Pemujaan terhadap Idola Pop sebagai Dasar Intimate Relationship pada Dewasa Awal: sebuah Studi Kasus

Abstrak: Studi  kualitatif  instrumental  ini  dilatarbelakangi  oleh  kenyataan  bahwa  pengidolaan  yang seharusnya sudah tidak muncul di dewasa awal (Raviv dkk., 1990; McCutcheon, 2002). Fakta yang  terkumpul  dari  berbagai  laporan  media  massa,  menunjukkan  bahwa  perilaku pengidolaan, yang terdiri dari modeling dan pemujaan, masih muncul pada individu dewasa awal.  Beberapa  penelitian  sebelumnya  menunjukkan  kecenderungan  keterkaitan  antara pemujaan  terhadap  idola  dengan  intimate  relationship.  Sehingga  penelitian  ini  berusaha menggambarkan perilaku pemujaan pada individu dewasa awal dan menjelaskan keterkaitan antara perilaku tersebut dengan pemilihan pasangan intimate relationship. Tujuanpenelitian  ini  dicapai  dengan  melakukan  wawancara  semi-terstruktur  terhadap  empat partisipan. Semuanya wanita dengan rentang usia antara 21-22 tahun. Wawancara dilakukan wawancara dikoding dan dianalisa menggunakan metode analisa tematik. Hasilnya, deskripsi pemujaan terhadap idola pop tiap partisipan digambarkan melalui alasan menyukai idola pop tertentu dan tingkatan pemujaan terhadap selebriti atau celebrity involvement (Maltby dkk., 2005). Serta, keterkaitan antara pemujaan terhadap idola pop dengan  intimate  relationship dari keempat partisipan terletak pada kriteria pasangan ideal dan prioritas hubungan pada saat ini. Penelitian ini juga menemukan pada tingkat pemujaan yang lebih tinggi muncul suatu bentuk pengorbanan dari fans untuk idola pop yang disukai
Kata Kunci: pengidolaan, pemujaan terhadap selebriti, hubungan intim, idola pop
Penulis: Dita Darfiyanti, M.G. Bagus Ani Putra
Kode Jurnal: jppsikologisosialdd120008

Artikel Terkait :