MEMPELAJARI KARAKTERISTIK TEPUNG ONGGOK PADA TIGA METODE PENGERINGAN YANG BERBEDA
ABSTRAK: Proses pengolahan
singkong menjadi tepung
tapioka menghasilkan limbah
padat yang biasa
disebut onggok. Onggok dapat
dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tepung onggok. Salah satu tahap pengolahan onggok menjadi
tepung adalah tahap pengeringan. Pengeringan
yang biasa dilakukan adalah pengeringan alami yang memerlukan waktu yang
relatif lama dan sangat bergantung pada cuaca.
Dalam penelitian ini digunakan
alat pengering hybrid
(energi radiasi matahari
dan listrik), energi
radiasi matahari, dan energi listrik.
Tujuan penelitian adalah untuk menentukan dan membandingkan derajat putih, derajat
keasaman, dan karakteristik
tepung onggok (warna
dan aroma) tepung
onggok yang dikeringkan dengan
tiga metode pengeringan
yang berbeda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengeringan energi radiasi matahari
menghasilkan tepung onggok dengen kriteria warna yang cenderung lebih baik dibandingkan dengan metode pengeringan lainnya, Pengeringan menggunakan
energi listrik menghasilkan tepung onggok
dengen kriteria aroma
yang cenderung lebih
baik dibandingkan dengan metode
pengeringan lainnya, Produk
terbaik berdasarkan uji
organoleptik adalah tepung
onggok menggunakan energi listrik dengan kriteria warna (agak putih),
aroma (agak beraroma singkong), dan tingkat kesukaan (agak suka).
Kata Kunci: Tepung onggok,
alat pengering hybrid, karakteristik tepung onggok
Penulis: Marinda Sari, Warji,
Dwi Dian Novita, Tamrin
Kode Jurnal: jppertaniandd130081