IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK GENETIK SAPI PERANAKAN ONGOLE DI PETERNAKAN RAKYAT

INTISARI: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik genetik sapi Peranakan Ongole (PO) dan menganalisis keragaman sapi PO yang ada di peternakan rakyat. Penelitian ini dilakukan di sentra peternakan rakyat meliputi wilayah sentra pembibitan di Jawa Timur dan  Jawa Tengah meliputi Kabupaten  Blora, Tuban dan Lamongan mulai dari Juni sampai Desember 2008. Materi yang digunakan adalah sapi PO jantan umur 18 sampai 24 bulan dan betina umur 24 sampai 36 bulan atau yang sudah pernah melahirkan satu kali, sebanyak 30 ekor per lokasi, yang digunakan sebagai sampling untuk pengamatan karakteristik genetik berdasarkan sifat kuantitatif dan kualitatif. Koleksi sampel darah juga dilakukan untuk memperoleh data polimorfisme DNA mikrosatelit dengan menggunakan teknologi PCR dan elektroforesis. Analisis data dan informasi bersifat deskriptif,  eksplanatory dan laboratoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subpopulasi Blora memiliki hubungan  genetik yang dekat dengan subpopulasi Tuban dibanding Lamongan yang ditandai oleh tingginya level homozigot pada  kedua subpopulasi. Berdasarkan hasil analisis molekuler genetik dengan menggunakan mikrosatelit, maka frekuensi alel tertinggi ditampilkan oleh lokus HEL9 pada populasi Tuban. Nilai heterozigositas sapi PO di ketiga subpopulasi ini sangat rendah, hal ini menggambarkan bahwa sapi PO di ketiga subpopulasi ini relatif seragam (homozigositasnya tinggi). Rendahnya nilai heterozigositas merupakan suatu indikasi yang mengarah pada kasus inbreeding.
Kata kunci: Karakteristik genetik, Sapi PO, Peternakan rakyat
Penulis: Hartati, Sumadi, dan Tety Hartatik
Kode Jurnal: jppeternakandd090022

Artikel Terkait :