Latest Post

ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL DALAM PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PEMERINTAH KOTA BITUNG

ABSTRACT: Diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.64 Tahun 2013 tentang penerapan standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual pada pemerintah daerah, pada Pasal 10 ayat (2) yang menyatakan penerapan SAP berbasis akrual pada pemerintah daerah paling lambat mulai tahun anggaran 2015, setiap pemerintah daerah dituntut untuk dapat melaporkan keuangan dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyajian laporan keuangan dan kesiapan pemerintah Kota Bitung dalam menyajikan laporan keuangan berdasarkan SAP berbasis akrual. Hasil pengumpulan data dianalisis dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Kota Bitung belum menerapkan PP. No.71 Tahun 2010 tetapi telah sesuai dengan PP. No.24 Tahun 2005 yaitu menggunakan basis kas menuju akrual, terdapat kendala dalam kesiapan berupa jumlah sumber daya manusia pelaksana secara kuantitas masih belum cukup di setiap SKPD dan kesiapan perangkat pendukung yang belum teruji. Diperlukan adanya peningkatan kualitas dan jumlah SDM yang berlatar belakang pendidikan akuntansi yang sesuai dan pengadaan sosialisasi serta bimbingan teknik sehingga dapat menghasilkan laporan keuangan yang andal dan transparan.
Kata kunci: akuntansi, basis akrual, SAP

DAMPAK LAJU PERUBAHAN ORGANISASIONAL TERHADAP KEPERCAYAAN DAN SIKAP KARYAWAN: STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Abstrak: Riset ini membahas pengaruh laju perubahan organisasional terhadap kepercayaan organisasional dan sikap-sikap karyawan di perusahaan-perusahaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain awal menggunakan analisis faktor eksploratori kemudian menggunakan konfirmatori analisis faktor dengan Structural Equation Modeling (SEM). Sample penelitian adalah karyawan yang bekerja di perusahaan telekomunikasi dan teknologi informasi (TIK) yang pernah mengalami perubahan-perubahan organisasional. Output dari penelitian ini menyarankan agar laju perubahan organisasional dilakukan dengan tepat, yaitu ritme perubahan organisasional yang beraturan (regular) untuk mencapai keseimbangan antara perubahan dan stabilitas, sehingga tercipta sikap-sikap karyawan yang positif, yaitu meningkatkan kepuasan kerja, komitmen organisasional dan menurunkan tingkat intensi meninggalkan organisasi. Selain itu penelitian juga menunjukkan bahwa persepsi kepercayaan organisasional sebagai faktor penentu bagi keberhasilan perubahan organisasional yang dapat meningkatkan sikap-sikap positip karyawannya.
Kata kunci: Laju perubahan organisasional, ritme perubahan organisasional, kepercayaan organisasional, sikap-sikap individu, kepuasan kerja, komitmen organisasional, intensi meninggalkan perusahaan

ANALISIS SITUASIONAL KOMPETENSI PRAKTISI SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA MENGHADAPI MEA 2015

Abstrak: Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan dimulai pada awal 2016 sesuai dengan kesepakatan yang ditandatangai oleh semua Kepala Negara ASEAN. Salah satu kesepakatan dalam MEA adalah aliran bebas tenaga kerja ahli dan trampil termasuk di bidang jasa Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Praktisi MSDM di Indonesia tidak sepenuhnya siap menghadapi persaingan yang semakin terbuka ini. Kompetensi praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di Indonesia perlu diteliti secara mendalam untuk mengetahui keberadaannya dilihat dari sisi praktisi MSDM. Penelitian ini menggunakan metoda statistik deskriptif untuk memetakan pendapat, persepsi, dan opini praktisi MSDM tentang kompetensinya. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini meliputi praktisi MSDM di Jabodetabek serta kota-kota besar di pulau Jawa, sesuai dengan lokasi utama organisasi/perusahaan swasta. Kerangka sampling yang dipergunakan adalah purposive non random sampling yang ditujukan pada anggota Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (PMSM) Indonesia melalui studi kuisioner secara online. Responden yang telah mengisi kuisioner secara lengkap sebanyak 250 orang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan yang berkarir di MSDM beragam dari berbagai lulusan dan didominasi dari Jurusan Manajemen, kemudian disusul Psikologi, Teknik, dan Hukum. Evolusi profesi MSDM di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar praktisi MSDM Indonesia (35%) masih terlibat dalam aktivitas administrasi dan Hubungan Industrial, sebanyak 21% sudah terlibat dalam pengambilan keputusan yang strategis, dan 20% sudah bertindak sebagai mitra strategis dan agen perubahan. Standar kompetensi praktisi MSDM beserta program pengembangan dan sertifikasinya dipersepsikan sangat penting serta memiliki urgensi yang tinggi untuk dikembangkan, walaupun pemerataan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi tersebut tidak merata di seluruh Indonesia. Organisasi/perusahaan telah memberikan penghargaan yang signifikan pada profesi MSDM dengan 34,8% posisi tertingginya berada di level direktur, 14% berada di posisi general manager, dan 32,4% di posisi manajer. Lebih dari setengah responden menyatakan kurang siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sehingga proses percepatan pengembangan kompetensi praktisi MSDM di Indonesia perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saingnya dalam kompetisi regional dan global.
Kata kunci: Masyarakat Ekonomi ASEAN, kompetensi, praktisi Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia, purposive non random sampling, statistik deskriptif

PERANCANGAN ROADMAP PRODUK DAN TEKNOLOGI PADA UANG ELEKTRONIK CHIP-BASED DI INDONESIA

Abstrak: Perkembangan teknologi yang sangat pesat membawa dampak dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya perubahan skema pembayaran dari tunai ke non tunai. Pada saat ini, alat pembayaran non tunai melakukan inovasi dengan diterbitkannya uang elektronik untuk melayani pembayaran transaksi bernilai kecil. Akan tetapi, jumlah pengguna uang elektronik di Indonesia masih tergolong rendah. Melalui penelitian ini, penulis ingin meningkatkan jumlah pengguna uang elektronik di Indonesia dengan memfokuskan pada uang elektronik chip-based yang diterbitkan oleh bank. Untuk meningkatkannya penulis akan meneliti fitur uang elektronik yang diinginkan masyarakat dengan proses conjoint analysis. Hasil yang didapatkan yaitu minimum top up sebesar Rp 20.000, tidak ada minimum saldo yang harus tersedia di uang elektronik dalam melakukan pembayaran, tidak ada minimum pembayaran dalam satu kali transaksi, adanya batas masa berlaku kartu yaitu selama 5 tahun dan terdapat jenis keamanan berupa PIN. Selanjutnya dilakukan perancangan roadmap produk dan teknologi sebagai strategi penguat uang elektronik hingga tahun 2025. Perancangan roadmap produk dan teknologi ini diharapkan dapat menjadi sebuah standardisasi uang elektronik chip-based di Indonesia untuk mewujudkan interoperability antar uang elektronik yang diharapkan dapat meningkatkan pemakaian uang elektronik.
Kata kunci: Uang elektronik chip-based; conjoint analysis; peta jalan produk dan teknologi

FAKTOR UTAMA KESUKSESAN WIRAUSAHA DI INDUSTRI PANGAN

Abstrak: Faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan wirausaha (entrepreneur) banyak diteliti di negara maju, namun kajian dengan topik sama di Indonesia masih terbatas. Dalam upaya untuk mengisi kesenjangan tersebut, tujuan dari penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan entrepreneur di Jawa. Dalam penelitian ini digunakan tujuh faktor dengan 45 indikator kesuksesan kewirausahaan dan jumlah sample 34 orang pelaku wirausaha di Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandung dan Bogor. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling signifikan mempengaruhi kesuksesan wirausaha terdapat lima faktor dominan dengan lima belas indikator yaitu faktor psikologis, faktor perilaku kerja, (3) faktor bentuk organisasi, faktor bantuan teknis, dan faktor kompetensi inti. Dibandingkan dengan konsep Kiggundu, terdapat tiga variabel baru yang memengaruhi kesuksesan entrepreneur yaitu motivasi, peluang, dan pengalaman bisnis. Hasil penelitian memberikan implikasi teoritis bahwa masih terdapat beberapa variabel yang dapat ditambahkan dalam menentukan faktor-faktor yang memengaruhi kesuksesan wirausaha. Implikasi managerial menunjukan bahwa penggunaan teori Kigundu dalam melakukan penelitian dengan kasus industri pangan di Jawa ternyata memberikan hasil yang komprehensif sehingga dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam merumuskan kebijakan pengembangan wirausaha di Jawa khususnya dan di Indonesia pada umumnya dengan mempertimbangkan penambahan beberapa variabel sesuai dengan hasil penelitian.
Kata kunci: wirausaha, faktor sukses, industri makanan, Jawa

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DENGAN PENDEKATAN CONDITIONAL REVENUE MODEL

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh mekanisme corporate governance terhadap manajemen laba. Mekanisme corporate governance dalam penelitian ini diproksikan dengan konsentrasi kepemilikan, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komposisi dewan komisaris dan ukuran komite audit. Manajemen laba dalam penelitian ini diukur dengan conditional revenue model yang dikembangkan oleh Stubben (2010). Penelitian ini menggunakan sampel dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2010-2012. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 128 perusahaan yang digunakan sebagai sampel. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan multiple regression analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi kepemilikan dan komposisi dewan komisaris berpengaruh signifikan negatif terhadap manajemen laba. Mekanisme corporate governance yang lain tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba.
Kata kunci: Corporate Governance, Manajemen Laba, Conditional Revenue Model, Purposive Sampling, Multiple Regression Analysis

PEMBELAJARAN TEKNOLOGI DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR BERINTENSITAS TEKNOLOGI TINGGI DAN MENENGAH-TINGGI

Abstrak: Pembelajaran teknologi memiliki peran penting terhadap pembentukan kemampuan teknologi serta inovasi yang merupakan penentu daya saing di era global seperti saat ini. Sementara itu, negara maju telah mampu mengembangkan industri dengan intensitas teknologi tinggi yang dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Di lain pihak, baru sedikit negara berkembang yang mampu mengembangkan industri tersebut. Di Indonesia sendiri, industri dengan intensitas teknologi rendah terlihat lebih berkembang dibandingkan industri dengan intensitas teknologi tinggi maupun menengah-tinggi. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh kurang optimalnya pembelajaran teknologi. Telah banyak literatur mengenai kondisi pembelajaran teknologi di sektor manufaktur. Namun demikian, literatur yang menekankan pada intensitas teknologi masih jarang ditemukan. Tulisan ini akan membahas mengenai model pembelajaran teknologi pada industri manufaktur dengan melakukan studi kasus pada perusahaan dengan intensitas teknologi tinggi dan menengah-tinggi yang ada di Indonesia. Klasifikasi industri berdasarkan intensitas teknologi didasarkan pada pengklasifikasian Organization of Economic Cooperation and Development (OECD). Dari studi kasus pada empat perusahaan, dilakukan analisis terhadap variasi model pembelajaran teknologi dilihat dari aktor-aktor yang terlibat dan dominasi aktor-aktor tersebut dalam proses pembelajaran teknologi. Dari hasil studi kasus yang dilakukan, terlihat bahwa pembelajaran teknologi dapat mendukung penciptaan inovasi. Perusahaan pada sektor manufaktur dengan intensitas teknologi tinggi cenderung memilih pembelajaran teknologi internal. Sedangkan perusahaan pada sektor dengan intensitas menengah-tinggi lebih memilih pembelajaran teknologi kombinasi internal-eksternal. Peran strategis teknologi terhadap kompetensi inti perusahaan, aspek proprietary dari teknologi,kemampuan sumberdaya, serta karakteristik permintaan terlihat menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh perusahaan dalam memilih tipe pembelajaran teknologi.
Kata kunci: pembelajaran teknologi, perusahaan manufaktur, intensitas teknologi, kemampuan teknologi, inovasi

Aplikasi Game Theory pada Pengelolaan Sumberdaya Pesisir di Selat Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan

Abstrak: Selat Sebuku memiliki sumberdaya alam yang produktif baik sumberdaya yang bisa diperbaharui  seperti perikanan, sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui  berupa tambang batubara maupun jasa-jasa lingkungan  melalui keberadaan pariwisata bahari. Pengelolaan sumberdaya di Selat Sebuku cenderung menimbulkan konflik antar stakeholders dari pihak pemerintah, nelayan dan swasta. Oleh karena itu diperlukan  trade-off dalam pengelolaan kawasan Selat Sebuku melalui pendekatan game theory sehingga pengelolaan sumberdaya menjadi optimal. Penelitian ini bertujuan  menganalisis trade off interaksi stakeholders dalam pengelolaan sumberdaya pesisir di Selat Sebuku. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan Game theory pada permainan yang kooperatif, menggunakan landasan pareto optimum. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh untuk strategi pengelolaan sumberdaya yang optimal antara: 1) Pemerintah dan Swasta, pemerintah harus limited access dengan swasta bertindak sustainable, Pemerintah melalui strategi limited acces memperoleh pay off sebesar Rp. 1.271.382.286.300, sedangkan swasta melalui strategi sustainable memperoleh pay off sebesar Rp. 1.446.137.883.052; 2) Pemerintah dan Nelayan, pemerintah harus limited access dengan nelayan bertindak sustainable, Pay off paling besar masing-masing pemain diperoleh dari strategi limited acces bagi pemerintah sebesar 632.579.184.900 sedangkan nelayan dengan strategi sustainable memperoleh pay off sebesar 659.992.193.290; 3) Swasta dan Nelayan, nelayan dan swasta harus bekerja sama dalam pengelolaan sumberdaya akan menghasilkan pendapatan masing-masing Rp. 945.582.505.287 tiap tahunnya untuk swasta dan nelayan akan mendapatkan tambahan pendapatan Rp. 83.413.897.290 tiap tahunnya.
Kata Kunci: game theory, pengelolaan, sumberdaya yang dapat diperbaharui, sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui, jasa-jasa lingkungan, pemangku kepentingan

Profil Pemasaran Produk Koperasi di Kalimantan Selatan (Kasus pada 48 Koperasi yang Diperingkat Tahun 2011)

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil pemeringkatan koperasi yang ada di Kalimantan Selatan program tahun 2011 dan mengetahui profil pemasaran produk koperasi sebagai salah satu indikator dari aktivitas dan kemajuan koperasi. Responden penelitian adalah pengurus dari 48 koperasi yang diperingkat tahun 2011, pengumpulan data dengan kuesioner, observasi,  dan  wawancara  tidak  terstruktur.  Data  yang  terkumpul  diolah  dengan  analisis deskriptif. Berdasar hasil pemeringkatan ada 20 koperasi dengan peringkat berkualitas dan 28 koperasi dinilai cukup berkualitas. Kebanyakan koperasi usahanya hanya simpan pinjam, hanya sedikit koperasi yang mempunyai usaha lain. Belum ada usaha yang berarti dalam meningkatkan pasar sasaran, pasar terbatas pada anggota. Usaha-usaha pemasaran seperti promosi relative tidak ada. Hal ini diduga karena menjadi pengurus hanya pekerjaan sampingan dan kurangnya keterampilan pengurus serta sumberdaya koperasi, sehingga manajemen/administrasi koperasi masih perlu mendapat perhatian. Dukungan pemerintah belum banyak dapat dimanfaatkan. Saran, pengurus lebih memperhatikan kemajuan koperasinya dan dapat memanfaatkan berbagai bantuan dan dukungan pemerintah melalui Dinas Koperasi tingkat Kabupaten/Kota dan atau Propinsi.
Kata Kunci: Profil pemasaran Koperasi, kualitas koperasi, pengurus koperasi

Analisis Faktor Produksi dan Kelayakan Usaha Perikanan Purse Seine di Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah

Abstrak: Prinsip-prinsip biologi dan teknologi sumberdaya memegang peranan penting dalam mengembangkan usaha perikanan purse seine di Wilayah Kecamatan Salahutu, tetapi pada akhirnya keberhasilan dan keberlangsungan atau daya tahan dari usaha tersebut juga bergantung pada prinsip-prinsip ekonomi/finansial. Dibutuhkan pengelolaan yang berimbang atas ketiga prinsip tersebut agar suatu kegiatan usaha perikanan purse seine dapat tetap bertahan. Terkait dengan itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor produksi unit  perikanan  purse  seine  di  Kecamatan  Salahutu,  Kabupaten  Maluku  Tengah  yang mempengaruhi  produktivitas  serta  menganalisis  aspek  finansialnya.  Hasil  penelitian menunjukkan produksi dalam setahun berkisar antara 113,68 ton sampai 243,63 ton dengan rata-rata 173,75 ton. Sebesar 98% dari produksi hasil tangkapan purse seine dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi berupa ukuran kapal, luas jaring, jumlah ABK dan jumlah BBM. Usaha perikanan purse seine memberikan keuntungan berkisar antara Rp. 412,000,000.- sampai Rp. 902,234,000.- dengan rata-rata Rp. 736,914,222.-, imbangan penerimaan dan biaya yang berkisar antara 1.9 sampai 5.4 dan rata-rata 3.3. Waktu yang diperlukan oleh usaha perikanan purse seine untuk mengembalikan dana yang telah diinvestasikan berkisar antara 0,5 sampai 1,1 tahun dengan rata-rata 0,6 tahun. Kemampuan dari modal dalam usaha Perikanan Purse Seine untuk menghasilkan keuntungan bersih berkisar antara 90,9% sampai 199.1% dengan rata-rata 162.6%. Usaha perikanan purse seine merupakan usaha yang layak dikembangkan karena memiliki nilai NPV > 0, IRR > tingkat suku bunga dan Net B/C > 1.
Kata Kunci: perikanan, purse seine, Salahutu, Maluku Tengah
 
Support :E-JURNAL | PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2013. E-JURNAL - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai
Proudly powered by Blogger