GERAKAN PERLAWANAN PASUKAN GERILYA RAKYAT SARAWAK (PGRS) DI DESA SUNGKUNG, KECAMATAN SIDING, KABUPATEN BENGKAYANG, KALIMANTAN BARAT (1961-1967)
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini
adalah (1) secara umum untuk meningkatkan pengetahun tentang sejarah lokal, (2)
untuk mengembangkan pola pikir kritis dan logis. Tujuan secara khusus (1)
mengetahui latar belakang perlawanan pasukan gerilya rakyat Sarawak (PGRS) di desa
Sungkung, (2) mengetahui faktor-faktor pasukan gerilya rakyat sarawak memilih
desa Sungkung sebagai pelatihan militernya, (3) mengetahui kronologi peristiwa
PGRS versus TNI di Desa Sungkung, (4) mengetahui dampak peristiwa PGRS di desa
Sungkung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian sejarah
menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap: (1) Pemilihan topik (judul),
(2) Pengumpulan sumber (data), (3) Verifikasi data (kritik sejarah, keabsahan
sumber), (4) interpretasi (analisis, dan sintesis), (5) penulisan
(historiografi). (1) Awal mula terbentuknya PGRS yaitu ketika terjadi
konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia, aparat keamanan segera di kerahkan
untuk menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia, tetapi aparat kecewa karena tidak
jadi berperang sehingga melawan balik TNI. (2) Faktor PGRS memilih desa
Sungkung sebagai basis militernya karena lokasinya yang berbukit-bukit, jauh
dari keramai kota, serta dekat dengan Malaysia. (3) kronologi peristiwa PGRS di
desa Sungkung terjadi sebanyak tiga kali. (4) Dampak yang ditimbulkan secara
psikologis masyarakat desa Sungkung merasa trauma dan takut, kebebasan dalam
beraktivitas sangat terbatas karena sibuk dengan perang sehingga warga
mengalami kekurangan pangan, dan ketertinggalan dalam aspek pembangunan.
Kata Kunci: Indonesia,
Malaysia, PGRS, TNI, Masyarakat Desa Sungkung
Penulis: PAULUS
Kode Jurnal: jpsejarah&umumdd130040