KEBIJAKAN DAN KONFLIK PADA MASA KEKHALIFAHAN ALI BIN ABI THALIB (656-661 M)

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sosok Ali bin Abi Thalib, memberikan penjelasan tentang kebijakan pemerintahan Ali bin Abi Thalib, memberikan penjelasan apa saja konflik yang terjadi pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib, dan memberikan penjelasan bagaimana akhir pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Penulisan penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis menurut Nugroho Notosusanto.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah menggantikan khalifah sebelumnya yang  tewas terbunuh. Setelah ia menjabat sebagai khalifah, beberapa kebijakan langsung diterapkan diantaranya adalah penggantian pejabat, pembentukan biro pusat dan lembaga negara serta pemindahan ibukota pemerintahan. Pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah tidak didukung oleh semua pihak. Pada masa pemerintahannya, terjadi beberapa konflik. Mereka yang tidak mengakui Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah ini menuntut pengusutan terhadap pembunuhan Utsman bin Affan. Konflik pun terjadi antara Aisyah dengan Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah dengan Ali bin Abi Thalib. Konflik Muawiyah dan Ali bin Abi Thalib berakhir dengan perundingan namun sebagian pasukan Ali bin Abi Thalib yang kecewa dengan hasil perundingan akhirnya keluar dari barisan. Mereka dikenal dengan nama kaum Khawarij. Selanjutnya kaum ini melakukan kekacauan, meskipun mereka dapat ditumpas namun sisa-sisa kaum ini masih ada. Ali bin Abi Thalib sendiri tewas terbunuh oleh sisa kaum Khawarij.
Kata Kunci: Kata kunci: ali bin abi thalib , kebijakan , konflik , khalifah
Penulis: ZENI LISBITA
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd120010

Artikel Terkait :