Uji Mutu Madu yang Dipasarkan di Pasar Gede Surakarta Ditinjau dari Kandungan Enzim Diastase, Aktivitas Enzim Diastase dan Kadar Sukrosa

ABSTRAK: Madu merupakan cairan alami yang umumnya mempunyai rasa manis yang dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga  tanaman  (flora  nektar)  atau  bagian  lain  dari  tanaman  (ekstra  flora  nektar)  atau  sekresi  serangga.  Madu mempunyai banyak manfaat terutama untuk kesehatan tubuh. Lembaga Bina Apiari (2009) menyatakan bahwa hampir 80 % madu yang beredar di pasaran adalah madu palsu. Untuk mengetahui kualitas madu, maka perlu dilakukan penelitian terhadap parameter yang ditetapkan oleh SNI 01-3545-2004. Di dalam syarat mutu madu menurut SNI-01-3545-2004 terdapat 11 parameter. Dalam penelitian ini dipilih parameter aktivitas enzim diastase dan kadar sukrosa. Menurut SNI-01-3545-2004, madu yang baik mempunyai aktivitas enzim diastase minimal 3 DN dan kadar sukrosa maksimal 5% b/b. Penelitian kadar sukrosa madu dilakukan dengan menggunakan metode dari SNI 01-2892-1992 yaitu  metode  Luff  Schoorl  dan  titrasi  secara  Iodometri.  Sedangkan  untuk  menguji  aktivitas  enzim  diastase mengggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penngujan, terhadap sampel madu yang diambil secara simple random sampling di pasar Gede Surakarta. Madu yang mengandung enzim diastase adalah madu merk D, dengan aktivitas enzim diastase 0,33 DN. Kadar sukrosa sampel madu merk A 30,38%b/b, madu merk B 33,52% b/b, madu merk C 8,19%b/b, madu merk D 3,91%b/b, dan madu merk E 25,97 %b/b, sehingga dapat disimpulkan bahwa kelima merek  madu A, B, C, D dan E tidak memenuhi syarat  mutu  madu SNI-01-3545-2004,  karena kadar sukrosanya melebihi 5%.
Kata-kata kunci: madu, enzim diastase, sukrosa
Penulis: Suseno
Kode Jurnal: jpkimiadd090014

Artikel Terkait :