ALTERNATIF KEBIJAKAN PERATURAN DAERAH PERSPEKTIF GENDER BAGI BURUH MIGRAN PEREMPUAN DI MADURA

Intisari: Permasalahan  yang  dihadapi  Buruh  Migran  Perempuan  sebagian  besar  terjadi  sehubungan  dengan posisi keperempuanan mereka yang terjadi sejak saat proses rekrutmen sampai  pemberangkatan  dan ketika pulang kembali ke daerah asalnya. Terdapatnya celah hukum dalam UU No. 39 Tahun 2004 merupakan salah satu persoalannya. Adanya kebijakan daerah yang berperspektif gender merupakan upaya untuk menjamin terpenuhinya hak-hak buruh migran.
Kata Kunci: kebijakan daerah, perspektif gender, buruh migran
Penulis: Devi Rahayu dan Mishbahul Munir
Kode Jurnal: jphukumdd120074

Artikel Terkait :