Latest Post

ANALISIS GRADIEN KEPADATAN PENDUDUK DAN KONSUMSI BBM

Abstrak: Salah satu butir tantangan dalam transportasi berkelanjutan (sustainable transportation), adalah  kegiatan  mobilitas  yang  melindungi  sumber/urban  resource  conserving  mobilit.  Analisis gradien  adalah  salah  satu  metode  untuk  membandingkan  pola  trend  (kecenderungan)  dari beberapa  lokasi  dengan  mengamati  tingkat  kemiringan  garis  yang  menghubungkan  antara  dua buah variabel. Dalam penelitian ini analisis gradien digunakan untuk mengamati hubungan linear antara variabel kepadatan penduduk dan konsumsi premium. bahwa kemiringan garis (gradient) hubungan linear antara kepadatan penduduk dan konsumsi BBM memiliki pola yang relative sama, yaitu kemiringan rendah di kota sedang dan kemiringan tinggi di kota metropolitan. Kota sedang dengan  jumlah  penduduk  yang  rendah  (30%  dari  seluruh  penduduk  kota  yang  diteliti)  dan kepadatan  rendah  maka  konsumsi  BBM  meningkatnya  rendah,  sedangkan  kota  metropolitan jumlah  penduduk  tinggi  (70%)  dan  kepadatan  tinggi  pula,  akan  meningkatkan  konsumsi  BBM pertahun kota – kota di Jawa.
Kata Kunci: konsumsi BBM, analisis gradient, kepadatan penduduk

HUBUNGAN ANTARA HOURLY FLOW DENGAN KECELAKAAN: KASUS JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK

ABSTRACT: Model prediksi kecelakaan merupakan kuantifikasi hubungan antara kecelakaan yangterjadi pada suatu lokasi dengan faktor-faktor yang berpengaruh pada waktu itu. Model prediksidapat memberi gagasan bagaimana masing-masing variabel tersebut berkontribusi menyebabkankecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modelprediksi kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan tol dengan berdasarkan volume lalu lintas per jam(hourly traffic flow). Analisis secara mikroskopik dengan menggunakan volume lalulintas per jamsebagai variabel bebas menunjukkan bahwa hubungan antara besarnya frekuensi kecelakaandengan volume lalulintas per jam berbentuk eksponensial bertingkat. Sampai dengan nilai volumelalulintas 700 kendaraan/jam hubungan frekuensi kecelakaan dengan volume lalulintas per jamdapat dinyatakan dengan fungsi eksponensial positif, sedangkan di atas nilai volume lalulintas 700kendaraan/jam hubungannya dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi eksponensial negatif. Hal iniberlaku baik untuk kecelakaan total, tunggal, maupun jamak.
KEYWORDS: accident prediction models; toll road accident; hourly traffic flow

PENGARUH JUMLAH PENGGILINGAN TANAH LIAT SEBAGAI BAHAN PEMBUAT GENTENG TERHADAP KARAKTERISTIK GENTENG KERAMIK DARMASABA

Abstrak: Hasil  penelitian  yang  dilakukan  terhadap  pengujian  genteng  keramik Pejaten  standar  dan  genteng  keramik  Pejaten  dengan  pozzolan  alam  batu  apung, yang  mengacu  pada  Peraturan  Genteng  Keramik  Indoncesia,  NI-19,  memperlihat-kan bahwa tidak ada satu komposisipun dari genteng tersebut yang tahan terhadap perembesan air. Pada proses pembuatannya bahan pembuat genteng tersebut hanya melalui  satu  kali  proses  penggilingan.  Dilihat  dari  beberapa  industri  genteng  di Daerah Darmasaba Kabupaten Badung, terdapat perbedaan fisik pada genteng yang melalui  proses  dua  kali  penggilingan  dengan  genteng  standar  yang  hanya  melalui satu kali proses penggilingan. Genteng dengan dua kali proses penggilingan memi-liki suara yang lebih nyaring, lebih halus dan sedikit terdapat retak-retak pada per-mukaannya.  Maka  dalam  usaha  meningkatkan  kekuatan  genteng  keramik  dicoba salah satu alternatif pembuatan genteng dengan dua kali penggilingan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah penggilingan tanah liat sebagai bahan pembuat genteng terhadap karakteristik genteng keramik Darmasaba yaitu  susut  kering,  susut  bakar,  beban  lentur,  perembesan  air  dan  daya  serap  air. Untuk  membuat  genteng  keramik  ini  digunakan  perbandingan  volume  tanah  liat dan  serbuk  paras  1:0,15  dan  air  sesuai  dengan  komposisi  genteng  standar  Darma-saba.  Dalam  hal  ini  yang  dibedakan  adalah  pada  proses  penggilingannya,  yaitu penggilingan  satu  kali  dan  penggilingan  dua  kali,  sedangkan  parameter  yang  lain dibuat sama.
Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  genteng  dengan  satu  kali  penggilingan mempunyai  daya  serap  air rata-rata  24,80%,  penurunan  air rata-rata selama  3 jam 8,6 mm dan dinyatakan tidak tahan terhadap perembesan air. Beban lentur rata-rata genteng utuh dan bagian datar adalah 86 kg dan 26 kg. Susut kering total rata-rata dan susut bakar yaitu 7,2% dan 2,2% kearah panjang, 6,7% dan 2,1% kearah lebar. Serta % kelengkungan sebesar 6,35 cm. Sedangkan untuk genteng dengan dua kali penggilingan  mempunyai  daya  serap  air  rata-rata  22,25%,  penurunan  air  rata-rata selama 3 jam 8,1 mm dan dinyatakan tahan terhadap perembesan air. Beban lentur rata-rata genteng utuh dan bagian datar adalah 89 kg dan 28 kg. Susut kering total rata-rata  dan  susut  bakar  yaitu  6,9%  dan  1,9%  kearah  panjang,  6,3%  dan  1,8% kearah lebar. Serta % kelengkungan sebesar 6,11cm. Tingkat mutu yang diperoleh untuk  genteng  dengan  dua  kali  penggilingan  termasuk  dalam  tingkat  mutu  IV. Sedangkan  genteng  dengan  satu  kali  penggilingan  tidak  dapat  digolongkan  ke dalam tingkat mutu karena tidak tahan terhadap perembesan air.  
Kata kunci: genteng keramik Darmasaba, serbuk paras, penggilingan, karakteristik genteng

ANALISIS PERBANDINGAN RISIKO BIAYA KONTRAK LUMPSUM DAN KONTRAK UNIT PRICE DENGAN METODE AHP (STUDI KASUS KONTRAKTOR DI KOTA DENPASAR)

Abstrak:  Dalam  setiap  usaha,  termasuk  dalam  dunia  usaha  jasa  konstruksi,  akan selalu  muncul  dua  hal  yang  saling  bertentangan,  yaitu  peluang  memperoleh keuntungan  dan  risiko  menderita  kerugian.  Risiko  menderita  kerugian  ini  dapat diantisipasi  dengan  menganalisis  jenis  kontrak  jasa  konstruksi  yang  digunakan, yaitu  dengan  membandingkan  risiko  biaya  konstruksi  kontrak  Lumpsum  dengan kontrak Unit Price dari perspektif kontraktor selaku penyedia jasa. 
Metode yang digunakan adalah Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Proses analisis  dimulai  dengan  mendefinisikan  masalah,  dan  membuat  struktur  hierarki. Hirarki  ini  terdiri  dari  3  (tiga)  level  yaitu  tujuan  (level  I),  kriteria  (level  II),  dan alternatif  (level  III).  Berdasarkan  hirarki  tersebut  kemudian  disusun  kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan pada 20 responden yang terdiri dari kontraktor di Kota  Denpasar.  Data  yang  diperoleh  kemudian  ditabulasikan,  dilanjutkan  dengan membuat  matrik  berpasangan,  melakukan  perbandingan  berpasangan,  mengukur bobot prioritas untuk level II dan level III, serta memeriksa konsistensinya.
Berdasarkan  hasil  analisis  risiko  pembengkakan  biaya  maka  diperoleh  bobot prioritas  untuk  kontrak  lumpsum  sebesar  81,70%  dan  kontrak  unit  price  18,30%. Artinya proyek dengan kontrak lumpsum lebih tinggi risikonya menderita kerugian dibandingkan dengan kontrak unit price.
Kata kunci: risiko, kontrak, Analytic Hierarchy Process (AHP)

ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR DOMINAN TERHADAP PROBABILITAS KEPEMILIKAN RUMAH (Studi Kasus Perumahan Nuansa Hijau, Kecamatan Denpasar Utara)

Abstrak: Seperti  diketahui  bahwa  pembangunan  sarana  fisik  khususnya masalah  perumahan  sangat  diperlukan  oleh  semua  orang  dan  sudah  begitu banyak  dibangun  oleh  pengembang  baik  didalam  kota  maupun  diluar  kota. Pembangunan  perumahan  ini  mulai  dari  type,  design  dan  spesifikasi  teknis yang  bervariasi,  hal  ini  dimaksudkan  untuk  dapat  dijangkau  oleh  para konsumen.  Meskipun  pengembang  sudah  memberikan  beberapa  kemudahan seperti  dapat  mengangsur  sesuai  dengan  kemampuan  type  yang  dipilih, ternyata  masih  banyak  baik  Pegawai  Negeri  Sipil  (PNS)  maupun  yang bekerja  disektor  swasta  belum  mampu  membeli/memiliki  rumah  sendiri dengan alasan berbagai pertimbangan kepentingan masing masing. Dalam penelitian ini pemilihan responden dilakukan berdasarkan metode purposive sampling  yaitu,  penelitian  yang  didasari  atas  kemampuan  dan  pengetahuan  serta pertimbangan  tertentu  dapat  menentukan  pilihannya  dalam  memilih  responden yang  diyakini  mampu  memberikan  jawaban  pada  kuesioner  sesuai  dengan  topik penelitian.  Analisis  dilakukan  dengan  menggunakan  metode  teori  Linear Probability  Model  (LPM)  dan  apabila  nilai  probabilitasnya  masih  ada  diluar batasan  (0  dan  1)  maka  akan  diatasi  dengan  menggunakan  Model  Regresi Logistik.
Hasil  analisis  menunjukkan  bahwa  variabel  jumlah  anggota  keluarga berpengaruh  nyata  terhadap  kepemilikan  rumah  dengan  tingkat  signifikansi 5%.  Koefisien  regresi  logistik  pada  variabel  Jumlah  anggota  keluarga sebesar  1,2142105  berarti  apabila  jumlah  anggota  keluarga  bertambah  1 orang  maka  probabilitas  kepemilikan  rumah  akan  meningkat  sebesar 0,771043  (77,10%).  Nilai  -2log  likelihood  sebesar  27,953  lebih  besar  dari nilai  X2  tabel  (7,815).  Berarti  bahwa  secara  serempak  ketiga  variabel  bebas (pendapatan,  pekerjaan  dan  jumlah  anggota  keluarga)  berpengaruh  nyata terhadap variabel terikat (kepemilikan rumah).
Kata  kunci:  perumahan,  PNS,  swasta,  linear  probability  model,  model regresi logistic

PEMANFAATAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI SEMEN DALAM PEMBUATAN BATA BETON PEJAL

Abstrak: Penelitian  yang  mensubstitusi  semen  dengan  lumpur  Lapindo  dalam konteks  volume  bertujuan  untuk  mengetahui  komposisi  adukan  yang  paling  ideal bila  ditinjau  dari  segi  kuat  tekan  dan  penyerapan  air  dari  bata  beton  pejal.  Dalam penelitian  ini,  dibuat  5 jenis  adukan  yaitu  adukan  A  (100%  PC;  0%  LL),  B  (90% PC; 10% LL), C (80% PC; 20% LL), D (70% PC; 30% LL), dan E (60% PC; 40% LL).  Perbandingan  berat  antara  PC  dengan  pasir  adalah  1  :  8  dengan  faktor  air semen  0,4.  Semen  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  semen  Gresik dengan benda uji dites dalam umur 28 hari. Bila ditinjau dari segi penyerapan air, hasil  dari  penelitian ini  menunjukkan  bahwa  penggunaan lumpur  Lapindo  sebagai bahan substitusi semen sebesar 24,56% mampu menurunkan persentase penyerapan air secara optimum yaitu sebesar 18,21% dan menghasilkan kuat tekan sebesar 71,5 kg/cm2,  yangmana  termasuk  dalam  mutu  B1.  Hal  ini  disebabkan  oleh  besarnya kandungan  SiO2  (berfungsi  sebagai  bahan  pengisi)  yang  juga  mesti  didukung kandungan CaO yang berfungsi untuk menjaga keterikatan antar material. Kecilnya nilai  penyerapan  air  juga  dapat  meningkatkan  ketahanan  (durability)  dari  bata beton  pejal  itu  sendiri.  Bila  ditinjau  dari  segi  kuat  tekan,  penggunaan  lumpur Lapindo sebesar 7,25% dapat menghasilkan bata beton pejal dengan mutu B2. Pada adukan  ini,  kuat  tekan  yang  dihasilkan  sebesar  100,1  kg/cm2  dan  persentase penyerapan air sebesar 20,72%.  
Kata  kunci:  bata  beton  pejal,  substitusi  semen,  lumpur  Lapindo,  kuat  tekan, penyerapan air

STUDI KELAYAKAN INVESTASI BISNIS PROPERTI (STUDI KASUS: CIATER RIUNG RANGGA)

Abstrak:  Sudah  sejak  lama  pemerintah  (regulator),  pengembang  (pelaksana)  dan pihak  perbankan  (sumber  pendanaan), terjebak  dalam  salah  kaprah  dalam  melihat bisnis  properti.  Anggapan  pemerintah,  pembangunan  kawasan  perumahan  skala besar (melalui dalih pembangunan kota baru atau kota mandiri) akan menciptakan efisiensi  pada  industri  perumahan  nasional,  ternyata  keliru  total.  Begitu  juga dengan pandangan yang terbukti salah dari pihak pengembang dan perbankan yang menganggap  dari  kalkulasi  bisnis,  proyek  properti  skala  besar  akan  lebih menguntungkan  ketimbang  proyek  skala  kecil.  Logikanya,  semakin  besar  proyek properti  akan  semakin  tinggi  harga  tanah  dan  harga  rumah  dijual  ke  pasar (konsumen) dan semakin kecil pula pangsa pasarnya.
Mengingat  proyek  Ciater  Riung  Rangga  merupakan  produk  properti  yang  telah diluncurkan  sejak  tahun  1995  dan  mempertaruhkan  modal  besar  dalam  jangka panjang  maka  akan  timbul  masalah  apakah  menginvestasikan  dana  pada  Ciater Riung Rangga menguntungkan atau tidak. Dalam menganalisis data-data dan hasil penelitian,  peneliti  menggunakan  analisa  cash  in  flow,  cash  out  flow,  projected cash  flow,  analisa  NPV,  analisa  IRR,  analisa  profitability  index,  analisa  modified IRR, dan analisa COC.
Berdasarkan  hasil  penelitian  proyek,  maka  didapatkan  total  cash  in  flow  adalah Rp.190.772.079.000,- dan cash out flow pada proyek Ciater Riung Rangga adalah Rp.121.493.750.000,-.  Projected  Net  profit  menunjukkan  Rp.  35.202.956.100,-. NPV  yang  diperoleh  adalah  Rp.  14.848.189.000,-  yang  menunjukkan  bahwa proyek ini layak untuk dijalankan. Hasil IRR yang diperoleh adalah 69,38% > 20%, maka  hal  ini  menunjukkan  proyek  ini  layak  untuk  dijalankan.  Profitability index/rasio menunjukkan ∞ >>> 1 dengan anggapan investasi awal adalah 0. Hasil MIRR  adalah  33,42%  dan  COC  adalah  25,76%,  berarti  dapat  diinvestasikan kembali (MIRR > COC).
Kata kunci: studi kelayakan, investasi, property

OPTIMASI KINERJA PELABUHAN PENYEBERANGAN KETAPANG – GILIMANUK

Abstrak: Pelabuhan  penyeberangan  Ketapang  dan  Gilimanuk  yang menghubungkan  pulau  Jawa  dan  Bali  merupakan  pelabuhan  penyeberangan  yang sangat  sibuk  setelah  pelabuhan  penyeberangan  Merak  dan  Bakauheni  yang menghubungkan  pulau  Jawa  dan  Sumatera.  Permintaan  jasa  pelayanan  (demand) pada  pelabuhan  penyeberangan  mengalami  peningkatan  yang  sangat  pesat  dari tahun  ke  tahun,  sementara  sarana  dan  prasarana  (supply)  yang  tersedia  tidak mampu  mengimbanginya.  Penelitian  ini  dilakukan  bulan  September  tahun  2008 pada  kondisi  pengoperasian  normal  dengan  mengambil  lokasi  pada  pelabuhan penyeberangan  Ketapang.  Adapun  tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  melakukan optimasi  apabila  terjadi  gangguan/kerusakan  pada  salah  satu  bagian  dari  sistem penyeberangan. Data yang dikumpulkan meliputi pertumbuhan permintaan, sarana dan  prasarana,  headway  dermaga  serta  jadual  yang  telah  ditetapkan  oleh  PT. ASDP.  Metode  yang  digunakan  adalah  analisis  garis  tunggal.  Hasil  yang  didapat dengan  teknik  optimasi  apabila  kemungkinan  terjadi  gangguan  pengoperasian salah satu dermaga dan kerusakan pada beberapa unit kapal sistem penyeberangan masih  mampu  memberikan  pelayanan  yang  optimal,  sehingga  antrian  (waktu tunggu) penumpang dapat diminimalkan.
Kata kunci: optimasi, headway dermaga, kapal, waktu siklus
Penulis: I Gusti Putu Suparsa
Kode Jurnal: jptsipildd090071
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ...

MODEL PENGGUNAAN LAHAN UNTUK BANGUNAN DI WILAYAH TRANSISI PROVINSI BALI

Abstrak: Penggunaan lahan untuk bangunan yang terus meningkat di Provinsi Bali akan menimbulkan masalah di masa yang akan datang. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui hubungan luas penggunaan lahan untuk bangunan dengan waktu pada masa yang akan datang, sampai kapan lahan mampu mendukung pertumbuhan penggunaan  untuk  bangunan,  dan  cara  menangani  penggunaan  lahan  untuk bangunan  agar  lahan  di  wilayah  transisi  Provinsi  Bali  mampu  mendukung pertumbuhan penggunaan lebih lama.
Data penelitian ini terdiri atas luas kawasan permukiman, pariwisata, dan budidaya yang diperoleh dari Peta Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali Tahun 2003, dan data lainnya meliputi jumlah bangunan dan pengguna lahan berupa data series yang diperoleh melalui teknik pencatatan dokumen.
Hasil  analisis  menunjukkan  bahwa  penggunaan  lahan  untuk  bangunan  di  wilayah transisi Provinsi Bali pada masa yang akan datang mengalami pertumbuhan 2,25% per  tahun;  kawasan  permukiman  hanya  mampu  mendukung  pertumbuhan penggunaannya  sampai  tahun  2011;  kawasan  pariwisata  tetap  mampu  mendukung pertumbuhan  penggunaan  untuk  sarana  pariwisata  dalam  waktu  yang  lama; kawasan budidaya akan penuh dengan bangunan pada tahun 2139; dan upaya yang perlu  dilakukan  agar  lahan  di  wilayah  transisi  Provinsi  Bali  mampu  mendukung pertumbuhan  penggunaan  lahan  untuk  bangunan  lebih  lama  adalah  memperkecil pertumbuhan penduduk/luas penggunaan lahan untuk bangunan per 1 pengguna.  
Kata kunci: penggunaan lahan, bangunan, wilayah transisi, Bali, model

PENTINGNYA PENGEMBANGAN ZONA SELAMAT SEKOLAH DEMI KESELAMATAN BERSAMA DI JALAN RAYA (Suatu Tinjauan Pustaka)

Abstrak:  Perkembangan  teknologi  di  bidang  transportasi  dan  peradaban  yang menginginkan  segala  sesuatu  serba  cepat,  sering  menjadikan  manusia,  khususnya anak-anak  sebagai  korban,  termasuk  korban  kecelakaan  lalu  lintas.  Sehubungan dengan keselamatan lalu lintas di jalan raya di lingkungan Kawasan Sekolah/Pen-didikan,  murid-murid  diharapkan  dapat  datang  dan  pergi  ke/dari  sekolah  dalam keadaan  selamat  melalui  pengembangan  Program  Zona  Selamat  Sekolah  (ZoSS). ZoSS  adalah  suatu  zona  pada  ruas  jalan  tertentu  di  lingkungan  sekolah  dengan kecepatan yang berbasis waktu. Melalui manajemen dan rekayasa lalu lintas maka zona  ini  dilengkapi  dengan  bangunan  pendukung  dan  fasilitas  pelengkap  yang dapat  digunakan  mengatur  kecepatan  kendaraan.  Dengan  demikian  pada  ZoSS diharapkan lalu lintas yang Aman, Nyaman, Mudah dan Ekonomis dapat dinikmati. Pada  tinjauan  pustaka  ini  akan  diuraikan  pentingnya  ZoSS,  tipe  –  tipe  ZoSS, bangunan  dan  fasilitas  pelengkap  yang  dibutuhkan  serta  langkah-langkah  yang harus dilakukan demi keberhasilan pengelolaannya.
Kata kunci: Zona Selamat Sekolah, Manajemen Lalulintas, Rekayasa Lalulintas
 
Support : E-JURNAL | PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2013. JURNAL - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai
Proudly powered by Blogger