JURNAL TERBARU

MAKNA TRADISI ZIARAH MAKAM KYAI AGENG BALAK DALAM ERA MODERNISASI (Studi Kasus Makam Kyai Ageng Balak, Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Periode Tahun 2012-2013)

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari tradisi ziarah makamyang dilihat dari (1) motivasi peziarah datang ke Makam Kyai Ageng Balak dalam eramodernisasi, (2) pandangan peziarah mengenai makna dan nilai-nilai yang terkandungdalam tradisi ziarah Makam Kyai Ageng Balak dalam era modernisasi, (3) dampaktradisi ziarah Makam Kyai Ageng Balak dalam era modernisasi bagi peziarah.Penelitian ini dilakukan di area Makam Kyai Ageng Balak, Desa Mertan,Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Penelitan ini menggunakanbentuk pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus tunggalterpancang. Sumber data diperoleh dari nara sumber, aktivitas informan dan jugadokumentasi atau arsip. Teknik Sampling diambil dengan teknik purposive samplingyang dilakukan dengan memilih informan yang dianggap mengetahui informasi danmasalah yang hendak diteliti secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadisumber data yang mantap dan juga menggunakan Time Sampling. Teknik pengumpulandata dengan observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas datamenggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model analisisinteraktif yaitu dengan tahapan sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, penarikankesimpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan: (1) Motivasi peziarah datang keMakam Kyai Ageng Balak dalam era modernisasi yaitu motivasi ekonomi, motivasikeselamatan lahir batin, motivasi perjodohan, motivasi kelanggengan kekuasaan,motivasi ketenangan batin (2) Makna dan nilai yang terkandung dalam tradisi ziarahMakam Kyai Ageng Balak dalam era modernisasi meliputi penghormatan pada leluhuryang di dalamnya terdapat nilai religi, sebagai ajang silaturahmi yang di dalamnyaterdapat nilai sosial, sebagai pelestarian tradisi yang di dalamnya terdapat nilai adatbudaya Jawa (3) Dampak yang diperoleh dari peziarahan di makam Kyai Ageng Balakdalam era modernisasi adalah peziarah mendapatkan berkah ekonomi dan hidup jaditenang.Kesimpulan dari penelitian ini adalah tradisi ziarah Makam Kyai Ageng Balakdalam era modernisasi mempunyai makna yang sangat luas dan mendalam bagi yangmempercayainya dan faktanya pada era modernisasi ziarah telah menjadi suatu tradisiatau bentuk kebudayaan bagi masyarakat Jawa yang menjadi sebuah kearifan lokal,peziarahan di maknai dalam tiga aspek yaitu motivasi yang beragam, nilai-nilai yangterkandung serta dampaknya. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai motivasimasyarakat dalam melakukan ziarah, tetaplah ziarah memiliki nilai positif yangkemudian dirasakan peziarah.
Kata Kunci: Makna, tradisi Jawa, ziarah makam, era modernisasi

PEMENUHAN KEBUTUHAN HAK PENDIDIKAN FORMAL BAGI ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK DI SURAKARTA

ABSTRAK: Fenomena anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) marak menjadi bahan perbincangan masyarakat dan headline news di berbagai media. Mereka dipandang oleh masyarakat telah melakukan tindak kejahatan yang menggangu tertib sosial sehingga mereka dianggap layak diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Akibatnya semakin banyak jumlah ABH yang menjalani pidana penjara dan terabaikan hak-haknya, khususnya hak pendidikan. Sebagai kota yang ditunjuk menjadi percontohan Kota Layak Anak (KLA) maka Surakarta dianggap mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan mengupayakan perlindungan bagi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus terpancang tunggal untuk mendiskripsikan bentuk pendidikan yang diterima oleh ABH dan peran stakeholder dalam upaya pemenuhan hak pendidikan formal bagi ABH. Data yang telah ditemukan dianalisa menggunakan teknik analisis interaktif. Kesimpulan yang diperoleh adalah pemenuhan hak pendidikan formal bagi ABH di Surakarta sebagai Kota Layak Anak (KLA) masih kurang mendapat perhatian dari stakeholder. Penting untuk membangun kesadaran berbagai pihak untuk terlibat dalam penanganan ABH demi mendukung pengembangan KLA. Penanganan ABH yang dilakukan berbasis masyarakat diharapkan dapat meminimalisir pelimpahan kasus pada aparat penegak hukum yang berakhir dengan pemenjaraan dan pengabaian hak-hak anak, khususnya di bidang pendidikan.
Kata kunci: pendidikan formal, ABH, Kota Layak Anak

Evaluasi Program Akselerasi di SMA N 1 Karanganyar Tahun Ajaran 2012/2013

Abstrak: Program akselerasi merupakan program yang diberikan untuk mewadahi peserta didik yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa. Layanan pendidikan bagi siswa cerdas istimewa dalam pelaksanaannya harus diimbangi dengan pemenuhan komponen pendidikan yang kompleks sesuai dengan kemampuannya daripada peserta didik biasa, misalnya kurikulum dengan penyesuaian waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan siswa yang lain, pendampingan psikologis yang lebih intens daripada siswa reguler, dan tenaga pendidik yang juga idealnya memiliki kemampuan IQ dalam taraf cerdas untuk mengajar akselerasi. Akan tetapi dalam implementasinya, program akselerasi yang selama ini berjalan hanyalah sebuah praktek komodifikasi dalam dunia pendidikan. Praktek komodifikasi yang selama ini selalu dianggap wajar sebagai uang sumbangan suka rela kepada sekolah cenderung mendorong masyarakat untuk melakukan persaingan secara terbuka untuk memasukkan anak dalam kelas akselerasi. Keadaan demikian mendorong akselerasi dalam implementasinya tidak berjalan sesuai dengan tujuan dan sasaran, hal ini juga diperparah dengan keberadaan siswa yang memang memiliki kecerdasan lebih yang tidak mampu tertampung dalam kelas akselerasi karena keterbatasan biaya. Dapat disimpulkan bahwa akselerasi yang pada mulanya diperuntukkan bagi siswa yang memang benar-benar memiliki kecerdasan istimewa, bergeser menjadi pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat kaya.
Kata Kunci: cerdas istimewa, program akselerasi, evaluasi program

SEKOLAH INKLUSI SEBAGAI PERWUJUDAN PENDIDIKAN TANPA DISKRIMINASI (Studi Kasus Pelaksanaan Sistem Pendidikan Inklusi di SMK Negeri 9 Surakarta)

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pelaksanaan sistem pendidikan inklusi di SMK Negeri 9 Surakarta. (2) Mengetahui kepedulian yang dibangun antar siswa dalam sebuah kelas inklusi di SMK Negeri 9 Surakarta.Penelitian ini berlokasi di SMK Negeri 9 Surakarta. Metode Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan Jenis Penelitian berupa studi kasus. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumen. Untuk meningkatkan kesahihan data, peneliti menggunakan triangulasi yaitu triangulasi sumber. Sementara analisis dilakukan dengan model analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pelaksanaan sistem pendidikan inklusi di SMK Negeri 9 Surakarta masih banyak terdapat kelemahan terutama dari segi pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Hal tersebut dikarenakan ketidakberadaan GPK (Guru Pendamping Khusus dan kurangnya perhatian pemerintah, sehingga sekolah belum bisa menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan prinsip inklusif untuk memenuhi hak pendidikan anak. Akan tetapi jika dilihat dari segi penerimaan siswa ABK, keberadaan sekolah inklusif sangat baik yaitu semua siswa ABK yang mendaftar dapat diterima. Sedangkan dari segi ketersediaan sarana prasarana penunjang pendidikan, pihak sekolah masih belum dapat memenuhi kebutuhan ABK. Berkaitan dengan sistem penilaian yang diberlakukan untuk kelas inklusif masih belum memandang jenis kekhususan ABK karena sistem penilaian yang diberlakukan sama dengan kelas normatif. (2) Kepedulian yang dibangun antar siswa dalam sebuah kelas inklusi di SMK Negeri 9 Surakarta berjalan dengan baik. Hal tersebut dikarenakan pihak sekolah telah melakukan sosialisasi tentang keberadaan ABK sejak awal, sehingga antara siswa ABK dan non-ABK dapat berinteraksi dengan baik selama di sekolah.
Kata Kunci: Pendidikan Inklusi, Sekolah Inklusi, Anak Berkebutuhan Khusus

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Abstrak: Tujuan Penelitian ini adalah perbaikan pembelajaran sosiologi sebagai upaya peningkatan keaktifan belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dan perbaikan pembelajaran sosiologi untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Siklus pertama dan kedua membahas pokok bahasan kelompok sosial.Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran sosiologi berlangsung dengan menggunakan lembar observasi keaktifan belajar siswa, catatan lapangan, wawancara, tes dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari lembar observasi keaktifan belajar siswa dianalisis dengan menghitung dari keseluruhan aspek yang diamati. Data yang diperoleh dari tes dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase hasil ketuntasan siswa kelas XI IPS 2 setiap siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan dan hasil belajar sosiologi siswa setelah dilakukan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi kelompok sosial mengalami peningkatan. Hasil ini terlihat dari rata-rata aspek keaktifan belajar dan evaluasi hasil belajar sosiologi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 7 Surakarta yang mengalami peningkatan. Keaktifan belajar siswa mengalami peningkatan, dari 48,37% menjadi 62,98%. Dengan demikian keaktifan belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 7 Surakarta yang mulanya tergolong sedang, setelah tindakan menjadi tinggi. Hasil belajarsiswa meningkat, dari rata-rata kelas sebesar 73,96 menjadi 82,56 dan hasil ketuntasan belajar, dari 50% menjadi 84,37 siswa mencapai batas tuntas.
Kata kunci: Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together, keaktifan belajar, hasil belajar

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DAN KONSEP DIRI DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMK WIKARYA KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

ABSTRAK: nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan antara Pola Asuh Ayah dengan Kemandirian belajar pada siswa kelas X SMK WIKARYA Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013; (2) Hubungan antara Pola Asuh Ibu dengan Kemandirian belajar pada siswa kelas X SMK WIKARYA Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013; (3) Hubungan antara Konsep Diri dengan Kemandirian belajar pada siswa kelas X SMK WIKARYA Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013; (4) Hubungan antara Pola Asuh Ayah dan Pola Asuh Ibu dan Konsep Diri dengan Kemandirian belajar pada siswa kelas X SMK WIKARYA Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ialah seluruh siswa kelas X SMK WIKARYA Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013, sejumlah 234 siswa. Sampel diambil dengan teknik simpel random sampling sejumlah 60 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket. Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan analisis statistik dengan teknik regresi ganda.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) hipotesis 1 “Ada hubungan yang positif antara pola asuh ayah dengan kemandirian belajar siswa pada siswa kelas X SMK WIKARYA Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013”, diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan rx1y = 0,683 dan ρ = 0,000. (2) hipotesis 2 “Ada hubungan yang positif antara pola asuh ibu dengan kemandirian belajar siswa pada siswa kelas X SMK WIKARYA Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013”, diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan rx2y = 0,713 dan ρ = 0,000. (3) hipotesis 3 “Ada hubungan yang positif antara konsep diri dengan kemandirian belajar siswa pada siswa kelas X SMK WIKARYA Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013”, diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan rX3Y = 0,919 dan ρ = 0,000. (4) hipotesis 4“Ada hubungan yang positif antara pola asuh ibu dengan kemandirian belajar siswa pada siswa kelas X SMK WIKARYA Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013”, diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan Ry(X1,2,3) = 0,930 dan ρ = 0,000.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola asuh ayah, pola asuh ibu, dan konsep diri memiliki hubungan positif yang sangat signifikan dengan kemandirian belajar siswa kelas X SMK WIKARYA Karanganyar Tahun pelajaran 2012/2013.
Kata kunci: pola asuh orang tua, konsep diri, kemandirian belajar

Gaya Hidup Penggemar K-Pop (Budaya Korea) Dalam Mengekspresikan Kehidupannya Studi Kasus K-Pop Lovers Di Surakarta

ABSTRACT: This research aims to: (1) identify the characteristics of K-Popfans inSurakarta; (2) identify the factors that encourage fans idolized K-Pop: and (3)describe how fans in expressing their penchant for K-Pop. This research usesqualitative methods. This method was chosen because of the qualitative research candescribe objects is based on the holistic based on the social reality which is occurredreal life. Type of this research is a case study of stake, because this research was tostudy, explain or interpret a case (case) in context naturally, without any interventionfrom outside parties.Source data obtained from studies library, event or activity, placeor location, the informant K-Poplovers who joined in community UKLI (United KPopLoversIndonesia) District Solo and documents (archives). Data collectiontechniques used are interviews, direct observation, and analysis of documents. Thevalidity of the data obtained through triangulation triangulation of data or resources.Data analysis techniques used in this research, a model analysis of the interactive(interactive model of analysis) which includes 4 components namely (1) datacollection, (2) reduction of data, (3) presentation of data, (4) the withdrawal of theconclusion.Based on the results of research it can be concluded that K-Poplovers at UKLI(United K-PopLovers Indonesia) District of Solo are mostly teenager who still studyboth in junior high school and College and they have their own Koreanname. Theychoose K-Popas their idol, for the fans in terms of vocal and dancing abilities as wellas in terms of their physical. Behavior or activity typical of fans in expressing to theK-Popcraze manifested through the high intensity of the hear music and watch musicvideos boy band and their idol girlband, collectibles (CD of original music, songs,videos, merchandise from boyband and a girlband K-Popof jackets, t-shirts, hats,posters, etc.), with enthusiasts through the expression community join in SoloDistrict, following UKLI K-fest, K-Pop concert.
Key Words: K-Pop, life style, cultural studies

POLA PERILAKU PENGGUNA FACEBOOK (Studi Deskriptif Kualitatif tentang motivasi pengguna facebook dan dampaknya bagi kepribadian pengguna facebook di kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas dalam Komunitas Facebook Tawangmangu Adem)

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Motivasi penggunaan facebook di kalanganpelajar Sekolah Menengah Atas di dalam Komunitas Facebook Tawangmangu Adem, (2)Dampak bagi kepribadian pengguna facebook di kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas didalam Komunitas Facebook Tawangmangu Adem.Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakanstrategi Deskriptif. Pengumpulan data didapatkan dari hasil wawancaradan observasi. Pengambilan informan menggunakan Purposive Sampling. Yangdijadikan informan adalah pelajar Sekolah Menengah Atas yang mempunyai akun facebookdan tinggal di Kecamatan Tawangmangu.Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif yang terdiri dari reduksidata, analisis dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Motivasi dalam menggunakan facebookdari masing masing individu pastilah berbeda. Mereka memiliki dorongan berbeda dalammengambil keputusan penggunaan facebook. Facebook sebagai jejaring sosial memangtujuan utamanya adalah untuk bersosialisasi dan menambah teman. Interaksi dengan temandan guru selama ini dibatasi oleh waktu. Pelajar dan para remaja bisa mempunyai lebihbanyak waktu untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman mereka. Dari hasilpenelitian yang peneliti peroleh dapat di simpulkan bahwa facebook memanglah bergunauntuk media komunikasi jarak jauh yang ampuh, karena tidak harus bertemu muka kita dapatberkomunikasi dengan orang yang kita inginkan. Pola perilaku remaja penggunanya masihnampak biasa saja seperti remaja pada umumnya. (2) Dampak yang ditimbulkan dalampenggunaan facebook sangatlah beragam ada yang positif dan negatif seperti: a. Tidak dapatbersosialisasi dengan baik. Orang yang bermain facebook akan terfokus ke satu titik dan tidakdapat bermain dengan teman temanya, orang yang bermain facebook akan terlalu asikbergabung dalam dunianya.b. Menambah teman, facebook sebagai jejaring sosial memangtujuan utamanya adalah untuk bersosialisasi dan menambah teman.
Kata Kunci: Facebook, Motivasi

DAMPAK URBANISASI TERHADAP PEMUKIMAN KUMUH (SLUM AREA) DI DAERAH PERKOTAAN

Abstract: Urbanisasi menyebabkan laju pertumbuhan penduduk yang pesat di daerah perkotaan sehingga menimbulkan beragam permasalahan, salah satu diantaranya adalah semakin banyaknya pemukiman kumuh (slum area)  pada lahan-lahan kosong di daerah perkotaan seperti bantaran sungai, bantaran rel kereta api, taman kota, maupun di bawah jalan layang. Penghuni pemukiman kumuh (daerah slum) adalah sekelompok orang yang datang dari desa menuju kota dengan tujuan ingin mengubah nasib. Mereka umumnya tidak memiliki keahlian dan jenjang pendidikan yang cukup untuk bekerja di sektor industri di perkotaan. Mereka hanya bisa memasuki sektor informal dengan penghasilan yang rendah, sehingga tidak mampu mendiami perumahan yang layak.
Kata Kunci: Urbanisasi, Pemukiman Kumuh (Slum Area), Perkotaan

TRADISI ZIARAH MAKAM SEBAGAI PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA GIRILAYU (STUDI KASUS MAKAM PANGERAN SAMBERNYOWO DI ASTANA MENGADEG DESA GIRILAYU KECAMATAN MATESIH KABUPATEN KARANGANYAR)

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Makna tradisi ziarah makam Pangeran Sambernyowo di Astana Mengadeg bagi para peziarah (2) Upaya pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar makam Pangeran Sambernyowo di Astana Mengadeg . Penelitian ini mengambil lokasi di Astana Mengadeg, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi studi kasus untuk memperoleh pemahaman terkait tradisi ziarah makam sebagai pengembangan ekonomi masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi berpartisipasi aktif. Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan analisis interaktif yang meliputi empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Tradisi ziarah di makam Pangeran Sambernyowo “ndagan” dengan melakukan tabur bunga, berpuasa, dan berdoa memohon berkah selama tiga hari tiga malam menyendiri di makam Pangeran Sambernyowo (2) Manfaat ekonomi yang tampak dari pelaksanaan tradisi ziarah yang dilakukan di makam Pangeran Sambernyowo di desa Girilayu yaitu tidak hanya menciptakan suasana ramai tetapi juga bisa memberi peluang kerja sebagai pengembangan ekonomi masyarakat yang telah memberi tambahan pendapatan bagi kehidupan masyarakat setempat.
Jadi kesimpulannya, tradisi ziarah di makam Pangeran Sambernyowo telah memberikan peluang kerja dan pengembangan ekonomi masyarakat Girilayu, namun pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat di Desa Girilayu belum dikelola dengan baik sehingga belum terjadi pengembangan ekonomi yang menyeluruh.
Kata kunci: tradisi, ziarah makam, pengembangan ekonomi
 
Support : E-JURNAL | PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2013. E-JURNAL - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai
Proudly powered by Blogger