PROSES PEMBUATAN WATERGLASS DARI PASIR SILIKA DENGAN PELEBUR NATRIUM HIDROKSIDA

Abstrak: Waterglass  dapat  dibuat  melalui  proses  peleburan  pasir  silika  dengan  alkali.  Kandungan dalam  waterglass,  terutama  berupa  SiO2  dan  Na2O  mempunyai  berbagai  kegunaan tergantung pada komposisinya masing-masing. Biasanya waterglass digunakan pada industri sabun  atau  deterjen,  kertas,  tekstil,  keramik,  digunakan  untuk  pembersihan  logam, pembuatan  silika  gel,  dan  lain  sebagainya.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mempelajari pengaruh ukuran partikel pasir silika dan jumlah NaOH sebagai pelebur terhadap perolehan waterglass dan kadar SiO2 pada pembuatan waterglass dengan proses peleburan alkali di dalam furnace. Variabel berupa ukuran partikel pasir silika dipelajari pada ukuran 35/40 dan  50/60  mesh.  Sedangkan  banyaknya  pelebur  NaOH  divariasikan  sebanyak  1:1,  1,5:1,   2,4:1, 3,2:1, dan 4:1 g/g terhadap pasir silika. Kondisi peleburan lainnya berupa temperatur, waktu dan jumlah pasir silika, dilakukan pada nilai konstan, secara berturutan pada 500°C, 2 jam, dan 10 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penggunaan pasir silika dengan ukuran partikel yang makin kecil diperoleh waterglass dengan kadar SiO2 dan Na2O yang makin  besar.  Dan  dengan  makin  banyaknya  penggunaan  pelebur  NaOH,  diperoleh  kadar Na2O dalam waterglass juga makin tinggi. Pada penelitian ini waterglass dengan kadar SiO2tertinggi diperoleh pada penggunaan pelebur NaOH sebanyak 2,4:1 g/g terhadap pasir silika dan ukuran pasir silika sebesar 50/60 mesh, yaitu sebesar 34,6 %-b SiO2.
Kata kunci: pasir silika, pelebur NaOH, ukuran partikel, waterglass
Penulis: Sirin Fairus, Haryono, Mas H. Sugita, dan Agus Sudrajat  
Kode Jurnal: jpkimiadd090030

Artikel Terkait :