MODEL PERBAIKAN PENJADWALAN PRODUKSI DI PT. MDS, CIKARANG - BEKASI

ABSTRAK: Penjadwalan produksi  merupakan  aspek  penting  penunjang  keberhasilan  sebuah  perusahaan  manufaktur dalam  mencapai  target  produksi  dan  berpengaruh  pula  terhadap  keberhasilannya  melaksanakan  proses  produksi selama  periode  waktu  tertentu.  Banyaknya  waktu  menganggur  dan  penjadwalan  yang  dinilai  kurang  efektif  di  lini produksi menjadi masalah yang harus  diselesaikan dengan cara penyusunan jadwal  produksi harian di PT. MDS. Penyusunan model penjadwalan merupakan sarana tepat dalam membantu menyusun jadwal produksi harian. Hasil penelitian pendahuluan menunjukan bahwa model penjadwalan produksi di PT. MDS dipengaruhi oleh permintaan produk,  pendistribusian  produk,  stok  produk,  jumlah  produksi,  downtime  mesin  akibat  waktu  change  over,  urutan penjadwalan  produksi,  delay  pengangkutan  antar  mesin,  dan  waktu  kerja  mesin.  Pemilihan  metode  perhitungan dalam  penyusunan  model  penjadwalan  harus  disesuaikan  dengan  kondisi  penelitian  pendahuluan  untuk  menjawab masalah  penjadwalan  di  PT.  MDS.  Metode  critical  ratio,  selanjutnya  pengelompokan  produk,  dan  pengurutan produksi kembali dengan metode Shortest Processing Time  merupakan metode yang tepat dalam menyusun model penjadwalan  untuk  menjawab  permasalahan  penjadwalan di PT. MDS  sesuai  dengan  penelitian  pendahuluan. Metode critical ratio berguna untuk  mengurutkan produk, sedangkan pengelompokan produk dan metode shortest processing  time  berguna  untuk  memaksimalkan  penggunaan  mesin  serta  mengurangi  waktu  idle.  Hasil  penelitian menunjukan utilisasi mesin menurun dari 64% menjadi 60% dan downtime mesin menurun sebesar 5%.
Kata kunci: utilisasi mesin, idle time, urutan produksi, critical ratio, shortest processing time, produktifitas
Penulis: Taufik Djatna dan Agus Hidayatul Rohman
Kode Jurnal: jppertaniandd120048

Artikel Terkait :