UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI LUAS DAN VOLUME BANGUN RUANG SISI LENGKUNG KELAS IX D DI SMP NEGERI 33 SEMARANG
Abstract: Matematika merupakan
ilmu yang bersifat universal. Agar tujuan pembelajaran tercapai maka guru
matematika perlu berinovasi dan memilih metode pembelajaran yang tepat. Apakah
penggunaan model pembelajaran problem solving pada materi bangun ruang sisi
lengkung dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX D di SMP
Negeri 33 Semarang?. Masalah dalam
penelitian ini adalah mengapa siswa selalu mengalami kesulitan dalam menentukan
luas dan volume bangun ruang sisi lengkung, maka siswa beranggapan bahwa
matematika itu sulit dan membingungkan. Pada penelitian ini model pembelajaran
yang dipilih adalah Problem Solving. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
peningkatan hasil belajar peserta didik
pada materi bangun ruang
sisi lengkung di kelas IX D dengan menggunakan model pembelajaran
problem solving.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Populasi penelitian
adalah semua siswa kelas IX SMPN 33 Semarang tahun pelajaran 2009/2010, dan
sebagai sampel diambil satu kelas secara acak,
sebagai kelompok eksperimen
diberi pembelajaran problem solving. Variabel yang dikaji adalah
aktivitas, motivasi dan hasil belajar. Data diperoleh melalui: (1) observasi,
(2) angket, dan (3) tes kemampuan kognitif.
Hasil penelitian menunjukan: Pada siklus I. Nilai minimum aktivitas
sebesar 35 atau 58%, sedangkan nilai maksimumnya aktivitas sebesar 58 atau 97%.
Rata-rata aktivitas siswa pada siklus I adalah 48 atau 80 %. hasil belajar
siswa mempunyai nilai terendahnya 60 tertinggi 90, rata-ratanya 77. Dari 38
siswa yang tuntas secara individual 33 siswa, sedang 5 siswa belum tuntas.
Secara klasikal ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus Isebesar 86,8%. Pada siklus dua diperoleh skor minimum aktivitas sebesar 39 atau 65%.
Sedangkan nilai maksimum aktivitas sebesar 59 atau 98%, motivasi mempunyai
nilai minimum sebesar 39 atau 65%.
nilai maksimum motivasi sebesar 59 atau 98%. Rata-ratanya 53 atau 88%.
Dari 38 semua siswa yang mencapai batas ketuntasan secara individual maupun
klasikal. Sedangkan hasil belajar siswa minimal 66 dan maksimal 100.
Rata-ratanya 85. Dari siklus I dan II
terdapat peningkatan ketuntasan belajar dari 86,8% menjadi 100%.Kesimpulan dari
penelitian ini adalah bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan Model
Problem Solving dapat meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa
pada materi bangun ruang sisi lengkung di kelas IX D.
Kata Kunci: Problem Solving,
Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung
Penulis: Cicik Sri Wahyuni
Kode Jurnal: jppendidikandd110086