PENINGKATAN EFISIENSI PENGGUNAAN KOAGULAN PADA UNIT PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATU BARA

Abstrak: Air  limbah  dari  proses  pengolahan  batubara  berpotensi  merusak  lingkungan  karena melarutkan partikel  yang mengandung B3. Penggunaan  koagulan dalam salah satu kolam pengolahan air limbah industri batubara di Kalimantan dibuat pada tanah galian terbuka sehingga koagulasi dan presipitasi tidak optimal. Penelitian ini bertujuan memperbaiki unjuk kerja penggunaan koagulan pada pengolahan air limbah dan modifikasi kolam pengolahan. Sampel  air  limbah  diambil  dari  lapangan  dan  dilakukan  Jar  Tes  untuk  membandingkan kinerja koagulan. Koagulan yang digunakan adalah tawas, Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Nalcolyte 8100 sebesar 18,65 kg tawas (50 ppm); 57,6 Liter PAC (150 ppm); dan 1,865 Liter  Nalcolyte  (5  ppm)  pada  laju  alir  air  limbah  4,31  L/dtk.  Hasil  Jar  Tes  menunjukkan endapan yang dihasilkan tawas dan PAC bersifat tidak stabil dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengendap. Ukuran partikel endapan dengan Nalcolyte 8100 cukup besar sehingga proses pengendapan menjadi lebih cepat dan tidak mudah mengalami gangguan. Waktu  pengerukan  atau  pembersihan  kolam  untuk  koagulan  tawas  (50  ppm),  PAC  (150 ppm)  dan  Nalcolyte  8100  (5  ppm)    masing-masing  adalah  4,  4  dan  6  hari  sekali,  secara berurutan.
Kata kunci: pengendapan, koagulan, kolam pengolahan air limbah, batubara
Penulis: Misri Gozan, Praswasti PDK Wulan, dan Hardi Putra
Kode Jurnal: jpkimiadd090032

Artikel Terkait :