PENGARUH SUHU PERENDAMAN TERHADAP KOEFISIEN DIFUSI DAN SIFAT FISIK KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.)

ABSTRAK: Masuknya  air  ke  dalam  biji-bijian  hingga  mencapai  titik  jenuh  pada  proses  perendaman  dengan  suhu lingkungan membutuhkan waktu lebih dari satu hari.  Perendaman yang terlalu lama dapat menimbulkan kontaminasi  mikroba  sehingga  berpengaruh  terhadap  kualitas  produk,  misalnya  warna,  rasa,  dan  bau.  Metode perendaman dengan air hangat merupakan metode umum yang digunakan untuk mempersingkat waktu  perendaman.    Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  suhu  perendaman  terhadap koefisien difusi air dan sifat fisik kacang merah (Phaseolus vulgaris L.).  Penelitian ini dirancang pada 5 perlakuan suhu: 28 oC (kontrol), 35 oC, 40 oC, 45 oC, dan 50 oC  dengan 3 ulangan untuk masing-masing perlakuan.  Parameter  yang  diukur  adalah  perubahan  dimensi  dan  perubahan  bobot  bahan  selama perendaman.    Data  perubahan  kadar  air  bahan  digunakan  untuk  mencari  koefisien  difusi  air  kacang merah.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  semakin  tinggi  suhu  perendaman,  semakin  cepat peningkatan dimensi, berat, dan kadar airnya hingga akhirnya mencapai titik jenuh. Koefisien difusi air kacang merah pada perendaman air bersuhu 28 oC, 35 oC, 40 oC, 45 oC, dan 50 oC, berturut-turut adalah  12,91 x 10-11 m2/s; 6,42 x 10-11 m2/s; 25,64 x 10-11 m2/s; 60,20 x 10-11 m2/s dan 48,24 x 10-11 m2/s.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  semakin  tinggi  suhu  perendaman,  maka  semakin  cepat  laju  difusinya mengikuti persamaan eksp dengan koefisien determinasi, R2 = 0,643.
Kata Kunci: Kacang merah, perendaman, suhu, koefisien difusi, sifat fisik
Penulis: Nanik Agustina, Sri Waluyo, Warji, Tamrin
Kode Jurnal: jppertaniandd130080

Artikel Terkait :