JURNAL TERBARU

GAMBARAN RESPON BERDUKA PADA ANAK REMAJA DENGAN ORANGTUA BERCERAI DI SMP NEGERI 1 JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG

Abstract: Anak remaja yang mengalami perceraian orangtua merasakan kehilangan dan perasaan berduka yang sangat mendalam, sama berdukanya ketika kehilangan orangtua karena meninggal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon berduka pada anak remaja yang mengalami perceraian orangtua di SMP Negeri 1 Jatinangor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengambilan data dengan wawancara mendalam dan tidak terstruktur. Informan yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Teknik analisa yang digunakan adalah dengan menggunakan konten analisa data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak yang orangtuanya mengalami perceraian merasa marah, takut, dan sedih, berfikir kasih sayang yang diberikan oleh orangtuanya tidak sama lagi seperti ketika masih bersama, menaruh harapan agar kedua orangtuanya bisa kembali bersama dan ketikateringat pada saat proses perceraian berlangsung anak sering menangis, sering melamun, mudah tersinggung, malu berinteraksi dengan teman sebaya, dan dengan orangtua yang bercerai anak menyatakan jarang berkomunikasi lagi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah respon berduka pada anak dengan orangtua yang bercerai mengalami respon kognitif, afektif, sosial dan perilaku. Rekomendasi penelitain ini adalah perawat komunitas hendaknya bekerjasama dengan bimbingan konseling dari sekolah dalam upaya memberikan konseling pada anak yang berduka karena perceraian orangtuanya sehingga anak dapat tetap menyelesaikan tugas perkembangannya dan berprestasi disekolah serta mencegah terjadinya masalah psikososial pada remaja.
Kata kunci : remaja, respon berduka, perceraian orangtua

PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN SEBELUM OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RS TUGU SEMARANG

Abstract: Terkait adanya stressor pada saat dilakukan pembedahan dengan anestesi spinal sangat penting untuk membuat tubuh selalu dalam keadaan rileks dengan memberikan stimulus emosi positif ke otak. Salah satu tindakan keperawatan yang dapat dilakukan oleh perawat adalah melalui teknik relaksasi. Teknik relaksasi dapat dilakukan dengan metode meditasi, yoga, maupun aromaterapi. Aromaterapi merupakan terapi komplementer yang layak untuk dicoba karena cara tersebut diketahui dapat memberi stimulus positif ke otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi dengan anestesi spinal di RS Tugu Semarang.
Jenis penelitian quasy-experiement dengan rancangan one group without control group design dilakukan pada 40 responden yang akan dilakukan operasi dengan spinal anestesi menggunakan Hamilton Rating Scale (HRS-A) untuk menggali kecemasan. Data penelitian dianalisis dengan uji statistic Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 0.05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbanyak responden sebelum pemberian aromaterapi lavender mengalami cemas berat (40.0%), dan setelah pemberian aromaterapi terbanyak mengalami cemas sedang (42.5%). Hasil uji statistic dengan Wilcoxon diperoleh nilai p sebesar 0.00 (<0.05).
Disimpulkan terdapat pengaruh pemberian aromaterapi terhadap tingkat kecemasan pasien sebelum operasi dengan anestesi spinal di RS Tugu Semarang.
Disarankan agar pemberian aromaterapi dapat dijadikan sebagai alternative menurunkan tingkat kecemasan pada pasien sebelum dilakukan operasi (preoperative anxiety disorder).
Kata Kunci: Aromaterapi, lavender, preoperasi, spinal anestesi

PENINGKATAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL (KOGNITIF, AFEKTIF DAN PERILAKU) MELALUI PENERAPAN TERAPI PERILAKU KOGNITIF DI RSJ DR AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG

Abstract: Isolasi sosial merupakan suatu keadaan perubahan yang dialami klien skizofrenia. Suatu pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi perilaku kognitif terhadap kemampuan klien isolasi sosial dalam melakukan interaksi di ruang rawat inap di RSJ Dr Amino Gondohutomo Semarang. Desain penelitian quasi experimental pre-post test with without control. Sampel berjumlah 33 orang dengan tehnik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi perilaku kognitif terhadap kemampuan interaksi (kognitif, afektif dan perilaku) pada klien isolasi sosial (p value < 0.05). Ada peningkatan kemampuan interaksi sosial (kognitif, afektif dan perilaku) setelah dilakukan terapi perilaku kognitif. Terapi perilaku kognitif direkomendasikan diterapkan sebagai terapi keperawatan dalam merawat klien dengan isolasi sosial dengan penurunan kemampuan interaksi sosial.
Kata kunci : Terapi perilaku kognitif, kemampuan interaksi sosial (kognitif, afektif dan psikomotor), klien isolasi sosial

MANAJEMEN KASUS SPESIALIS JIWA DEFISIT PERAWATAN DIRI PADA KLIEN GANGGUAN JIWA DI RW 02 DAN RW 12 KELURAHAN BARANANGSIANG KECAMATAN BOGOR TIMUR

Abstract: Jumlah klien gangguan jiwa yang ditemukan adalah 18 orang (2,44%) dari total penduduk dewasa 737 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan dari estimasi gangguan jiwa di Jawa Barat (0,22%). Defisit perawatan diri adalah salah satu bentuk gangguan jiwa dan dialami oleh seluruh klien gangguan jiwa yang ditemukan. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan management of care kasus  spesialis terhadap klien defisit perawatan diri dengan pendekatan Self Care Orem. Metode yang digunakan adalah studi serial kasus defisit perawatan diri pada klien gangguan jiwa dengan pemberian terapi spesialis keperawatan jiwa. Paket terapi yang diberikan : 1 Behaviour theraphy, 2 Behaviour theraphy dan Supportif Theraphy, 3 Behaviour theraphy, Supportif Theraphy dan Self Help Group. Terapi diberikan kepada 17 klien (9 skizofrenia, 4 retardasi mental dan 4 demensia). Hasil pelaksanaan terapi adalah paket terapi ketiga sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan dan menurunkan tanda gejala klien defisit perawatan diri dengan diagnosa medis skizofrenia dan retardasi mental. Terapi-terapi tersebut kurang efektif bagi klien demensia. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa behaviour theraphy, supportif theraphy dan self help group dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa bagi klien defisit perawatan diri khususnya dengan skizofrenia dan perlu dilakukan penelitian lanjut tentang terapi spesialis keperawatan jiwa yang tepat untuk klien defisit perawatan diri dengan demensia.
Kata kunci: Behaviour theraphy, Self Care Orem, defisit perawatan diri

PENGARUH DISCHARGE PLANNING TERHADAP PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA BBLR DALAM 3 BULAN PERTAMA DI KOTA SEMARANG

Abstract: Discharge planning is one of the methods needed to improve the knowledge of mother or parents in providing appropriate care, especially in the provision of nutrition for Low birth weight infants (LBW). Weight gain given an overview of baby health status. Lack of information on how to breastfeed and how to care LBW at home rightly, makes family less understanding about the importance of nutrition for the growth and development of infants.
Objective: Proving the effect of discharge planning for gaining of weight on LBW in first 3 months.
Methods: The study was quasi-experimental non equivalent control design. Subjects were that meet the inclusion and exclusion criteria. Number of samples was 24 for the intervention and 24 for the control.
Evaluation was done every 2, 4, 6, 8, 12 weeks to measure the weight gain on LBW in the first 3 months. Analysis was using Chi-Square (ujiX2), t-test and multivariable logistic regression.
Results: On statistical test was obtained result that discharge planning affect on LBW weight gain in 3 months (RR = 2.2; CI = 1.35 to 3.59, p = 0.000), discharge planning also affects the full breastfeeding for 3 months (RR = 4.2; CI = 1.68 to 10.78, p = 0.000), full breastfeeding was also influenced on the weight gain of infants (RR = 2.1; CI = 1.39 to 3.30, p = 0.000).
Conclusion: At discharge planning was shown significantly affect to the gaining of weight in the first 3 months of LBW.
Keywords: discharge planning, the weight gain, LBW

HUBUNGAN JARAK KELAHIRAN DAN JUMLAH BALITA DENGAN STATUS GIZI DI RW 07 WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIJERAH KOTA BANDUNG

Abstract: Status gizi memegang peranan penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia  terutama balita. Sebagian besar masyarakat memiliki jumlah balita dalam satu keluarga >2 balita dan tidak sedikit jarak kelahiran berdekatan < 2 tahun. Jarak kelahiran dan jumlah balita turut serta mempengaruhi status gizi balita. Metode penelitian yang digunakan adalah descriptions correlation dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan proporsional random sampling dengan sampel sebanyak 60 responden dan data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis melalui dua tahapan, yaitu univariat untuk mengetahui gambaran dan bivariat untuk mengetahui hubungan (chi square). Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki jarak kelahiran ≤2 tahun sebanyak 63,3%, sebagian besar responden memiliki jumlah balita >2 balita sebanyak 76,7%, hampir setengah responden yang memiliki balita dengan status gizi normal sebanyak 63,3%. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan jarak kelahiran dengan status gizi balita dengan nilai p value= 0,022 dan tidak ada hubungan antara jumlah balita dengan status gizi balita dengan p value= 0,055. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyarankan kepada ibu yang memiliki balita untuk mengatur jarak kelahiran dan jumlah balita yang dimiliki agar status gizi balita baik.
Kata kunci: Jarak kelahiran, jumlah balita, status gizi balita

DUKUNGAN SOSIAL MENINGKATKAN “SELFCARE BEHAVIOR” ANAK

Abstract: Tujuan dari peneitian adalah mengetahui hubungan antara dukungan sosial  dengan Selfcare Behavior anak usia sekolah dengan talasemia mayor”. Penelitian  merupakan penelitian cross sectional. Hipotesa yang dibuktikan adalah “Adanya hubungan antara dukungan sosial  dengan Selfcare behavior pada Anak Usia Sekolah dengan Talasemia Mayor”. Sampel dalam penelitian ini   adalah pasien usia sekolah dengan talasemia mayor di RSUPN. Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, sejumlah 131 pasien. Penelitian menggunakan instrument tentang dukungan sosial dan “selfcare behavior”. Hasil menunjukkan ada hubungan antara dukungan sosial dengan selfcare behavior dengan p = 0,0000 (α = 0,05).   Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan dukungan sosial dari keluarga dan teman untuk meningkatkan kemmapuan selfcare behavior pada anak usia sekolah khusunya anak dengan talasemia.
Kata Kunci: dukungan sosial, Selfcare Behavior,  Anak Usia Sekolah, Talasemia Mayor

APLIKASI TEORI KONSERVASI LEVINE PADA ANAK DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI DI RUANG PERAWATAN ANAK

Abstract: Konservasi menurut Levine merupakan suatu gambaran sistem yang kompleks agar manusia dapat melanjutkan fungsi dan beradaptasi sesuai dengan pertahanan tubuhnya. Kebutuhan oksigen adalah kebutuhan fisiologis bagi manusia. Anak mempunyai kebutuhan oksigen yang lebih tinggi dari orang dewasa. Pemenuhan oksigen memerlukan peran sistem pernapasan dan sistem kardiovaskuler. Gangguan pada kedua sistem tersebut menyebabkan  gangguan dalam pemenuhan oksigenasi. Perawat perlu membantu anak supaya kebutuhan oksigenasi terpenuhi agar tubuh mampu melanjutkan fungsi sehingga anak kuat dan mampu melawan ketidakmampuan. Hal tersebut sesuai dengan prinsip konservasi Levine.
Karya ilmiah ini membahas aplikasi teori Konservasi Levine dalam asuhan keperawatan pada anak dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi di ruang perawatan anak. Fokus bahasan pada penggunaan teori Konservasi Levine dalam memenuhi kebutuhan oksigenasi anak. Asuhan keperawatan dilakukan melalui proses keperawatan Levine yaitu pengkajian, merumuskan trophicognosis, menentukan hipotesis, intervensi dan evaluasi. Terdapat lima kasus yang dibahas. Hasil akhir dari penerapan konservasi Levine mampu meningkatkan kemampuan anak dalam beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi namun respon organismik terhadap tindakan masing-masing klien berbeda tergantung dari kemampuan dan penyakit yang diderita.

HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN ANEMIA DENGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) SUSUKAN 04 UNGARAN TIMUR

Abstract: Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin maupun hematokrit lebih rendah daripada normal. Kondisi ini mengganggu transport oksigen maupun nurisi ke beberapa organ penting di dalam tubuh. Anak yang menderita anemia akan mengalami gangguan pemusatan pikiran dan penurunan fungsi kognitif. Berdasarkan observasi dan wawancara pada bulan Januari 2011 di Sekolah Dasar negeri Susukan 04 Ungaran Timur, terdapat kurang lebih 25% dari seluruh total siswa sejumlah 183 anak menunjukkan gejala anemia.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian anemia dengan kemampuan kognitif anak usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri Susukan 04 Ungaran Timur.
Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2011, menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan belah lintang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah dengan menggunakan nonprobability sampling dengan teknik Quota sampling. Jumlah siswa yang dilibatkan sebagai responden dalam penelitian ini adalah sejumlah 100 siswa. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan dengan metode cyanmethemoglobin, sedangkan untuk menguji kemampuan kognitif anak dilakukan dengan cara memberikan soal matematika dan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kurikulum nasional untuk Sekolah Dasar. Analisis korelasi dilakukan dengan teknik korelasi Spearman Rank.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kadar hemoglobin yang terandah adalah 9,9 g/dl, sedangkan kadar hemoglobin yang tertinggi adalah 13,5 g/dl. Kadar hemoglobin rata-rata adalah 11,55 g/dl. Sebagian besar dari responden menunjukkan kemampuan kognitif dalam kategori sedang. Hasil analisis Spearman rank didapatkan bahwa nilai p=0,000 dan nilai r=0,395. Nilai ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima.
Kesimpulan: Ada hubungan antara kejadian anemia dengan kemampuan kognitif pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri Susukan 04 Ungaran Timur. Disarankan agar anak dihindarkan dari hal-hal yang dapat memicu terjadinya anemia, karena dapat menurunkan kemampuan kognitif anak.
Kata kunci: anemia, anak usia sekolah, kemampuan kognitif

HUBUNGAN KEBIASAAN MENONTON TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA ANAK PRA SEKOLAH DI TK ISLAM TERPADU AL AKHYAR KABUPATEN KUDUS

Abstract: Penyebab munculnya perilaku agresif pada anak pra sekolah yaitu korban kekerasan, terlalu dimanjakan, kemarahan, penyakit, video game dan televisi. Televisi adalah media penyampaian informasi yang digemari oleh anak-anak. Televisi sering menayangkan adegan kekerasan yang dapat ditiru oleh anak yang menontonnya. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kebiasaan menonton tayangan kekerasan di televisi dengan perilaku agresif pada anak pra sekolah di TK Islam Terpadu Al Akhyar Kabupaten Kudus.
Jenis penelitian ini termasuk deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah semua orang tua anak pra sekolah di TK Islam Terpadu Al Akhyar Kabupaten Kudus dengan sampel yang diteliti 62 responden dengan simple random sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data yang digunakan chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan menonton tayangan kekerasan di televisi dengan perilaku agresif pada anak pra sekolah di TK Islam Terpadu Al Akhyar Kabupaten Kudus, dengan nilai p value  (0,000) < α (0,05). Hendaknya orang tua dapat mengendalikan kebiasaan anak menonton tayangan kekerasan di televisi dengan melakukan pendampingan.
Kata Kunci : kebiasaan menonton, tayangan kekerasan, perilaku agresif, anak pra sekolah
 
Support : E-JURNAL | PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2013. JURNAL - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai
Proudly powered by Blogger