PENGUJIAN PUPUK ORGANONITROFOS TERHADAP RESPONS TANAMAN TOMAT RAMPAI (Lycopersicon pimpinellifolium) DALAM POT (POT EXPERIMENT)

ABSTRAK: Tomat  rampai  (Lycopersicon  pimpinellifolium)  merupakan  salah  satu  sayuran  penting  di Indonesia.Produksi  tomat  rampai  meningkat  setiap  tahun,  menunjukkan  kesempatan  yang  baik  untuk tomat  rampai  di  pasar.Dalam  proses  budidaya,pemupukan  merupakan  aspek  yang  sangat  penting. Kemajuan  teknologi  telah  menemukan  beberapa  input  pertanian  terutama  untuk  pupuk  kimia  seperti Urea,  TSP,  KCl,  NPK,  dan  lain-lain.Saat  ini,  petani  kecil  seringkali  menghadapi  kesulitan  untuk mendapatkan pupuk kimia di pasaran karena kelangkaan atau harga tinggi.Kondisi ini perlu diantisipasi dengan baik. Mengurangi penggunaan pupuk kimia dengan menggunakan pupuk organik yang dihasilkan dari sumber daya alam lokal dan murah merupakan solusi yang cukupmenjanjikan.Pupuk organik yang diuji  dalam  penelitian  ini  adalah  pupuk  alternatif  yang  disebut  Organonitrofos.  Pupuk Organonitrofosterbuat  dari  kotoran  sapi  70-80%  dan  batuan  fosfat  20-30%.Kedua  bahan  tersebut merupakan bahan baku lokal yang tersedia di provinsi Lampung. Pupuk ini kemudian perlu diuji untuk memastikan  konsistensi  pada  produksi  tanaman.Dalam  penelitian  ini, pupuk  Organonitrofosdiuji  pada tanaman  tomat  rampai  dalam  pot  (percobaan  pot).Penelitian  ini  bertujuan  untuk  (1)  menguji  pupuk Organonitrofos terhadap respon tanaman tomat rampai dalam pot (2) mengurangi penggunaan pupuk kimia dalam produksi tanaman tomat rampai. Percobaan pot  dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Januari - April 2012, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan 7 perlakuan (7 kombinasi antara pupuk kimia dan Organonitrofos), dan 4  ulangan  masing-masing.  Data  yang  dikumpulkan  dianalisis  dengan  menggunakan  ANOVA  dan dilanjutkan  dengan  LSD.  Variabel  yang  diamati  adalah  aspek  agronomi  (seperti  tinggi tanaman,berangkasan,  dan  produksi),  dan  konsumsi  air.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa, berdasarkan  variabel  respon  tanaman  seperti  tinggi  tanaman,  berangkasan  atas  dan  bawah,  serta produksi tanaman, perlakuan C (Organonitrofosdengan dosis 5000 kg/ha) berbeda secara signifikan dan lebih  baik  dari  setiap  perlakuan  lainnya.  Berdasarkan  konsumsi  air  (penguapan  dan  irigasi),  semua perlakuan  tidak  berbeda  nyata.  Namun,  penelitian  menunjukkan  bahwa  penggunaan  pupuk Organonitrofos 100% (5000 kg/ha), menghasilkan produktivitas air tertinggi (hasil produksi/konsumsi air). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kimia secara signifikan dapat dikurangi dengan menggunakan kombinasi antara pupuk kimia dan Organonitrofos.
Kata Kunci: tomat rampai, pupuk, organonitrofos, respons tanaman
Penulis: Widya Gandi, Sugeng Triyono, Ahmad Tusi, Oktafri, Sutopo Ghani Nugroho, Dermiati, Jamalam Lumbanraja, Hanung Ismono
Kode Jurnal: jppertaniandd130078

Artikel Terkait :