PENGARUH PEMANFAATAN RUMPUT LAUT Gracilaria edulis DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA AYAM FASE PULLET
INTISARI: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan rumput laut Gracilaria edulis dalam pakan terhadap kinerja ayam fase pullet, serta kandungan iodium di dalam
telur. Materi yang digunakan meliputi 126 ekor ayam Strain Lohman Brown berumur
14 minggu dibagi dalam tujuh perlakuan rumput laut yaitu R0, R1, R2 , R3, R4, R5
dan R6 berturut-turut 0,00; 2,50; 5,00; 7,50; 10,00; 12,50 serta 15,00% dan
tiga kali ulangan, setiap ulangan menggunakan enam ekor ayam. Parameter yang
diamati meliputi konsumsi pakan, bobot badan, konversi pakan dan umur pada saat
dewasa kelamin, organ reproduksi (bobot dan panjang oviduk serta bobot
ovarium), kualitas fisik telur pertama (bobot telur, bobot kerabang, tebal
kerabang, warna kuning telur, bobot kuning telur dan haugh unit), kandungan
iodium dari kuning telur. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Rancangan
Acak Pola Searah dan dilanjutkan dengan
Duncan’s New Multiple Range Test
(DMRT). Hasil analisis variansi
menunjukkan pengaruh perlakuan berbeda tidak nyata terhadap konsumsi pakan,
bobot badan saat dewasa kelamin dan konversi pakan, berbeda nyata (P<0,05)
terhadap pencapaian umur dewasa kelamin. Konsumsi pakan: 80.94; 81,02; 80,95;
81,43; 81,69; 82,25 dan 82,72 g/ekor/hari; bobot badan saat dewasa kelamin:
1898,56; 1977,78; 1947,78; 1947,78; 1949,78; 1981,67; 1949,44 dan 1994,44 g;
konversi pakan: 5,78; 5,35; 5,45; 5,08; 5,57;5,86 dan 6,25 umur dewasa kelamin:
157,50; 159,11; 158,67; 163, 06; 161,72; 164,83 dan 165,50 hari berturut-turut
untuk R0, R1, R2, R3, R4, R5, dan R6. Berbeda tidak nyata terhadap bobot dan
panjang oviduk serta bobot ovarium. Bobot oviduk: 59,09; 41,96; 50,15; 63,37;
57,17; 60,28 dan 57,86 g; panjang oviduk: 70,03; 54, 30; 63,40; 61,27; 54,60;
62,07 dan 62,30 cm; bobot ovarium: 38,29; 28,31; 31,79; 41,03; 32,12; 39,39 dan
36,91 g berturut-turut untuk R0, R1, R2, R3, R4, R5, dan R6. Berbeda tidak
nyata terhadap bobot telur, bobot dan tebal kerabang, Haugh unit, dan bobot
kuning telur. Berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap warna kuning telur.
Bobot telur: 51,25; 54,50; 50,89; 51,66; 51,96; 51,36 dan 50,83 g; bobot kerabang:
3,95 ; 4,22 ; 4,15 ; 4,11 ; 3,79 ; 4,09 dan 3,93 g; tebal kerabang: 0,41; 0,42;
0,43; 0,42; 0,41; 0,42 dan 0,41 mm; Haugh unit: 102,06; 102,46; 103,77; 103,42;
103,68; 102,94 dan 102,73; bobot kuning telur: 11,10; 12,07; 11,35; 11,71;
12,03; 11,79 dan 11,18 g; warna kuning telur 10,23; 11,27; 11,83; 12,11; 12,44;
12,44 dan 12,83 berturut-turut untuk R0, R1, R2, R3, R4, R5, dan R6. Berbeda
tidak nyata terhadap kandungan iodium kuning telur 0,47; 0,48; 0,50; 0,52;
0,55; 0,56 dan 0,60 ppm, kandungan iodium putih telur 0,23; 0,24; 0,26; 0,28;
0,29; 0,31 dan 0,34 ppm berturut-turut untuk R0, R1, R2, R3, R4, R5, dan R6.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan rumput laut Gracilaria
edulis sampai level 15% dalam pakan tidak menurunkan kinerja ayam fase pullet
dan memberikan warna lebih kuning dalam telur, namun belum dapat menaikkan
kadar iodium dalam telur.
Kata kunci: Rumput laut
Gracilaria edulis, Pakan, Kinerja ayam, Fase pullet
Penulis: Wiesje Martha
Horhoruw, Wihandoyo, dan Tri Yuwanta
Kode Jurnal: jppeternakandd090029