PERJUANGAN JOSE RIZAL MENUNTUT REFORMASI KEBIJAKAN SPANYOL DI FILIPINA TAHUN 1883-1896

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan munculnya Jose Rizal sebagai reformis Filipina, (2) mengungkapkan kiprah perjuangan Jose Rizal pada masa kekuasaan Spanyol, (3) mengetahui akhir perjuangan Jose Rizal dan pengaruh perjuangannya. Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode sejarah kritis. Menurut Louis Gottschalk, metode sejarah kritis memiliki empat prosedur dalam proses penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai sistem kebijakan yang diberlakukan oleh Spanyol menyebabkan kesengsaraan bagi rakyat Filipina sehingga memunculkan perjuangan reformis Filipina yakni Jose Rizal. Jose Rizal berasal dari keturunan Tionghoa mestizo dan memiliki riwayat pendidikan di bidang seni sastra dan kedokteran mata. Jose Rizal mulai menuntut reformasi kebijakan di Filipina, dalam bidang sosial, ekonomi, dan politik. Melalui sastra, perjuangan Jose Rizal dimulai dengan menulis novel Noli Me Tangere dan El Filibusterismo menggambarkan penindasan pemerintah Spanyol terhadap rakyat Filipina. Jose Rizal bergabung pada redaksi surat kabar La Solidaridad sebagai penyalur aspirasi para reformis. Jose Rizal juga membentuk Liga Filipina, organisasi non radikal dengan lima dasar perjuangan. Di akhir perjuangannya, ia harus dihukum mati pada 30 Desember 1896 di Lapangan Bagumbayan. Perjuangan Jose Rizal memberikan pengaruh munculnya revolusi Katipunan dan pergerakan nasionalisme di Asia Tenggara.
Kata Kunci: Perjuangan Jose Rizal, Reformasi Kebijakan, Filipina
Penulis: ANGGITA TIANA R
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd130055

Artikel Terkait :