PENDUGAAN DAYA GABUNG, HETEROSIS, DAN HERITABILITAS PADA BAWANG MERAH TAHAN PENYAKIT BERCAK UNGU
Abstract: Rendahnya
produktivitas bawang merah salah satu penyebabnya adalah infeksi jamur
Altenaria porri. Pengendalian penyakit
ini dapat dengan sanitasi, pestisida dan varietas tahan. Varietas tahan adalah salah satu pengendalian
yang mudah dan murah bagi petani serta aman bagi pangan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Menduga nilai daya gabung umum dan daya
gabung khusus dalam rangka perakitan varietas bawang merah tahan jamur
Altenaria porii; 2. Memperoleh nilai
heterosis dari sejumlah persilangan yang ada; 3. Memperoleh nilai heritabilitas
dari sifat ketahanan bercak ungu bawang merah; 4. Memilih tetua yang tepat untuk perakitan
varietas bawang merah tahan penyakit bercak ungu dan hasil tinggi; dan 5. Mendapatkan genotipe bawang merah tahan
penyakit bercak ungu dan hasil tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Genotipe bawang merah yang
mempunyai DGU hasil tinggi adalah : Bangkok, 2) Genotipe bawang merah hasil
persilangan KT/B mempunyai DGK bobot umbi per tanaman yang tinggi dan tahan
penyakit bercak ungu, 3) Genotipe bawang merah merah BC/B 06 dan KT/B 05 dapat
dipilih untuk hasil tinggi dan tahan penyakit bercak ungu, 4) Heterosis pada
karakter intensitas serangan penyakit bercak ungu yang dapat dipilih adalah
genotipe bawang merah BC/B 06, BC/B 07, KT/B 05, dan BC/B 05, 5) Nilai
pendugaan heritabilitas arti luas (h2AL) dan sempit (h2AS) untuk karakter yang
diamati tergolong tinggi kecuali bobot umbi.
Kata kunci:
genotipe, studi genetik, bawang merah, bercak ungu
Penulis: Noor
Farid, Agus Sarjito, Siti Nurchasanah, Surjono H. Sutjahjo
Kode Jurnal: jppertaniandd100106