KRITIK TERHADAP PENAFSIRAN AL-QUR’AN HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Sari: Salah satu sindikasi
gerakan pemikiran keislaman adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hal yang
istimewa dari gerakan ini adalah pandangan Islamnya yang berbeda. Gerakan ini
mewakili pandangan Islam garis inklusif-revivalis. Gagasan yang ditawarkan
adalah isu-isu tentang syariat Islam, Negara Islam, menolak ide kebebasan
beragama, menentang sistem negara sekuler, menentang kebebasan berpikir, serta
menghidupkan kembali spirit “keberanian berjihad”. Gerakan ini mendukung
penerapan syariat Islam secara keseluruhan dalam sendi kehidupan masyarakat.
Sehingga kelemahannya yang muncul adalah produk penafsiran teks eksegetik yang
cenderung linier-otomistic dalam menafsirkan teks al-Qur’an dan mengabaikan
kontektualisasi teks. Ciri-ciri model peahaman terhadap teks al-Qur’an gerakan
kaum revivalis yaitu suatu pemahaman terhadap teks al-Qur’an yang murni. Dalam
arti pemahaman terhadap al-Qur’an yang murni yang mereka maksudkan adalah
pemahaman al-Qur’an yang kembali kepada karakter ideologis yang statis,
ahistoris, sangat inklusif, tekstualis dan bias patriarkis. Padahal teks
(al-Qur’an) haruslah dipahami sesui dengan konteksnya agar teks dapat
berbicara. Dengan demikian prinsip al-Qur’an yang shalih li kulli zaman wa
makan dapat terbukti.
Kata kunci: HTI, pluralisme
agama, negara islam, jihad, penafsiran, dan klaim kebenaran
Penulis: M. Nurdin Zuhdi
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd130011