JURNAL TERBARU

OPTIMALISASI PEMBEBANAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DENGAN PENYEIMBANGAN BEBAN

Abstract: Optimalisasi pembebanan transformator distribusi 3 fasa dengan melaksanakan penyeimbangan beban pada dasarnya adalah akan memberikan beban pada transformator tersebut yang sesuai dengan kapasitas Transformator serta memberikan beban yang diperbolehkan sesuai dengan SPLN. Sehingga kemampuan atau batasan-batasan yang dialirkan pada beban dapat optimal. Penyeimbangan beban pada transformator distribusi yang terletak di jalan Perintis kemerdekaan 11 kompleks Wessabbe yang sebelumnya dilakukan pengukuran beban saat beban puncak dan juga di siang hari waktu di luar beban puncak. Data-data hasil pengukuran dianalisis dan selanjutnya dilakukan optimalisasi pembebanan transformator dan setelah penyeimbangan beban diukur kembali untuk dianalisis Total kehilangan energi sebelum penyeimbangan beban adalah sebesar 26.950,1 kWh tiap bulan atau sama dengan Rp.21.560.080,00/bulan, setelah penyeimbangan beban adalah sebesar 202,919 kWh tiap bulan atau sama dengan Rp. 162.335,200 /bulan. Dapat menekan kehilangan energi sebesar 26.747,181 kWh tiap bulan atau PLN dapat menekan kerugian sebesar Rp. 21.397.744,80 tiap bulan pada gardu distribusi UNAC.
Keywords: Gardu distribusi; penyeimbangan beban; optimalisasi
Penulis: Gassing, Indra Jaya
Kode Jurnal: jptmesindd130219
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ...

KONVERTER ELEKTRONIKA DAYA UNTUK PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK PADA BEBAN LISTRIK STATIS DAN LISTRIK DINAMIS

Abstract: Dua bentuk energy listrik yang digunakan yaitu arus searah (dc) dan arus bolak-balik (ac) banyak dimanfaatkan, tergantung bentuk, besaran dan / atau frekuensi yang diperlukan. Ada empat konversi yang berbeda antara sumber listrik dc dan ac. Konversi ini dilakukan oleh sirkuit yang disebut dengan converter daya. Konverter diklasifikasikan sebagai: Konverter AC-DC (dari satu fasa atau tiga fasa ac ke dc tegangan variable), Konverter AC-AC (dari satu fasa atau tiga fasa ac ke ac tegangan variable), Konverter DC-DC (dari dc ke dc tegangan variable) dan Konverter DC-AC (dari dc kebesaran variable dan frekuensi variabel, satu fasa atau tiga fasa ac).
Keywords: konverter AC-DC; konverter AC-AC; konverter DC-DC; konverter DC-AC; dynamic electrical load; static electrical load

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN CETAKAN KERAMIK DENGAN METODE CAD/CAM/CNC PADA INDUSTRI KERAMIK KASONGAN

Abstract: Penggunaan teknologi dalam pembuatan produk diberbagai bidang industri terus dikembangkan guna meningkatkan efisiensinya. Demikian juga halnya dengan industri keramik yang selama ini semakin banyak diaplikasikan sebagai kebutuhan rumah tangga. Dalam proses produksinya, industri keramik secara berangsur-angsur menggunakan proses otomatis untuk menggantikan proses manual. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pembuatan master keramik dengan menggunakan Mesin CNC di industri keramik Kasongan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembuatan keramik dengan menggunakan Mesin CNC. Analisis proses pemesinan yang dilakukan meliputi parameter pemesinan, waktu dan hasil atau produk. Pembuatan master keramik menggunakan Mesin CNC Freis tipe Roland EGX 600 yang terlebih dahulu dirancang dengan software ArtCAM Pro dengan desain grafis berupa vektor. Bahan yang digunakan untuk membuat master keramik adalah stone gypsum. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan mata pahat dalam pemesinan harus disesuaikan dengan bentuk relief yang akan dibuat. Semakin kecil dan rumit relief yang akan dibuat maka akan semakin kecil pula diameter pahat dapat digunakan. Sedangkan untuk mengurangi getaran pada saat pemesinan, dapat dilakukan dengan mengurangi kecepatan spindle (rpm) dan menurunkan tebal pemakanan.
Kata kunci: CNC, Vektor, Stone Gypsum, Proses Pemesinan, Master Ceramic

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN THERMOSTATIC EXPANTION VALVE PADA REFRIGERASI AC SPLIT

Abstract: Vapor compression refrigeration is one of refrigeration systems that is most widely used for the cooling process in a variety of human needs. In this type of machine there is a component that can be varied kind, namely the expansion valve, such as a capillary tube and thermostatic expansion valve (TXV). Experimental tests have been conducted in a one HP split air conditioning refrigeration machine capacity to compare the performances between the use of a capillary tube and TXV expansion valve.  The experimental results show that the use of a capillary tube responds to the greater cooling load of the smaller COP, COP highest achieved in the condition of the refrigerant out of the evaporator in the form of vapor saturated with COP = 5.3. While the use of TXV, COP value increases with the addition of the cooling load. The highest COP achieved is 5.87.
Kata kunci: Refrigeration, COP, Ekspantion Valve, Termostatic, TXV

STUDI KARAKTERISASI PEMBUATAN OPTICAL PHASA CONDUCTOR PADA KONDISI IKLIM TROPIS INDONESIA

Abstract: Sejalan perkembangan akan urgent demands (tuntutan mendesak) kebutuhan tenaga listrik dan informasi komunikasi khususnya jaringan internet data, sekarang dikembangkan konduktor terintergritas yang dinamakan OPPC (optical phasa conductor). Penelitia.ini sebagai dasar pembuatan kabel OPPC yang digunakan untuk penghantar listrik tegangan ekstra tinggi dan jaringan internet data sekaligus dengan performa handal dan tahan lama. Tujuan penelitian studi karakteristik dan mekanik dari masing-masing material pembentuk konduktor OPPC. Kegiatan percobaan dari variasi material Aluminium dan kabel optik desain konduktor OPPC dengan menganalisa kekuatan mekanik dan karakteristik.
Metodologi penelitian menganalisa karakteristik dan sifat mekanik dari material Aluminium dan serat  optik sebagai variabel bebas, sedangkan untuk pengujian terdiri dari komposisi kimia, strukturmikro, kekerasan, tarik dan puntir berpengaruh terhadap pengaruh daya hantar kabel, kekuatan menahan beban dan pengaruh interfensi pada peningkatan ampacity pada kabel. Hasil pengujian material kabel OPPC untuk material Aluminium memiliki komposisi kimia 98.99 % wt, ini termasuk jenis Aluminium murni yang ditunjang pengujian metalurgrafi untuk strukturmikro hampir semuanya unsur Al sedangkan kekerasannya 18 BHN. Kekuatan tarik 22 kg/mm 2 dan kawat optik 4,5 kg/mm tidak terjadi induksi tegangan listrik pada kabel optic, sehingga interferensi bersifat membangun terjadi penjumlahan superposisi dua gelombang.
Kata Kunci: Tegangan Tinggi, Kawat Baja, Aluminium,Optik, Konduktor

POTENSI SERAT BATANG (BAST FIBERS) SEBAGAI PENGUAT BIOKOMPOSIT UNTUK APLIKASI OTOMOTIF

Abstract: The Neseccary of material which is light, cheap and environment friendly make biocomposite that reinforced natural fiber as alternative material for automotive components. Non-wood natural fiber is classified into 5 groups: bast fibers, leaf fibers, seed fibers, straw fibers and grass fibers. Bast fibers has a high potential as a reinforced in biocomposite because it has some variaties, abundant resources and high mechanical properties. Nowadays, bast fibers has been used by automotive manufacturer in Europe as interior components and begin to be developed for exterior components. Natural characteristic of hydrophilic is the major problem in biocomposite. The water contents in natural fiber will decrease interface bonding between fiber and matrix, so that produce low mechanical properties of biocomposite. Alkali fiber surface treatment improve interface bonding between fiber and matrix and clean the extractive media from natural fiber as lignin, wax and dust, so that produce fiber whose surface has the uniform topography.
Key Words: Bast Fiber, Reinforced, Biocomposite, Automotive

KARAKTERISASI KATALIS TEMBAGA PADA CATALYTIC CONVERTER UNTUK MENGURANGI EMISI GAS CARBON MONOKSIDA MOTOR BENSIN

Abstract: Salah satu teknologi rekayasa yang dapat digunakan untuk mengurangi polusi udara adalah dengan pemakaian Catalytic Converter yang dipasang pada saluran gas buang kendaraan bermotor (Heisler, 1995).  Pada umummnya bahan yang dipergunakan adalah:  Palladium, Platinum, dan Rodium yang relatif cukup mahal.
Disamping itu katalis tersebut sangat rentan terhadap bahan bakar premium yang memiliki kadar Timbal (Pb) yang berakibat merusak fungsi katalis karena akan terjadi penyumbatan pada honeycomb Catalytic Converter. Penggunaan bahan Tembaga sebagai bahan katalis Catalytic Converter pada penelitian-peneliti sebelumnya, mampu menurunkan emisi gas Carbon Monoksida Motor Bensin pada berbagai variasi putaran mesin. Namun demikian belum diketahui bagaimana perubahan bahan uji pada pengujian emisi gas buang tersebut. Oleh sebab itu penelitian ini meneliti tentang karakterisasi material Tembaga sebagai bahan.
Katalis Catalytic Converter. Tujuan yang diharapkan adalah untuk mendapatkan dan menggali informasi tentang karakterisasi material dari bahan Katalis Tembaga yang digunakan sebagai bahan katalis pada Catalytic Converter untuk mereduksi Emisi Gas Buang Carbon Monoksida Motor Bensin. Karakterisasi Material dengan menggunakan X-Ray Diffraction berguna untuk mengetahui perubahan unsur material bahan katalis Tembaga sebelum dan sesudah dilakukan pengujian emisi gas buang.
Kata Kunci: Catalytic Converter, Katalis Tembaga, X-RD

Pembuatan Sistem Kendali Navigasi Wahana Selam Nir Awak Auv (Autonomous Underwater Vehicle)

Abstract: Marine observation and research activities require a suitable transportation means that has an ability to bring necessary equipment for data collection and observation into the sea. One of the means that has the ability is AUV (Autonomous Underwater Vehicle), an electric powered underwater vehicle. The vehicle does not require cable connection from the surface and has an ability to move to global positions according to programmable trajectory installed in a microcontroller and other navigation equipment. The control system of the AUV trajectory is programmed in the microcontroller. The navigation equipment consists of integrated sensor. The main sensor used is global positioning sensor, digital compass, pressure sensor, and 3-axys gyroscopes. The main focus of this paper is the design and application of the control system for an underwater survey vehicle that has an ability to bring necessary equipment for observation of coastal area. The vehicle moves from an observation point to another according to GPS assisted programmed data. The control system consists of the thruster system, the depth control system, the positioning system and compass system. The design and algorithm for the control system is proposed.
Keywords: AUV trajectory AUV; control system; multi sensor; programming algorithm

Analisis Konservasi Energi Gas Suar Bakar Pada PT. Arun NGL

Abstract: One of the major issues facing the world today is global warming. This problem is caused by the increasing concentration of carbon dioxide and other greenhouse gases in the atmosphere. A suggested method for controlling the level of greenhouse gases in the atmosphere is the prevention of burning flaring gas unit. In this study, two methods are proposed to conserve flaring gas at liquefied natural gas refineries PT. Arun. This method aims to minimize the environmental and economic losses of flaring gas combustion. The proposed method are: 1) utilization of flared gas as fuel for gas turbine power generation and 2) compression and injection of boiled gas into the refinery pipe. Determination of the most suitable methods and tools required for the two methods was done by means of simulation. The simulation was designed to determine the potential power generation and compression power required. The results demonstrate that the use of flared gas as fuel can generate 2130 MW of electricity while requires a compressor with a maximum pressure of 129 bar to inject the flaring gas into the refinery pipe. Study of economic analyzes for both methods was also conducted. From the analysis, it is found that compression of gas into the pipeline requires a lower capital cost than if the gas is utilized as gas turbine fuel. Therefore, the gas injection into the refinery pipe is a suitable alternative to prevent adverse environmental impacts through large amounts of carbon dioxide emissions in the atmosphere due to flaring gas burning.
Keywords: energy conservation; flare gas; feed gas; green house emission

Kajian Distribusi Aliran Intake ke PLTMH Akibat Perubahan Aliran di Hulu Sungai

Abstract: Micro hydro Power (MHP) Rampah planned to power as many as 95 heads of house holds with an installed power capacity of 20 kW. Source water comes from rivers by building dams Rampah intake. Intake should be on the basis of a steady stream, so it does not impede the flow of water entering the intake. The writing is focused on the stability of the river going up stream along the 300 m intake, based on the difference between the two cross-sectional sediment capacity in each pias. Stream flow that occurred during measurements of 5.724 m3/sec. Debit is used to drive a 50% of the measured discharge, so the available flow is 2.862 m3/sec. This exceeds the initial survey of potential discharge stream Rampah required to drive the turbine at MHP Rampah of 1.5 m3/sec. Calculation of sediment using Frylink method. Turns on up stream erosion, so that down stream erosion, while experiencing the process of deposition of sediment down stream. Debit dominant flooding that occurred in September 2011 until February 2012 amounted to 9.833 m3/sec and a maximum flood discharge of 19.572 m3/sec. While the discharge monitoring using arc discharge regression equation Q = (3.142 H - 0.289)2. In the circumstances the magnitude of dominant flood sediments (bed load) that settles and into the intake tract of 0.00019 m3/sec, while in a state of maximum flood 0.00035 m3/sec. Minimum grain diameter (smallest) as the protector of the river at flood dominant at 21.50 mm, and maximum flood conditions used by 31.00 mm.
Keywords: debit; sedimentation; stability
 
Support : E-JURNAL | PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2013. JURNAL - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai
Proudly powered by Blogger