FIKIH TASAMUH : MEMBANGUN KEMBALI WAJAH ISLAM YANG TOLERAN
Sari: Pola keberagamaan yang
terbuka dan toleran pada dasarnya merupakan salah satu karakter dari ajaran
Islam yang bersifat universal. Keterbukaan dan toleransi ini merupakan ajaran yang
tidak hanya berlaku pada masa tertentu atau suatu tempat saja, melainkan
melampaui keduanya. Namun demikian, fakta sejarah telah menyadarkan kita bahwa
pernah terjadi proses pemasungan (penyempitan) universalitas ajaran Islam,
sehingga karakter ajaran yang semula inklusif-toleran berubah menjadi
apriori-diskriminatif. Bahkan di tangan beberapa orang ajaran tersebut telah
diramu menjadi doktrin agama yang eksklusif–intoleran. Artikel ini akan
mengurai persoalan tersebut dan menawarkan upaya pembacaan ulang terhadap
doktrin agama yang tidak relevan dengan semangat Islam rahmatan lil al-‘alamin.
Kata kunci: Inklusif, toleran,
tasamuh, fikih, intoleran
Penulis: Agus Sunaryo
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd130012