Latest Post

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL

Abstract: Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: (1) Untuk meningatkan keterampilan menulis deskripsi pada Mahasiswa PGSD FKIP UNS Surakarta tahun 2010 melalui pendekatan konstektual. (2) Mengatasi gendala-gendala yang terjadi dalam penerapan pendekatan kontektual untuk meningkatkan keterampilan menulisdeskripsi pada mahasiswa PGSD UNS Surakarta 2010.Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan tiga siklus . Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sebagai subyek penelitian adalah Mahasiswa semester V PGSD FKIP UNS Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi/ pengamatan, kajian dokumen, tes, dan wawancara. Tehnik analisis data menggunakan teknik analisis metode interaktif yang terdiri dari tiga komponen analisis yaitu produksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau ferivikasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan keterampilan menulis deskripsi setelah dilaksanakan tindakan kelas melalui pendekatan konstektual. Hal ini dapat ditunjukkan dengan meningkatnya keterampilan menulis deskripsi dari sebelum dan sesudah dilaksanakan tindakan siklus I ada peningkatan keterampilan menulis deskripsi dari rata-rata 65,88 menjadi 68,00 dan dari pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ) 47,06%Menjadi 58,82 %. Siklus II terjadi peningkatan keeterampilan menulis deskripsi dari rata-rata siklus I yaitu 68,00 menjadi 70,24 % dan dari pencapaian KKM 58,82 % menjadi 70,59 %. Siklus III terjadi peningkatan keterampilan menulis deskripsi dari rata-rata siklus II 70,24 menjadi 73,88 dan pencapaian KKM dari 70,59 menjadi 88,24 %Berdasarkan hasil simpulan yang dibuat, dapat diajukan sebagai suatu rekomondasi bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan kontektual dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada Mahasiswa Semester V PGSD FKIP UNS Surakarta.
Kata Kunci: Keterampilan Menulis dan Pendekatan Konstektual

MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN PEMBELAJARAN OPERASI BILANGAN PECAHAN MAHASISWA

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehandalan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan penguasaan konsep dan pembelajaran operasi bilangan pecahan mahasiswa PGSD FKIP UNS Surkarta Tahun 2010. Penelitian ini mengambil setting semester 3b Program Studi PGSD.Pengumpulan data dengan metode observasi, angket, tes, wawancara dan dokumenter. Analisis data dengan teknik perbandingan tetap, reflektif, interpretatif dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan penguasaan konsep dan pembelajaran operasi bilangan pecahan mahasiswa semester 3b PGSD tahun 2010.Peningkatan skor rata-rata pada siklus I, II dan III aspek keaktifan adalah 48,2 < 60,3 < 77,2; aspek keefektifan siklus I, II dan III skor rata-rata adalah 41,5 < 60,2 < 76,75. Jadi secara konsisten terjadi peningkatan dari satu siklus ke siklus berikutnya.Terakhir, disarankan kepada para dosen hendaklah dipertimbangkan penerapan model pembelajaran kontekstual untuk peningkatan kualitas baik proses maupun hasil pembelajaran sesuai mata kuliah yang diampu. Para pembuat kebijaksanaan PGSD, disarankan meningkatkan pemberian fasilitas untuk penerapan berbagai model pembelajaran inovatif, khususnya model pembelajaran kontekstual. Kepada para peneliti disarankan dapat menindaklanjuti temuan hasil penelitian ini dan memperluas bidang kajian. Kepada mahasiswa disarankan hendaknya lebih responsif dan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran agar dapat mengoptimalkan prestasi dan pengalaman belajar.
Kata kunci: Pembelajaran, Pembelajaran Kontekstual, Konsep Bilangan Pecahan, Operasi Bilangan Pecahan, Pembelajaran Bilangan Pecahan

GURU DAN PENGEMBANGAN KARAKTER DALAM KONTEKS PENDIDIKAN JASMANI

Abstract: The Teacher’s Role as a Model in Establishment Character through Sport and Physical Education. Problems of students’ bad character always appear in the field of education. This may result from the fact that education in Indonesia emphasizes intellectual development only, while other aspects, such as personality, affective factors, receive less attention. Schools and teachers actually play an important role and have a responsibility for students' learning both in the cognitive and affective aspects. Inother words, improvement of and emphasis on the cognitive aspect such as skills in reading, language, mathematics, and science aimed at preparing students to enter the global world should be balanced against the improvement of their affective aspect. This means that character building teaching must not be ignored.
Keywords: Teacher as model, Establishment character

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM PENCAPAIAN BASIC LEARNING SKILL DI SEKOLAH DASAR

Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan antara hasil mengajar dua kelompok guru dalam menerapkan model pembelajaran inovatif yang diterapkan pada siswa SD Kota Surakarta.Hipotesis yang akan diuji adalah : Model Savi lebih efektif daripada Inkuiri yang diterapkan pada siswa SD dalam basic learning skill.Metode penelitian yang digunakan adalah tes. Tes digunakan untuk mengungkap prestasi belajar siswa. Prestasi yang dimaksud di sini adalah nilai basic skill.Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa berdasar analisis varians pada taraf signifikansi 5%, diperoleh harga Fhit sebesar 0,467669421; Fhit sekse sebesar 2,38382582; dan F hit pada pekerjaan orang tua 0,595692105; yang semuanya ini berada di bawah harga Ftabel sebesar 4,03. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran yang menggunakan model Savi maupun inkuiri, yang ditinjau dari sekse, dan pekerjaan orang tua siswa.
Kata Kunci: Model Pembelajaran inovatif dan Basic Skill

DIALEK DAN IDENTITAS JAWA TONDANO DI MINAHASA: SUATU KAJIAN HISTORIS

ABSTRAK: Keberadaan  Pangeran  Diponegoro,  Kyai  Modjo  dan  para  pengikutnya  di  Sulawesi Utara  tahun  1830  bukan  untuk  menyiarkan  Islam  kepada  masyarakat  Minahasa melainkan hanya semata  -  mata   untuk mempertahankan hidup dan kehidupan. Hal   ini tidak  terlepas  dari  peristiwa  perlawanan  rakyat  di  Jawa  dalam  menentang kolonialisme  Belanda.  Dalam  sejarah  Indonesia  dikenal  dengan  Perang  Diponegoro (1825-1830) atau dalam literatur asing disebut Perang Jawa  (Java war).  Dalam perang ini Kyai Modjo sangat berjasa karena beliau menyambut seruan Pangeran Diponegoro untuk  membantu  dan  menggerakkan  para  pengikutnya  untuk  berperang  melawan Kolonial  Belanda.  Kyai  Modjo  selain  sebagai seorang  ulama dan  penasihat  spiritual Pangeran Diponegoro, juga merangkap sebagai seorang panglima perang.
Kehadiran  Pangeran  Diponegoro,  Kiay  Modjo  dan  para  pengikutnya  di  Tondano Sulawesi  Utara  tidak  terlepas  dari  perlawanan  rakyat  di  Jawa  dalam  menentang kolonial Belanda. Dalam sejarah  Indonesia dikenal dengan Perang Diponegoro (1825 -1830)  atau  dalam  literatur  asing  disebut  Perang  Jawa  (Java  war).  Dalam  perang  ini Kiay  Modjo  sangat  berjasa  karena  Beliau  menyambut  seruan  Pangeran  Diponegoro untuk  membantu  dan  menggerakkan  pengikutnya  untuk  berperang  melawan  Kolonial Belanda.  Kiay  Modjo  selain  sebagai  seorang  ulama  dan  penasehat  keagamaan Pangeran Diponegoro, juga merangkap sebagai seorang panglima perang.Untuk menjalin hubungan dengan penduduk setempat tentunya bahasa sangat memegang peranan  yang  penting.  Orang  Kampung  Jawa  berbicara  dengan  menggunakan  bahasa Tondano  campuran  bahasa  Jawa,  sehingga  mereka  dapat  menciptakan  dialek  tersendiri yakni  gabungan  bahasa  Tondano  dan  bahasa  Jawa  yang  melahirkan  dialek  Jaton  atau Dialek Jawa Tondano.
Kata Kunci: Dialek, identitas, akulturasi, ba’do katupat, pungguan, sitou timou tumou tou

ANALISIS PELAKSANAAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG) PADA SMK NEGERI 2 SERIRIT

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  dan mendeskripsikan pelaksanaan program pendidikan sistem ganda (PSG) SMK Negeri 2 Seririt, pada komponen: Konteks, Input, Proses, dan Produk. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan Ex Post Facto dan penelitian ini adalah penelitian evaluatif bersifat deskriptif kuatitatif menggunakan model CIPP dari Stufflebeam.Penelitian ini dilakukan  pada sekolah SMK Negeri 2 Seririt pada tahun ajaran 2010/2011, melibatkan 35 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dikuatkan dengan data hasil  wawancara, observasi, dan dokumen. Kuesioner, digunakan untuk mengumpulkan data Konteks, Input, Proses dan Produk.
Pengolahan data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan cara melakukan analisis data kualitatif dan kuantitatif, serta melakukan analisis data untuk memperoleh makna mendalam dibalik angka-angka secara kuantitatif. Analisis data untuk komponen konteks, input, proses dan produk dilakukan dengan menggunakan rumus T-Skor dan dimasukkan ke kuadran Glickman.
Hasil analisis data masing-masing variabel  yang diteliti : (1) variabel konteks  sangat efektif  rata-rata skor-T 65,71 (2) Variabel input  efektif rata-rata skor-T 54,29, (3) variabel proses sangat efektif dengan rata-rata skor-T 65,71, dan (4) varibel produk sangat efektif dengan rata-rat skor-T  62,86.Setelah di interpretasikan dalam kuadran Glickman, efektifitas pelaksanaan pendidikan sistem ganda pada SMK N 2 Seriritt Sangat efektif.
Kata Kunci: Analisis Program, Efektifitas, Pelaksanaan Program, Konteks, Input, Proses dan Produk

KONTRIBUSI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH, SERTA MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU IPA SMP NEGERI KABUPATEN JEMBRANA

Abstract: Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi manajerial kepala sekolah, serta motivasi kerja guru terhadap kinerja guru IPA SMP Negeri Kabupaten Jembrana. Penelitian ini menggunakan rancangan ex- post facto.  Data tentang kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi manajerial kepala sekolah serta motivasi kerja guru dikumpulkan dengan kuesioner, sedangkan data kinerja guru diperoleh melalui observasi dokumen  dan obsevasi kelas. Data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif menggunakan analisis regresi.
Analisis data menemukan bahwa kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi manajerial kepala sekolah, serta motivasi kerja guru berkontribusi secara signifikan dan positif secara bersama-sama sebesar 56,90% serta secara sendiri-sendiri  sebesar 46,80%, 36,10% dan 33,40%.  terhadap kinerja guru IPA SMP Negeri Kabupaten Jembrana. Demikian pula ke tiga variabel bebas  tersebut  memberikan sumbangan efektif secara simultan atau bersama-sama sebesar 56,92%  serta secara sendiri-sendiri  sebesar 31,14%,12,23% dan13,92%.
Berdasarkan temuan diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi manajerial kepala sekolah  serta motivasi kerja guru berkontribusi secara signifikan dan positif terhadap kinerja guru IPA SMP Negeri  Kabupaten Jembrana baik secara simultan atau bersama-sama  maupun secara sendiri-sendiri. Dengan demikian ketiga variabel tersebut dapat dijadikan prediktor tingkat kecendrungan kinerja guru IPA SMP Negeri di Kabupaten Jembrana.
Kata kunci: Kepemimpinan Efektif, Kompetensi Manajerial, Motivasi kerja Guru dan Kinerja Guru IPA

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Pelajaran IPS Di SMP Negeri I Tabanan Tahun pelajaran 2010/2011

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh model pembelajaran  kooperatif jigsaw dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII pelajaran IPS di SMP negeri I Tabanan. Berdasarakan variable  penelitian yang dilaksanakan di SMP Negeri I Tabanan, untuk menguji permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : (1) Apakah ada perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional?.(2) Pada siswa yang memiliki motivasi  belajar tinggi apakah ada perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional?.(3) Pada siswa yang memiliki motivasi rendah apakah ada perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional ?. dan (4) Adakah pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan memiliki motivasi belajar terhadap hasil belajar IPS.
Untuk menjawab permasalahan di atas ,peneliti menggunakan  pendekatan  post test only control group design, yang dilaksanakan pada siswa kelas VII berjumlah 128 orang sebagai sampel (objek) peneliti, yang terdiri dari 64 orang sebagai kelompok eksperimen dan  64 orang sebagai kelompok kontrol. Untuk memperoleh data tentang hasil belajar digunakan tes hasil belajar,sedangkan data tentang  motivasi belajar menggunakan  kuesioner motivasi belajar. Analisis data menggunakan analisis varians dua jalur dan uji tukey (Q)
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw lebih tinggi dari pada siswa yang mengikuti  model pembelajaran konvensional, (2) siswa yang memiliki motivasi belajar  tinggi ada perbedaan  hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif  jigsaw dengan siswa  yang mengikuti model pembelajaran konvensional. (3) siswa yang memiliki motivasi belajar rendah ada perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dan (4) ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan memiliki motivasi belajar terhadap hasil belajar IPS.
Kata-kata kunci: Pembelajaran Kooperatif,motivasi belajar, dan hasil belajar IPS

KONTRIBUSI MASA KERJA, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT), DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU MADRASAH IBTIDA’IYAH NEGERI (MIN) DI KABUPATEN JEMBRANA

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kontribusi masa kerja terhadap kinerja guru MIN di Kabupaten Jembara, (2) kontribusi pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja guru MIN di Kabupaten Jembara, (3) kontribusi motivasi kerja terahap kinerja guru MIN di Kabupaten Jembara,dan (4) Kontribusi secara bersama-sama masa kerja, pendidikan dan pelatihan dan motivasi kerja terhadap kinerja guru MIN di Kabupaten Jembara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) ada kontribusi positif dan signifikan masa kerja terhadap kinerja guru sebesar 37.2 % dengan Freg = 34.344 (p<0.05), (2) ada kontribusi positif dan signifikan pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja guru sebesar 43.7 % dengan Freg =  34.054 (p<0.05), (3) ada kontribusi positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja sebesar 46.4 % dengan Freg = 50.178 (p<0.05), (4) terdapat kontribusi positif dan signifikan secara bersama-sama masakerja, pendidikan dan pelatihan, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 64.2 % dengan Freg = 33.532 (p<0.05) , masa kerja memberikan sumbangan efektif (SE) sebesar 19.433% terhadap kinerja guru,  pendidikan dan pelatihan memberikan sumbangan efektif (SE) sebesar 17.79 % terhadap kinerja guru, variabel motivasi kerja memberikan sumbangan efektif (SE) sebesar 27.11% terhadap kinerja guru
Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa masa kerja, pendidikan dan pelatihan, dan motivasi kerja berkontribusi positif secara signifikan terhadap kinerja guru Madrasah Ibtida’iyah Negeri di Kabupaten Jembrana secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian untuk meningkatkan kinerja guru faktor masa kerja, pendidikan dan pelatihan, dan motivasi kerja perlu ditingkatkan.
Kata kunci: masa kerja, pendidikan dan pelatihan, motivasi kerja dan kinerja guru

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK JIGSAW DAN KONSEP DIRI AKADEMIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 MENDOYO, KABUPATEN JEMBRANA

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw dan konsep diri akademik terhadap prestasi belajar IPS siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Penelitian ini melibatkan 72 orang siswa sebagai subyek penelitian, yang diambil secara acak. Data hasil belajar diperoleh dari sebuah tes prestasi belajar berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari 40 butir soal, dengan indek validitas butir berkisar dari r = 0,20 s.d r = 0,73 dan indek reliabilitas Kuder Richadson 20 (KR- 20) = 0,92. Sedangkan konsep diri dikumpulkan melalui sebuah kuesioner konsep diri yang terdiri dari 35 butir dengan indek validitas butir berkisar dari r = 0,21s.d r = 0,61 dan indek reliabilitas Alpha Cronbach = 0,85. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan anava dua jalur dan uji Tukey. Pengujian Hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS 11.0 for Windows.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan prestasi belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. (2) Terdapat pengaruh interaksi antara penerapan model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw dengan konsep diri akademik terhadap prestasi belajar IPS. (3) Prestasi belajar IPS siswa yang memiliki konsep diri tinggi, yang mengikuti pembelajaran model kooperatif teknik jigsaw lebih baik daripada siswa yang memiliki konsep diri tinggi yang  mengikuti pembelajaran model konvensional. (4) Prestasi belajar IPS siswa yang memiliki konsep diri rendah, yang mengikuti pembelajaran model konvensional lebih baik daripada siswa yang memiliki konsep diri rendah,  yang mengikuti pembelajaran model kooperatif teknik jigsaw.
Kata kunci: prestasi belajar IPS, model pembelajaran kooperatif jigsaw, konsep diri akademik
 
Support : E-JURNAL | PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2013. E-JURNAL - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai
Proudly powered by Blogger