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan modifikasi program pemuliaan yang efektif dan efisien berdasarkan respons seleksi. 
Metode: Materi  yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diambil  dengan cara wawancara dengan peternak sapi Bali di lokasi penelitian. Data statistik vital diukur secara langsung. Data sekunder diambil selama 10 tahun terakhir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan teknik studi kasus. Pendugaan komponen ragam dan peragam genetika dan lingkungan, dan nilai heritabilitas diperoleh dengan menggunakan perangkat lunak VCE. 
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemuliaan yang menghasilkan respons seleksi per tahun terbaik dihasilkan apabila pejantan dipertahankan di dalam populasi selama tiga tahun dan induk dipertahankan selama enam tahun dengan perbandingan jantan : betina sebesar 1 : 20.  Skema program pemuliaan modifikasi yang diusulkan mengharuskan adanya program uji kinerja baik minimu pada 50 jantan dan 100 betina. Untuk memperoleh jumlah pejantan yang lebih banyak maka sebanyak 16 persen top rank pejantan diambil untuk dilakukan uji keturunan.
Kata kunci: sapi bali, mutu genetik, program pemuliaan
Penulis: Andoyo Supriyantono dan B.W. Irianti
Kode Jurnal: jppeternakandd080010

Artikel Terkait :