PENGARUH PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED (JARING LABA-LABA) DAN MODEL FRAGMENTED (PENGGALAN) TERHADAP HASIL BELAJAR UNGGAH- UNGGUHING BAHASA JAWA DI KELAS AWAL SEKOLAH DASAR

ABSTRACT: Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaan pengaruh pembelajaran terpadu model fragmented dan model webbed terhadap hasil belajar unggah-ungguhing basa Jawa siswa kelas awal sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian true eksperimen dengan randomized Control-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas III SD Negeri Citarum. Unit analisis siswa-siswa SD kelas III. Sampel diambil secara acak (proportional random sampling) dari keempat SD Citarum yang ada. Secara keseluruhan hasil belajar kelompok siswa yang mendapat perlakuan model Webbed lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat dari rerata hasil belajar yang lebih tinggi yakni 6,4062, dibandingkan dengan yang mendapat perlakuan model Fragmented yang reratanya hanya sebesar 5,625. Dengan demikian hipotesis I teruji kebenarannya. Hasil belajar unggah ungguhing basa Jawa kelompok siswa yang dikenai proses pembelajaran terpadu model Webbed bagi yang mempunyai kemampuan awal rendah hasilnya lebih rendah dibandingkan dengan hasil belajar kelompok siswa yang dikenai proses pembelajaran terpadu model Fragmented yang ber kemampuan awal rendah. Jadi Siswa FR lebih tinggi hasil belajarnya dibandingkan dengan WR. Dengan demikian Hipotesis III tidak teruji kebenarannya. Hipotesis penelitian yang mengatakan ada interaksi antara kepandaian/kemampuan awal dengan model pembelajaran yang berbeda, tidak teruji kebenarannya. Jadi tidak ada interaksi antara kemampuan awal (hasil pre tes) dengan model pembelajatan terpadu. Artinya baik yang berkemampuan awal (pre- tes) tinggi maupun yang rendah, model Webbed lebih efektif daripada model Fragmented.
Kata Kunci: Model Webbed, Model Fragmented, Hasil Belajar
Penulis: Alfiah, Siti Fitriana
Kode Jurnal: jppendidikandd120116

Artikel Terkait :