PENERAPAN METODE BELAJAR KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII TEKNIK KENDARAAN RINGAN-2 SMK NEGERI 5 SEMARANG DALAM MENYELESAIKAN TURUNAN FUNGSI
Abstract: Secara umum
penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagaimana cara memecahkan kesulitan yang dihadapi siswa kelas XII TKR-2
(Teknik Kendaraan Ringan-2) SMK Negeri 5
Semarang dalam menyelesaikan soal-soal matematika yang berkaitan dengan Turunan
Fungsi dengan metode belajar kooperatif Jigsaw. Sementara ini pembelajaran
matematika di SMK yang sudah berjalan pada saat ini adalah dengan pendekatan
pembelajaran berbasis kompetensi (competency–based training) yang dikemas
secara moduler, dengan harapan bahwa
siswa dapat mengembangkan potensi dirinya masing-masing secara mandiri sehingga dapat menyelesaikan
materi pembelajaran sampai tuntas (mastery).
Kegiatan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan
kelas (PTK) yang terdiri dari tiga
siklus. Langkah-langkah setiap siklus terdiri dari empat kegiatan yaitu: Perencanaan (Planning), Pelaksanaan
Tindakan (Acting), Pengamatan (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Data
hasil penelitian ini diperoleh dari tes
hasil belajar dan hasil pengamatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran selama dilaksanakan
penelitian.
Sebelum dilakukan penelitian ini, pembelajaran menggunakan metode belajar
diskusi kelompok model Student Teams-Achievement Divisions (STAD), hasil
belajar yang diperoleh oleh siswa kelas XII TKR-2 belum menunjukkan hasil sesuai harapan. Hal ini
ditunjukkan dari hasil tes formatif pertama siswa yang tuntas
12 siswa atau 35,29%
dari 34 siswa dan nilai rata-rata kelasnya 62,76.
Setelah dilakukan PTK hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1)
hasil penelitian pada siklus 1, hasil
belajar siswa meningkat, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang tuntas
pada tes formatif kedua ada 17
siswa dari 34 siswa atau 50,00% dan
nilai rata-rata kelasnya 71,76. Dari hasil pengamatan rata-rata presentasi
aktivitas siswa 70% dan rata-rata persentase aktivitas guru 82,78%. (2) pada
siklus 2, hasil belajar siswa juga meningkat jika dibanding dengan hasil
belajar siklus 1, hal ini ditunjukkan oleh hasil belajar siswa pada tes formatif ketiga yang tuntas
ada 20
siswa dari 34 siswa atau 58,82% dan nilai rata-rata kelasnya 74,76.
Dari hasil pengamatan persentase
aktivitas siswa 75,83% dan rata-rata persentase aktivitas guru
88,78% meningkat disbanding siklus1. (3) pada siklus 3, hasil belajar siswa
menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan hasil belajar
pada siklus 1 dan siklus 2, hal ini
ditunjukkan oleh hasil tes formatif keempat siswa yang tuntas ada 29 siswa dari 34 siswa atau
85,29% dan nilai rata-rata kelasnya 84,41. Dari hasil pengamatan
rata-rata persentase aktivitas siswa 80,83% dan rata-rata persentase aktivitas
guru 90% meningkat jika dibanding pada siklus 1 dan siklus 2.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode belajar kooperatif Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII TKR-2 SMK Negeri
5 Semarang dalam menyelesaikan turunan
fungsi.
Kata kunci: metode belajar
kooperatif Jigsaw, hasil belajar matematika
Penulis: Setu Budiardjo
Kode Jurnal: jppendidikandd110087