Pengaruh Waktu Fermentasi terhadap Kadar Etanol pada Pembuatan Bioetanol dari Ampas Tahu

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengolahan ampas tahu menjadi bioetanol sebagai bahan bakar nabati non pangan.  Ampas tahu merupakan produk samping dari pengolahan kedelai menjadi tahu. Selama ini, produksi bioetanol menggunakan bahan pangan antara lain singkong atau ketela. Proses pembuatan bioetanol dari ampas tahu yaitu dengan cara menghidrolisis karbohidrat yang terkandung di dalam ampas tahu dengan enzim glukoamilase  menjadi  glukosa  kemudian  glukosa  tersebut  difermentasi  oleh  Saccharomyces  cerevisiae  menjadi bioetanol. Pada penelitian ini variasi yang dilakukan adalah waktu fermentasi yaitu 5, 7 dan 9 hari. Selanjutnya untuk memperoleh  bioetanol  dilakukan  destilasi  untuk  memisahkan  etanol  dengan  air  pada  suhu  80oC.  Hasil  penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi yang optimun adalah 7 hari menghasilkan rendemen rata-rata sebesar 10,5%, sedangkan pH yang optimal adalah pH 5 yang menghasilkan rendemen rata-rata sebesar 10,4%. Setelah dilakukan destilasi pada suhu 80oC diperoleh etanol dengan kadar 10%.
Kata-kata kunci:  ampas tahu, fermentasi, bioethanol
Penulis: Sunardi
Kode Jurnal: jpkimiadd090013

Artikel Terkait :