PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAPIOKA DAN BATUAN FOSFAT ALAM UNTUK BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI PADA TANAH MINERAL MASAM
Abstract: Pelarutan
batuan fosfat alam dalam tanah merupakan salah satu faktor penting agar P dapat
diserap tanaman. Telah diketahui bahwa asam organik dapat meningkatkan
kelarutan batuan fosfat dalam tanah. Salah satu sumber asam organik yang dapat
dimanfaatkan adalah asam organik dari limbah cair tapioka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh limbah cair tapioka terhadap kelarutan fosfat dari batuan fosfat alam
pada tanah mineral masam dan mengkaji perubahan sifat kimia tanah dan serapan P
oleh tanaman. Penelitian ini telah dilaksanakan di rumah plastik, Fakultas
Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Percobaan disusun secara
faktorial berdasarkan Rancangan Acak Kelompok.
Analisis data menggunakan uji F dan uji t. Faktor yang diteliti
meliputi: (1) ukuran partikel batuan fosfat alam terdiri atas: 18, 35, 60, dan
100 mesh, and (2) limbah cair tapioka, terdiri atas dua
taraf: tanpa limbah cair tapioka dan
dengan limbah cair tapioka. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel batuan fosfat alam berpengaruh
terhadap penurunan Al-dd, peningkatan pH tanah, ketersediaan P dan pertumbuhan
serta hasil kedelai. Terdapat interaksi positif antara ukuran partikel batuan
fosfat alam dan limbah cair tapioka pada variabel pH tanah dan serapan P oleh
tanaman
Kata kunci:
Batuan fosfat alam, limbah cair tapioca, tanah mineral masam
Penulis: Joko
Maryanto
Kode Jurnal: jppertaniandd100105