JURNAL TERBARU

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pemanfataan dan Perilaku Penggunaan Sistem Ekokardiografi

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi minat pemanfaatan dan perilaku penggunaan sistem ekokardiografi menggunakan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Data diperoleh sebanyak 51 responden dari persepsi tenaga medis sebagai pemakai sistem ekokardiografi dari beberapa rumah sakit di Banjarmasin. Metode analisis menggunakan regresi linear berganda dan korelasi parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi kerja, ekspektasi usaha dan faktor sosial berpengaruh terhadap minat pemanfaatan sistem ekokardiografi serta faktor kondisi fasilitas dan minat pemanfaatan berpengaruh terhadap perilaku penggunaan sistem ekokardiografi. Faktor usia memiliki efek moderasi terhadap hubungan faktor ekspektasi kerja dengan minat pemanfaatan, faktor kondisi fasilitas dengan perilaku penggunaan, faktor usia tidak memiliki efek moderasi terhadap hubungan ekspektasi usaha, faktor sosial dengan minat pemanfaatan. Faktor pengalaman memiliki efek moderasi terhadap hubungan faktor ekspektasi usaha dengan minat pemanfaatan, faktor kondisi fasilitas dengan perilaku penggunaan, faktor pengalaman tidak memiliki efek moderasi terhadap hubungan faktor sosial dengan minat pemanfaatan. Faktor kesukarelaan penggunaan memiliki efek moderasi terhadap hubungan faktor sosial dengan minat pemanfaatan sistem ekokardiografi.
Keywords: Ekokardiografi, Sistem, UTAUT

Penerapan Algoritma Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation untuk Pengenalan Pola Tanda Tangan

Abstract: Makalah ini membahas mengenai proses identifikasi tanda tangan memanfaatkan komputer dengan menerapkan jaringan saraf tiruan backpropagation dan fungsi aktivasi menggunakan fungsi sigmoid biner dengan inisialisasi nilai acak kecil untuk bobot dan bias dan rentang nilai dihasilkan antara 0 dan 1. Metode analisis dan perancangannya menggunakan Object-Oriented Analysis and Design (OOAD) dengan pendekatan Prototipe dan pengujiannya menggunakan black box. Aplikasi ini menerima input pola tanda tangan yang digunakan berupa citra digital dengan format bmp, jpg, png, gif dan tif berukuran 300 x 300 pixel atau pola tanda tangan yang langsung digambar menggunakan mouse pada bidang yang ditentukan. Arsitektur jaringan saraf tiruan backpropagation yang digunakan adalah 400 node lapisan input, 50 node lapisan tersembunyi dan 4 node lapisan output.
Keywords: black box, jaringan saraf tiruan backpropagation, object-oriented analysis and design, pola tanda tangan, prototipe, sigmoid biner

Monitoring Jaringan Menggunakan Mikrotik Os dan The Dude

Abstract: Kegiatan Monitoring Jaringan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengelola suatu sistem jaringan di lokasi atau area tertentu dengan topologi tertentu. Sistem monitoring ini dipergunakan untuk mempermudah tim teknis dalam melakukan pemantauan secara rutin kondisi jaringan di lapangan.
Berkaitan dengan monitoring ini unit Manajemen Information Sistem (MIS) selaku unit yang menangani pelayanan jaringan internet serta mendukung pelayanan software dan aplikasi di Lingkungan Kampus Universitas Kanjuruhan Malang sangat membutuhkan teknologi monitoring ini agar sistem networking dapat terpantau secara maksimal.
Pemantauan jaringan yang dilakukan menggunakan aplikasi the dude dengan sistem operasi Mikrotik. Hasil yang didapatkan setelah diimplementasikan adalah staf lebih cepat dalam mendeteksi trouble jaringan dan mempermudah dalam penanganannya. The Dude juga memungkinkan untuk memonitoring services yang berjalan pada tiap network host, dan memberi peringatan pada setiap perubahan statusnya.
Keywords: Jaringan, Mikrotik OS, monitoring, The Dude

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL (Studi Kasus pada Fakultas Teknik Universitas Lampung)

Abstrak: Mulai tahun 2000, Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) sudah bisa diakses secara on-line oleh seluruh civitas akademika  Unila  (Universitas  Lampung).  SIAKAD  digunakan  untuk  keperluan  akademik  seperti  pembuatan Kartu Rencana Studi (KRS), dan Kartu Hasil Studi (KHS).  Fakultas Teknik (FT)  Unila  yang merupakan salah satu fakultas yang berada dalam  naungan Unila  juga  telah  memakai Siakad on-line  untuk administrasi akademik bagi  para  mahasiswanya.  Namun  dalam  kenyataannya,  Siakad  on-line  yang  dipakai  masih  terdapat  beberapa kekurangan yaitu, belum adanya rekapitulasi berapa jumlah mahasiswa yang lulus per periode wisuda, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan, rata-rata IPK per angkatan,  berapa banyak mahasiswa yang lulus, aktif, dan  Drop  Out  (DO)    per  angkatan  dalam  satu  jurusan,  masa  studi  rata-rata  per  periode  lulusan,  dan  statistik mahasiswa.  Oleh  sebab  itu,  dalam  penelitian  ini  telah  dibuat  sistem  informasi  akademik  yang  berisi  solusi terhadap  beberapa kekurangan pada Siakad  on-line  yang dipakai dan masih difokuskan hanya pada  FT Unila. Sistem informasi dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP versi 5.3.5 dan MySQL versi 5.0.7 sebagai  DBMSnya.  Pada  awalnya  sistem  informasi  dibuat  pada  localhost  server  yang  kemudian  diunggah  ke dalam  web  server  FT  Unila.  Setelah  sistem  informasi  selesai  dibangun,  dilakukan  pengujian  pada  sistem. Pengujian  dilakukan  dengan  dua  skenario,  yaitu  skenario  offline  dan  skenario  online.  Pada  pengujian  offline, sistem informasi  yang dibangun  sudah dapat  menampilkan  fitur-fitur  yang  dibuat. Pengujian  online  dilakukan setelah  sistem  informasi  diunggah  ke  dalam  web  server  Fakultas  Teknik  semua  fitur  yang  sudah  ada  juga berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
Kata kunci: SIAKAD, sistem informasi, modified waterfall, localhost server

Rancang Bangun Sistem Monitoringdan Pengendalian Level Cairan dengan LabVIEW Berbasis Mikrokontroler Mbed NXP LPC1768

Abstrak: Berlatar  belakang  kebutuhan  pengambilan  dan  pengolahan  data  yang  semakin  komplek  dan  semakin variatif,  dibutuhkan  suatu  perangkat  yang dapat  menangani  kebutuhan  tersebut  yaitu sistem  berbasis komputer. Pengambilan dan pengolahan data tersebut agar bisa dibaca oleh komputer harus mempunyai sistem  akuisisi  data  salah  satunya  mikrokontroler  Mbed  NXP  LPC1768.  Sistem  monitoring  dan pengendalian level cairan ini menggunakan mikrokontroler mbed NXP LPC1768 sebagai sistem akuisisi data  dan  perangkat  lunak  LabVIEW  sebagai  Human  machine  interface  (HMI). Sistem  akuisisi  data antara  mikrokontroler  mbed  NXP  LPC1768  menggunakan  komunikasi  serial   dengan  komputer. Pemograman dengan perangkat lunak LabVIEW dibangun dengan block-block program menjadi sebuah sistem.  Pengendalain  dan  monitoring  dengan  LabVIEW  berbasis  mikrokontroler  Mbed  NXP  LPC1768 berhasil terimplementasikan dengan komunikasi serial dengan perangkat lunak LabVIEW yang respon dari sensor dan akuator bisa dimonitor dan di kendalikan secara real time. Pengendalian level cairan di lakukan  dengan  dua cara  yaitu  secara  manual  dan  secara  otomatis.  Pengendalian  level  Secara  manual yaitu  dengan  cara  menghidupkan  dan  mematikan  motor  serta  membuka  dan  menutup  valve  secara tersendiri.  Pengendalian  level  cairan  secara  otomatis  yaitu  dengan  cara  menset   nilai  level  yang  di inginkan maka dengan sendirinya alat akan bekerja mencapai nilai yang ditetapkan.
Kata kunci: Sistem akuisisi data, Mbed NXP LPC1768, LabVIEW, Human machine interface, otomatis

EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMK 2 SEWON

Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengevaluasi  penerapan  layanan  ICT  di  SMK  2  Sewon  dalam  proses pembelajaran  terkait  pemanfaatan  oleh  guru,  siswa,  bahan  ajar,  dan  media  pembelajaran  berbasis  ICT.  Metode penelitian  adalah  descriptive  kuantitatif  research.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa:  1)  Tingkat  efektivitas layanan ICT dalam proses pembelajaran ICT di SMK 2 Sewon terkait tingkat pemanfaatan oleh  guru  mencapai indikator 2,39 dengan interpretasi efektif namun jarang dimanfaatkan oleh guru; 2) Tingkat efektivitas layanan ICT dalam  proses  pembelajaran  di  SMK  2  Sewon  terkait  tingkat  pemanfaatan  oleh  siswa  mencapai  indikator  2,10 dengan interpretasi efektif namun jarang dimanfaatkan oleh siswa; 3) Tingkat efektivitas layanan ICT dalam proses pembelajaran di SMK 2 Sewon terkait penyajian bahan ajar mencapai indikator 2,52 dengan interpretasi efektif.; dan  4)  Tingkat  efektivitas  layanan  ICT  dalam  proses  pembelajaran  di  SMK  2  Sewon  terkait  e-learning  sebagai media pembelajaran mencapai indikator 2,56 dengan interpretasi efektif.
Kata kunci: efektivitas, pemanfaatan, ICT, pembelajaran

PENGARUH KELENGKAPAN FASILITAS, INTENSITAS, DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN TIK DI SMP NEGERI 14 PURWOREJO

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kelengkapan fasilitas belajar TIK di SMP N 14 Purworejo, (2) intensitas belajar TIK  di SMP N  14 Purworejo, (3) minat belajar TIK di SMP N 14 Purworejo, (4) prestasi belajar TIK di SMP N 14 Purworejo, (5) pengaruh kelengkapan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar TIK di SMP N 14 Purworejo,  (6)  pengaruh  intensitas  belajar  terhadap  prestasi  belajar  TIK  di  SMP  N  14  Purworejo,  (7)  pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar TIK di SMP N 14 Purworejo, (8) pengaruh kelengkapan fasilitas, intensitas, dan minat belajar terhadap prestasi belajar TIK di SMP N 14 Purworejo. Penelitian ini  merupakan penelitian  expost-facto  dengan  pendekatan  kuantitatif.  Populasi  yang  digunakan  adalah  seluruh  siswa  SMA  N  14  Purworejo yang  berjumlah  570  siswa  dengan  sampel  232  siswa.  Metode  pengumpulan  data  menggunakan  kuesioner  dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif presentase, regresi sederhana, dan regresi ganda tiga prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kelengkapan fasilitas belajar  TIK  dikategorikan sangat tinggi 21,12%, tinggi 34,05%, rendah 35,78%, sangat rendah 9,05%, (2) intensitas belajar TIK dikategorikan sangat tinggi 24,14%, tinggi 26,72%, rendah 21,98%, sangat rendah 27,16%, (3) minat belajar TIK dikategorikan sangat tinggi 13,36%, tinggi 28,02%, rendah 32,33%, sangat rendah 26,29%, (4) prestasi belajar TIK dikategorikan sangat tinggi 24,57%,  tinggi  17,24%,  rendah  25,00%,  sangat  rendah  33,19%,  (5)  kelengkapan  fasilitas  belajar  berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar TIK  sebesar 7,88%,  (6) intensitas belajar berpengaruh positif dan signifikan  terhadap  prestasi  belajar  TIK  sebesar  7,55%,  (7)  minat  belajar  berpengaruh  positif  dan  signifikan terhadap prestasi belajar TIK  sebesar 11,77%, (8) kelengkapan fasilitas, intensitas, dan minat belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar TIK sebesar 27,2%.
Kata Kunci: kelengkapan fasilitas belajar, intensitas belajar, minat belajar, prestasi belajar

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN TIK KELAS X DI SMA NEGERI 1 PIYUNGAN TAHUN AJARAN 2012/2013

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah  quasi eksperimental  dengan menggunakan desain penelitian nonequivalent control group desain. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Piyungan yang berjumlah 130 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling, diperoleh kelas Xc berjumlah 26 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas Xd berjumlah 26 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes dan metode dokumentasi. Teknik analisis data untuk menjawabhipotesis menggunakan uji t. Sebelum pengujian hipotesis data diuji mengunakan uji normalitas dan uji homogenitas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Perbedaan tersebut bisa ditunjukkan dari nilai thitunglebih besar dari ttabel (5,996 > 2,009) dan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai taraf signifikansi (0,000 < 0,05), maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament(TGT) lebih tinggi daripada hasil belajar siswa dengan pembelajaran konvensional. Hasil belajar mean posttest kelas kontrol sebesar 71,8 dan kelas eksperimen sebesar 83,1, menunjukkan selisih perbedaan hasil belajar mean posttest sebesar 11,3.
Kata kunci: Teams Games Tournament (TGT), hasil belajar

PERBEDAAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan kognitif dan keaktifan siswa yang  menggunakan  metode  pembelajaran  kooperatif tipe Jigsaw  dengan  siswa  yang  menggunakan metode  pembelajaran  kooperatif  tipe  STAD.  Penelitian  ini  merupakan  jenis  penelitian  eksperimen dengan menggunakan desain penelitian  Quasi Experimental Nonequivalent Control Group Design. Teknik  pengumpulan  data  menggunakan  instrumen  tes  dan  lembar  observasi  keaktifan  siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan dua kelas eksperimen yaitu kelas X TKJ 2 dan X TKJ  3.  Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik MANOVA dengan menggunakan statistik uji  Hotelling’s Trace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada  perbedaan  kemampuan  kognitif  dan  keaktifan  siswa  yang  menggunakan  metode pembelajaran  kooperatif  tipe  Jigsaw  dengan  siswa  yang  menggunakan  metode  pembelajaran kooperatif tipe STAD.  Hal ini  ditunjukkan dengan  hasil uji multivariat menggunakan program  SPSS 16  for  windows  diperoleh  nilai  Fhitung  (5,429)  >Ftabel(1,85)  atau  nilai  signifikansi  0,007  <  0,05. Perbedaan  tersebut  menunjukkan  bahwa  perolehan  nilai  akhir  kemampuan  kognitif  dan  keaktifan siswa  kelas  Jigsaw  lebih tinggi  dibandingkan  dengan  siswa  kelas  STAD.  Pernyataan  ini  didukung oleh hasil  rata-rata  nilai  posttest  kemampuan  kognitif  siswa  kelas Jigsaw  sebesar  75,75, sedangkan kelas  STAD  sebesar  70,67,  dan  dari  segi  keaktifan  siswa,  kelas  Jigsaw  memperoleh  nilai  rata-rata sebesar 76,33 sedangkan kelas STAD sebesar 73,17.
Kata kunci: pembelajaran kooperatif, Jigsaw, STAD, kemampuan kognitif, keaktifan siswa

PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SISWA KELAS XI DI SMA N 1 SEMIN

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara persepsi siswa dengan prestasi belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Expost Facto,  teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling dengan populasi berjumlah 161 dan sampel berjumlah 114 siswa dari seluruh siswa kelas XI pada mata pelajaran TIK SMA N 1 Semin Tahun Ajaran 2011/2012. Data diambil untuk masing-masing variabel dengan menggunakan angket. Validitas isi diperoleh melalui judgment ahli dan analisis butir dihitung dengan korelasi Product Moment untuk seluruh variabel. Reliabilitas instrumen persepsi siswa  dengan koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,942. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Hasil penelitian menemukan adanya pengaruh antara persepsi siswa (X) dengan persepsi siswa (Y) memiliki koefisien rhitung = 0,228 dan thitung 2,478 > ttabel 1,981. Karena harga thitung > ttabel,  hal ini menunjukkan adanya pengaruh antara prediktor X dengan kriterium Y dengan koefisien determinasi sebesar 0,052.
 
Support : E-JURNAL | PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2013. JURNAL - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai
Proudly powered by Blogger