PENGARUH PENAMBAHAN CHORIONIC GONADOTROPHIN PADA MEDIUM MATURASI TERHADAP KEMAMPUAN MATURASI, FERTILISASI, DAN PERKEMBANGAN EMBRIO SECARA IN VITRO KAMBING PERANAKAN ETTAWA
INTISARI: Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan chorionic gonadotrophin dalam
medium maturasi terhadap kemampuan maturasi oosit, fertilisasi, dan
perkembangan embrio kambing Peranakan Ettawa (PE) secara in vitro. Oosit dibagi menjadi 3 kelompok,
yaitu kelompok I, medium maturasi tanpa penambahan chorionic gonadotrophin (0); kelompok II,
medium maturasi dengan penambahan
chorionic gonadotrophin 10 µl/10 ml; dan kelompok III, medium maturasi
dengan penambahan chorionic gonadotrophin
20 µl/10 ml. Oosit yang diperoleh, dipindahkan pada media maturasi 50 µl,
kemudian ditutup dengan mineral oil. Oosit dimaturasi dalam inkubator CO2 pada
suhu 39oC, kadar CO2 5%, kelembaban 95% selama 24 jam. Oosit yang
matur diinseminasi dengan spermatozoa kapasitasi dengan konsentrasi 12,5 x 106/ml.
Proses fertilisasi dilakukan dalam inkubator CO2 pada suhu 39oC,
kadar CO2 5%, kelembaban 95% selama 5 jam.
Oosit dipindahkan ke dalam tetes G–1 50 µl, kemudian dimasukkan dalam inkubator
CO2 pada suhu 39oC, kadar CO2 5%, kelembaban 95%. Perkembangan
embrio diamati setiap 24 jam. Medium diganti setiap 48 jam. Medium G–2
digunakan hari kedua setelah kultur. Variabel yang diamati meliputi persentase
oosit yang matur, angka fertilisasi, dan angka pembelahan. Data dianalisis
dengan chi-square, menggunakan program SPSS 15,0. Hasil menunjukan bahwa
persentase oosit yang matur dan angka
fertilisasi tidak berbeda nyata secara berturut-turut yaitu 78,0%, 72,8%, 75,0%
dan 76,6%, 74,5%, 77,8%. Tetapi angka
pembelahan terdapat perbedaan yang nyata (P≤0,05) secara berturut-turut yaitu
40,8%, 11,4%, dan 12,2%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
penambahan chorionic gonadotrophin dalam medium maturasi tidak meningkatkan
angka maturasi, fertilisasi, dan pembelahan embrio kambing PE in vitro. Angka
maturasi, fertilisasi, dan pembelahan embrio yang paling baik adalah
menggunakan medium tanpa penambahan chorionic gonadotrophin.
Kata kunci: Oosit kambing,
Chorionic gonadotrophin, Maturasi in vitro, Fertilisasi in vitro, Perkembangan
embrio in vitro
Penulis: Nurvina Septi Adifa,
Pudji Astuti, dan Diah Tri Widayati
Kode Jurnal: jppeternakandd100035