JURNAL TERBARU

Pengaruh pH Larutan Antosianin Strawberry dalam Prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC)

Abstrak: Telah difabrikasi prototipe Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan memanfaatkan ekstrak antosianin strawberry sebagai fotosensitizer. DSSC ini terdiri dari sepasang substrat kaca berlapis ITO sebagai elektroda dan counter elektroda. Pada elektroda dideposisikan lapisan nanokristal TiO2 berpori sebagai fotoanoda dan disensitisasi dye antosianin, sedangkan counter elektroda dideposisikan lapisan karbon. Kedua elektroda disusun dengan struktur sandwich dengan dipisahkan oleh elektrolit redoks (I−/I−3). Sel surya direndam dalam dye antosianin dengan pH yang berbeda, yaitu pH 3,0; pH 2,5; dan pH 2,0. Hasil pengujian sel surya menunjukkan bahwa sel surya yang direndam dengan pH 2,0 memiliki keluaran yang paling tinggi, dimana arus rangkaian pendek (Isc) yang didapatkan sebesar 45 µA dan tegangan rangkaian buka (Voc) sebesar 321 mV, serta besar rapat arus (Jsc) adalah 20 µA/cm2. Sedangkan efisiensi konversi energinya sebesar 2,560 × 10−3%.
KATA KUNCI: anthocyanin, pH, dye-sensitizer, DSSC

Penerapan Metode Sol-Gel dengan Variasi Temperatur dan Waktu Kalsinasi pada Sintesis Barium M-Heksaferit (BaFe12O19)

Abstrak: Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis Barium M-Heksaferit (BaFe12O19) dengan metode sol-gel. Prekursor yang dihasilkan dari proses sol-gel telah dikalsinasi pada temperatur 600-1000◦C dalam waktu 3, 4, dan 5 jam. Identifikasi fasa dengan menggunakan XRD dan software Rietica menghasilkan fraksi fasa BaFe12O19 tertinggi sebesar 64,9%. Sampel serbuk yang dihasilkan mempunyai nilai magnetisasi saturasi 15,97 emu/gr, medan koersivitas 0,35 tesla dan magnetisasi remanensi 9,46 emu/gr berdasarkan hasil pengukuran dengan VSM.
KATA KUNCI: Barium M-Heksaferit (BaFe12O19), sol gel, kalsinasi

Optimasi Adsorpsi ion-ion NaCl pada Elektroda Capacitive Deionization dengan Membran Pertukaran Ion

Abstrak: Salah satu sumber daya air yang belum dimanfaatkan sebagai sumber air minum secara maksimal adalah air laut. Pada artikel ini, dilaporkan hasil penelitian tentang pembuatan sistem elektroda Capacitive Deionization (CDI) dengan metode crosslinking dari perpaduan bahan karbon aktif tempurung kelapa, crosslinker glutaric Acid dan polimer polyvinyl alcohol. Optimasi sistem desalinasi dilakukan dengan memvariasi potensial sumber listrik, dan penambahan membran untuk pertukaran ion. Pengujian sistem dilakukan dengan uji konduktivitas pada air yang dihasilkan pada proses desalinasi. Perubahan konduktifitas larutan ini menunjukkan perubahan adsorpsi ion-ion NaCl pada elektroda sistem CDI.
KATA KUNCI: NaCl, CDI, crosslinking, conductivity

Kajian Variasi Temperatur Annealing dan holding time pada Penumbuhan Lapisan Tipis BaZr0,15Ti0,85O3 dengan Metode Sol-Gel

Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur annealing dan holding time (waktu tahan) terhadap struktur kristal, ukuran partikel, dan ukuran butir lapisan tipis BaZr0,15Ti0,85O3. Penumbuhan lapisan tipis menggunakan metode Chemical Solution Deposition (CSD) atau Sol Gel di atas substrat Pt/Si dengan spin coater. Proses Sol Gel meliputi persiapan sol (koloid), gelation dari sol, dan penguraian pelarut. Penumbuhan lapisan tipis menggunakan variasi temperatur annealing 800 dan 900, dan variasi holding time 3 dan 4 jam dengan kecepatan putar 4000 rpm. Lapisan tipis dikarakterisasi dengan XRD dan dilakukan penghalusan menggunakan metode Rietveld dengan program GSAS. Ukuran partikel didapat dengan formula Scherer serta alat SEM untuk mengetahui ukuran butir. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa variasi temperatur annealing dan holding time mempengaruhi struktur kristal, ukuran partikel, dan ukuran butir lapisan tipis. Bertambahnya temperatur annealing dan holding time maka parameter kisi semakin besar dengan a = b 6= c yang berarti memiliki struktur kristal tertragonal. Ukuran partikel semakin besar seiring dengan bertambahnya temperatur annealing dan holding time. Namun, ukuran butir tidak berpengaruh terhadap penambahan temperatur annealing.
Kata Kunci: Annealing, Barium Zirconium Titanate, crystal structure, sol gel

Pengaruh Sisipan Resonator Celah Sempit pada Serapan dan Respon Spasial Quadratic Residue Diffuser

Abstrak: Telah dilakukan analisis pengaruh sisipan resonator celah sempit terhadap perubahan kinerja serapan dan respon spasial quadratic residue diffuser (QRD). Pengujian serapan elemen diffuser dilaksanakan dengan menggunakan teknik tabung impedansi dua mikrofon, sementara simulasi respon spasial dikerjakan dengan menggunakan perangkat lunak AFMG Reflex pada tiga kondisi sisipan berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sisipan resonator celah sempit pada rancangan standar QRD dapat memicu peningkatan koefisen serapan yang bersifat akumulatif dan berdampak pada peningkatan respon spasial omnidireksional pada bentang frekuensi tinggi di atas 800Hz. Sifat yang demikian menunjukkan bahwa modifikasi QRD standar dengan sisipan resonator celah sempit memiliki potensi yang sangat baik untuk aplikasi pada ruangan dimana terdapat kebisingan yang bersumber dari mesin atau piranti yang mengandung komponen yang berputar (rotating machinery).
Kata Kunci: QRD, slit-like resonator, sound absorption, spatial response

Pemanfaatan Model Weather research and Forecasting (WRF) dalam Analisis Cuaca terkait Hujan Lebat Batam 30-31 Januari 2011

Abstrak: Hujan lebat di Batam tanggal 30-31 Januari 2011 menyebabkan banjir. Nilai hujan akumulasi hasil obsevasi pada 31 Januari 2011 sebesar 414.5 mm, jauh melebihi ambang batas ekstrim untuk curah hujan yang hanya 50 mm/hari. Adanya hujan lebat tidak lepas dari dinamika parameter-parameter cuaca yang beraitan erat dengan proses konveksi dan pembentukan awan. Pada penulisan ini, analisa kondisi cuaca menggunkan Weather Research and Forecasting (WRF) satu domain dengan resolusi 6 kilometer (km) pada 1o LU dan 104 o BT. Beberapa parameter cuaca seperti suhu udara, kelembaban tiap lapisan (RH), aliran massa udara (angin), dan curah hujan menunjukkan hasil yang sangat signifikan dimana nilai dari parameter-parameter tersebut mendukung adanya proses konveksi untuk membentuk awan konvektif (Cumulonimbus) secara terus menerus dengan masa hidup yang lama. WRF dengan setting-an default dan domain tanpa nesting ternyata sduah cukup mampu menggambarkan kondisi cuaca secara umum. Adanya perbedaan laju curah hujan hasil output model dengan observasi antara 6-12 jam pada awal data merupkan proses spin-up (pemanasan untuk mendapatkan data yang stabil pada hasil model). Data citra satelit MTSAT (Multi-functional Transport Satellite) digunakan sebagai pembanding hasil model, dimana pada gambar terdapat warna putih Coldest Dark Grey (CDG) yang mengindikasikan adanya awan dengan suhu puncak lebih rendah dari -80o C (Cb). Gambar ini semakin memperjelas bahwa pada kasus hujan lebat yang mengguyur Batam pada 30-31 Januari dengan cukup baik direpresentasikan oleh model WRF.
Kata Kunci: heavy rain, flood, WRF, satellite image

Desain Perangkat Lunak Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation untuk Klasifikasi Citra Rontgen Paru-Paru

Abstrak: Makalah ini menyajikan hasil analisis sebuah desain perangkat lunak berbasis jaringan syaraf tiruan backpropagation untuk mengklasifikasikan citra rontgen paru-paru. Citra rontgen paru-paru yang akan diklasifikasi harus melalui pemrosesan awal terlebih dahulu untuk membuang informasi yang tidak dibutuhkan agar kualitas citra dapat ditingkatkan. Untuk keperluan klasifikasi citra rontgen paru-paru ke dalam kelompok tertentu, digunakan proses ekstraksi fitur histogram pada citra rontgen paru-paru tersebut. Setelah sistem perangkat lunak dibuat, dua tahapan penting berikutnya adalah pelatihan dan pengujian pada sistem perangkat lunak tersebut. Dalam penelitian ini, desain perangkat lunak hanya dibatasi untuk dapat mengklasifikasikan citra rontgen ke dalam tiga kelompok yaitu citra rontgen paru-paru normal, citra rontgen paru-paru terkena kanker, dan citra rontgen paru-paru terkena efusi. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa performansi sistem perangkat lunak yang telah dibuat dengan parameter epoch 500, error 0.001, learning rate 0.1 dan jumlah neuron 2500 ternyata memiliki tingkat akurasi sebesar 65%.
Kata Kunci: image classification, backpropagation artificial neural network, feature extraction histogram, grayscale image of the lungs

Kinerja Serapan Bunyi Komposit Ampas Tebu Berdasarkan Variasi Ketebalan dan jumlah Quarter Wavelength Resonator terhadap Kinerja Bunyi

Abstrak: Telah dilakukan pengujian kinerja serapan bunyi dari komposit ampas tebu dikaitkan dengan pengaruh konfigurasi ketebalan dan konfigurasi quarter wavelength resonator. Pengujian kinerja dilakukan secara eksperimen menggunakan tabung impedansi dua mikrofon mengacu kepada prosedur ASTM E-1050-98. Dalam penelitian ini dilakukan variasi tiga dan enam konfigurasi resonator serta variasi air cavity yakni 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit ampas tebu dengan konfigurasi enam resonator memiliki kinerja serapan bunyi terbaik. Adapun pengaruh ketebalan sampel adalah menggeser penyerapan bunyi efektif pada frekuensi rendah sementara penggunaan resonator efektif akan melebarkan rentang frekuensi penyerapan sehubungan dengan bertambahnya mekanisme redaman viskous bersamaan dengan mekanisme serapan resonasi.
Kata Kunci: Bagasse, absorption coefficient, quarter wavelength resonators, impedance tube method

Identifikasi Batuan Dasar menggunakan Metode Seismik Refraksi untuk Pondasi Bangunan di Universitas Sebelas Maret Kentingan Surakarta

Abstrak: Universitas Sebelas Maret Kentingan Surakarta dalam jangka waktu 2 tahun (2011-2012) sedang melakukan beberapa pembangunan gedung bertingkat diantaranya Gedung Pasca Sarjana, Masjid Nurul Huda, dan Fakultas Kedokteran. Suatu bangunan jika didirikan di atas batuan dasar dapat mengurangi resiko kegagalan gedung. Untuk dapat mengetahui keberadaan batuan dasar maka dapat dilakukan dengan cara survei metode seismik refraksi. Survei dilakukan di daerah GOR dengan 4 lintasan, teknik lapangan yang digunakan adalah in line, dengan 24 geophone, jarak antar geophone 2 meter dan panjang lintasan 69 meter. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan software WinSism13 dan RockWorks15 untuk tampilan 3D. Hasil yang didapatkan berupa perkiraan struktur lapisan geologi di bawah permukaan berdasarkan nilai kecepatan di dalam medium tentang kecepatan penjalaran atau perambatan gelombang. Dari hasil pengolahan data di daerah GOR ditemukan batuan dasar hingga kedalaman 27 meter dan nilai kecepatan rambat gelombang pada batuan yang didapatkan mencapai 2000 m/s dengan jenis batuan penyusunnya adalah batuan lempung.
Kata Kunci: Seismic refraction, bedrock, wave propagation

Analisis Dampak Siklon Tropis Nangka, Parma dan Nida terhadap Distribusi Curah Hujan di Sulawesi Utara

Abstrak: Salah satu fenomena atmosfer skala Meso yang berpengaruh pada dinamika cuaca skala lokal adalah siklon tropis. Siklon tropis terbentuk pada lintang antara 10° dan 20° dari ekuator. Sebagian besar siklon tropis (67%) terjadi di Belahan Bumi Utara. Pertumbuhan Siklon tropis yang terjadi di Belahan bumi utara merupakan salah faktor yang mempunyai dampak signifikan terhadap distribusi hujan di Sulawesi Utara karena letak geografisnya. Sehingga kajian mengenai Siklon tropis yang terjadi di Belahan bumi utara sangat diperlukan dalam memahami kondisi cuaca. Tahap tumbuh siklon yang mempengaruhi distribusi hujan di Sulawesi Utara berbeda-beda tergantung karakteristik siklon dan kondisi atmosfernya. Sifat hujan yang terjadi sebagai akibat adanya siklon juga berbeda-beda tergantung karakteristik masing-masing siklon dan kondisi masing-masing wilayah
Kata Kunci: tropical cyclone, rainfall, distribution
 
Support : E-JURNAL | PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2013. E-JURNAL - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai
Proudly powered by Blogger