Karakteristik Minyak Atsiri beberapa Varietas Jahe (Zingiber officinale)

ABSTRAK: Minyak atsiri jahe adalah salah satu produk diversifikasi olahan pasca panen yang mempunyai nilai jual tinggi. Minyak atsiri akan bernilai jual tinggi jika komponen kimia penentu mutu dalam minyak mempunyai kadar yang tinggi.  Dalam penelitian ini dikaji pengaruh perlakuan mekanis terhadap karakteristik minyak atsiri dari tiga varietas jahe (Zingiber officinale Roescoe). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan varietas dan perlakuan bahan dasar berpengaruh terhadap rendemen minyak atsiri, indeks bias, kelarutan dalam alkohol, kadar zingiberene, dan karakteristik komponen kimia. Rendemen minyak atsiri tertinggi terdapat pada jahe emprit (0,174% dengan perlakuan basah; 0,537% dengan perlakuan kering), kemudian jahe merah (0,136% dengan perlakuan basah; 0,441% dengan perlakuan kering), dan terendah jahe gajah (0,029% dengan perlakuan basah; 0,050% dengan perlakuan kering). Kisaran nilai indeks bias dari ketiga varietas tersebut adalah 1,490 sampai 1,498. Sedangkan sifat kelarutan minyak dalam alkohol 95% adalah rasio 1:7 dengan perlakuan basah dan rasio 1:6 dengan perlakuan kering, keduanya menghasilkan larutan yang jernih. Persentase kandungan zingiberene dalam minyak atsiri secara berurutan pada jahe emprit : 33,38% kondisi basah dan 25,35% kondisi kering, jahe merah: 21,38% kondisi basah dan 19,61% kondisi kering, sedangkan pada jahe gajah 20,56% kondisi basah dan 16,39% kondisi kering. 
Kata kunci: minyak atsiri, jahe, zingiberene
Penulis: Yustina Wuri Wulandari
Kode Jurnal: jpkimiadd090015

Artikel Terkait :