PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM PENDIDIKAN TAMAN INDRIA (1922-1945)

Abstrak: Penelitan ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pelaksanaan pendidikan kanak-kanak di Hindia Belanda pada tahun 1922-1945; (2) menganalisis konsep pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam pendidikan Taman Indria; (3) menganalisis pelaksanaan pendidikan Taman Indria pada tahun 1922-1945. Metode penelitian menggunakan metode sejarah kritis menurut Kuntowijoyo, yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pelaksanaan pendidikan kanak-kanak oleh pemerintah kolonial Belanda dan militer Jepang pada tahun 1922-1945 di Hindia Belanda hanya untuk kepentingan penjajah dan tidak mempengaruhi pendirian Ki Hadjar Dewantara dalam pelaksanaan Taman Indria yang didirikannya dengan corak nasional; 2) Konsep pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam pendidikan Taman Indria tidak lepas dari pengaruh kehidupannya serta kedua tokoh pendidikan yaitu Frobel dan Montessori. Ki Hadjar Dewantara memahami dunia kanakkanak dengan permainan yang penting bagi perkembangan panca indera anak; 3) Pelaksanaan Taman Indria oleh Ki Hadjar Dewantara menerapkan sistem among dan global method. Ki Hadjar Dewantara selalu memperhatikan usia anak dalam pelaksanaan pendidikannya. Murid Taman Indria adalah anak usia 5-7 tahun dengan pamong perempuan yang disesuaikan dengan kedekatan emosional kanak-kanak dengan ibu serta mendidik dengan pemberian contoh dan pembiasaan; dan 4) Ki Hadjar Dewantara melaksanakan pendidikan di Taman Indria sesuai dengan konsep pemikirannya serta dapat mempertahankan corak perguruan nasional yang dibangun dengan kebudayaan setempat.
Kata Kunci: Pemikiran Ki Hadjar Dewantara, Taman Indria, Tahun 1922-1945
Penulis: JUMAI ROFIANA
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd130022

Artikel Terkait :