PENILAIAN DAUR HIDUP (LIFE CYCLE ASSESSMENT) GULA PADA PABRIK GULA TEBU
ABSTRAK: Industri gula
nasional memegang peranan penting untuk dapat memenuhi tingkat permintaan gula
yang terus meningkat. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kemajuan
teknologi, kegiatan produksi gula dapat menyebabkan dampak
terhadap lingkungan. Identifikasi
siklus hidup pada
proses produksi gula
meliputi penggunaan bahan baku,
efisiensi penggunaan energi,
dan analisis terhadap
dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Berdasarkan data inventori dari pabrik gula
tahun 2011, produktivitas tebu adalah
787 ton tebu/ha, namun realisasinya
hanya 690 ton
tebu/ha atau 87,67%
dari target. Penggunaan
energi di pabrik berasal dari uap hasil pembakaran
ampas tebu, energi yang dihasilkan ampas tebu sebesar 2,83 x 1011 Kkal, namun realisasinya
sebesar 1,94 x 1011 Kkal
atau 68,55 %
dari target. Losses
senilai 11.734,6 ton mengakibatkan terjadinya
peningkatan limbah dan
dampak lingkungan. Kualitas
limbah cair pabrik
gula ini melebihi baku mutu yang
telah ditetapkan, hal ini terkait dengan efisiensi dalam proses produksi yang
kurang optimal. Berdasarkan analisis
inventori menunjukkan efisiensi
dalam penggunaan bahan
baku dan energi dipengaruhi oleh
siklus hidup gula
mulai dari kebun
sampai proses produksi
gula di pabrik
yang akan berimplikasi terhadap
dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Kata kunci: penilaian daur
hidup, proses produksi gula, efisiensi energi, dampak lingkungan
Penulis: Mohamad Yani, Ikawati
Purwaningsih dan Mas Nandang Munandar
Kode Jurnal: jppertaniandd120049