MANAJEMEN RISIKO PADA PEMASARAN KARTU SELULER (Studi Kasus: Pemasaran Kartu Mentari INDOSAT)

Abstrak: Indosat  merupakan  salah  satu  perusahaan  terbesar  di  Indonesia  yang  menyediakan  jasa  layanan telekomunikasi, dengan tiga bidang usaha yaitu Cellular, Fixed Telecom dan MIDI. Diantara ketiganya, bidang bisnis Celullar memberikan kontribusi terbesar pada pendapatan Indosat secara keseluruhan. Diantara produk selularnya, Mentari merupakan salah satu produk utama yang terus dikembangkan oleh  Indosat.  Dinamisnya  industri  selular  serta  meningkatnya  persaingan  menimbulkan  risiko-risiko dalam pemasaran Mentari, yang dapat menghambat tujuan perusahaan. Tingginya tingkat peralihan jumlah pelanggan (churn rates) di Bandung Raya menunjukkan rendahnya tingkat loyalitas pelanggan Mentari. Hal tersebut merupakan salah satu risiko pemasaran yang sedang dihadapi oleh Indosat saat ini.  Manajemen  risiko  perusahaan  merupakan  suatu  pendekatan  yang  dapat  digunakan  untuk mengatasi risiko-risiko tersebut. Manajemen  risiko  perusahaan  merupakan  suatu  siklus  yang  dimulai  dari  proses  identifikasi, pengukuran risiko, penanganan risiko   sampai dengan proses pengawasan yang kemudian kembali pada proses identifikasi selanjutnya. Risiko  pemasaran  yang  berkaitan  dengan  tingkat  peralihan  jumlah  pelanggan  (churn  rates),  citra Mentari dan loyalitas pelanggan selular   di Indonesia (khususnya pada daerah Bandung, Yogyakarta, Batam  dan  Pakanbaru),    diidentifikasi  dan  dinilai  dari  persepsi  pelanggan  melalui  penyebaran kuesioner.  Analisis  faktor  dilakukan  untuk  mengetahui  faktor-faktor  utama  yang  mempengaruhi pelanggan dalam melakukan peralihan dari kartu Mentari, serta faktor-faktor utama pembentuk citra Mentari. Analisis  faktor  juga  digunakan  untuk  mengetahui  faktor-faktor  utama  yang  mempengaruhi loyalitas pelanggan kartu selular dan analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan  pelanggan  dan  Switching  Barrier  terhadap  loyalitas  pelanggan.  Penilaian  risiko-risiko tersebut kemudian dipetakan dalam matriks probabilitas dan dampak, untuk menentukan risiko-risiko utama pemasaran Mentari.  Hasil kuesioner menunjukkan bahwa faktor utama yang menjadi alasan pelanggan Mentari di Bandung Raya  dalam  melakukan  peralihan  adalah  struktur  tarif  (pricing  structures),  sedangkan  faktor  utama yang  mempengaruhi  citra  Mentari  adalah  layanan  bernilai  tambah  (value-added  services)  .  Faktor utama yang mempengaruhi loyalitas pelanggan kartu selular di Bandung Raya pun adalah layanan bernilai  tambah  (value-added  services).  Kepuasan  pelanggan  dan  switching  barrier  memiliki keterkaitan yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan kartu selular di Bandung, Yogyakarta, Batam dan Pakanbaru. Matriks probabilitas dan dampak menunjukkan risiko utama dalam pemasaran kartu Mentari  di  Bandung  Raya  adalah  risiko  strategi  akuisisi,  risiko  strategi  retensi,  risiko  penentuan segmen,target dan posisi, risiko struktur tarif, risiko kualitas layanan, risiko pindahnya pelanggan lama dan risiko persaingan merupakan risiko utama dalam pemasaran Mentari. Peninjauan kembali segmen, target dan posisi Mentari, peningkatan kualitas layanan melalui perbaikan infrastruktur, serta penentuan struktur tarif berdasarkan pasar dan penguatan citra melalui asosiasi merek, merupakan usulan-usulan yang diharapkan dapat mengurangi dampak dan peluang terjadinya risiko-risiko utama dalam pemasaran kartu Mentari di Bandung, Yogyakarta, Batam dan Pakanbaru.
Keywords: manajemen risiko, identifikasi risiko, pengukuran risiko, risiko pasar, churn-rate, loyalitas pelanggan.
Penulis: Sudarso Kaderi Wiryono, Aminah, Refi Rifaldi Windya Giri
Kode Jurnal: jpmanajemendd070005
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<
Atau download gratis di bawah ini:

Artikel Terkait :