IDENTIFIKASI GRADE SAPI BALI BETINA BIBIT DAN KOEFISIEN REPRODUKSI SAPI BETINA DI PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT

INTISARI: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan  grade dan koefisien reproduksi sapi Bali betina bibit di NTB. Penelitian dilakukan di Kabupaten Lombok Barat mewakili Pulau Lombok dan Kabupaten Dompu mewakili Pulau Sumbawa. Untuk menentukan  grade sapi dilakukan pengukuran terhadap berat badan, panjang badan, tinggi gumba, lingkar dada, dan pengamatan eksterior, kemudian data dianalisis dengan alat bantu statistik deskriptif. Untuk mengetahui koefisien teknis reproduksi dilakukan wawancara  kepada para peternak dan selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan tabel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: dengan kriteria Ditjen Peternakan 2006, berdasarkan tinggi gumba (TG), grade sapi Bali betina bibit di NTB dapat diklasifikasi menjadi, grade I = 36,5%; II = 49%; III = 7,5%;  dan tidak masuk grade (TMG) = 7%; berdasarkan panjang badan (PB): grade I = 38,5%;  II = 46%;  III = 7,5%; dan TMG = 8%. Apabila diklasifikasi berdasarkan wilayah pulau, nampak bahwa  grade sapi Bali betina bibit di Pulau Sumbawa lebih baik dari pada di Pulau Lombok.  Grade sapi bibit di Pulau Lombok berdasarkan TG: grade I = 19,8%; II =  62%; III = 11%;  dan TMG = 7%; berdasarkan PB: grade I = 18,8%; II = 61%; III = 10%;  dan TMG = 9%. Grade sapi bibit di Pulau Sumbawa berdasarkan TG: grade I = 57%;  II = 34%; III = 3%;  dan TMG = 7%; berdasarkan PB: I = 61%; II = 29%;  III =  4%; dan TMG = 6%. Dari sisi koefisien teknis reproduksi, jarak beranak dan umur pedet disapih masih cukup panjang, yaitu masing-masing sekitar 15 bulan dan 6 bulan.   
Kata kunci: Grade sapi, Koefisien reproduksi, Sapi Bali betina bibit
Penulis: Soekardono, Chairussyhur Arman, dan Lalu Muhammad Kasip
Kode Jurnal: jppeternakandd090023

Artikel Terkait :