Latest Post

KEPEMIMPINAN HEGEMONIK KASTA BRAHMANA TERHADAP KASTA SUDRA DALAM NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI

ABSTRAK: Penelitian  ini  adalah  hasil  dari  teori  hegemoni  budaya  pada  proses analisis oleh Antonio Gramsci pada novel  "Humanitarian Bumi"  yang ditulis  oleh  Oka  Rusmini.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  bentuk kepemimpinan  hegemonik  Brahmana  kasta  sudra ke  kasta  pada  novel berjudul  "Humanitarian  Bumi".  Penelitian  ini  disusun  untuk menemukan  unsur-unsur  penting  hegemonik  yang  mendukung  teori hegemoni  budaya,  seperti:  jenis  konsensus,  pemerintah  deskripsi pekerjaan, terkooptasi masyarakat sipil, intelektual organik, intelektual tradisional,  dan  proses  krisis  hegemoni  itu  sendiri. Metode  penelitian  tesis  ini  adalah  deskriptif  dan  metode  analisis.  Itu digunakan  untuk  menggambarkan  fakta  terjadi  pada  karya  sastra, dalam  hal  ini  adalah  fakta  sosial  dalam  novel  berjudul  "Humanitarian Bumi" digunakan untuk menentukan tingkat  sosial dalam teks. Fakta-fakta  yang digunakan sebagai bukti tekstual  yang menunjukkan posisi elemen  penting  pada  teori  hegemoni  budaya. Bisa  disimpulkan  bahwa  kepemimpinan  hegemonik  brahmana  kasta sudra  ke  kasta  dapat  ditemukan  pada  novel  berjudul  "Humanitarian Bumi"  oleh  Oka  Rusmini.  Bukti  pertama  adalah  konsensus  yang digunakan  untuk  mengendalikan  bentrokan  kelas  pada  kehidupan sosial  Bali.  Yang  berikutnya  adalah  kelas  hegemonik  yang dikendalikan  tersebut  konsensus  melalui  mythes.  Yang  ketiga  adalah sipil  yang  "terkooptasi"  melalui  tarian  Sekehe.  Keempat  adalah intelektual  intelektual  organik  dan  tradisional  yang  didelegasikan. Yang  terakhir  adalah  krisis  hegemoni  terjadi  pada  revolusi  pasif  pada ritual  "Patiwangi"  sakral  dilakukan  oleh  seorang  aktor  di  novel.  
Kata kunci: hegemonik, bumi Humanitarian, kelas bentrokan, Antonio Gramsci
Penulis: Zainal Arifin
Kode Jurnal: jppendidikandd130206
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

GAYA BAHASA HIPERBOLA DAN ASIDENTON PANATACARA PESISIR

ABSTRAK: Gaya  bahasa  hiperbola  dan  asidenton  Panatacara  pesisir  terletak  pada  penyimpangan-penyimpangan  konotatif  bahasa  panatacara  yang  hadir  melalui  tuturan  dalam  peristiwa pawiwahan. Gaya bahasa tersebut untuk menciptakan kekhasan bahasa pesisir. Hiperbola dan asidenton  menjadi  salah  satu  ciri  pembeda  gaya  bahasa  di  pesisiran  dengan  gaya  bahasa Surakarta dan Yogyakarta. Selain itu, gaya bahasa hiperbola dan asidenton panatacara dalam prosesi pawiwahan adat budaya Jawa pesisiran untuk membangun makna. Hasil penelitian ini mendiskripsi  aspek-aspek  pilihan  kata  yang  digunakan  dalam  gaya  bahasa  hiperbola  dan asidenton panatacara dalam pawiwahan Jawa pesisir. 
Kata kunci: gaya bahasa hiperbola, asidenton , panatacara pesisir
Penulis: Widodo
Kode Jurnal: jppendidikandd130205
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

FUNGSI DAN PERAN KATA BERPREFIKS MENG- DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA

ABSTRAK: Pembahasan prefiks meng- yang dilakukan oleh Alisjahbana (1948), Mess (1957), Wojowasito ( 1978), Ramlan (1981), Kridalaksana (1987, 1990) mempersoalkan pembentukan kata, karakteristik, dan kategori kata. Pembahasan yang dilakukan baru menyangkut konsep dan kriteria penggolongan kata. Pembahasan kata berprefiks meng- sebagai unsur pusat di dalam relasi paradigmatik belum maksimal.Dengan demikian, masalah yang menyangkut fungsi dan peran kata berprefiks meng- dalam bahasa Indonesia penting untuk diteliti. Dengan penelitian tentang fungsi dan peran kata berprefiks meng- diharapkan menjadi lebih mendalam.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Untuk membuktikan adanya prefiks mengpembentuk verba yang berfungsi dan berperan dalam penataan kalimat, digunakan juga pendekatan word and paradigm (WP) dengan memanfaatkan teori struktural.Data penelitian ini mencakupi data tulisan dan data lisan yang berasal dari pemakaian bahasa Indonesia pada kurun waktu 2000 sampai dengan 2011. Data tulis dikumpulkan dengan teknik dasar penyadapan dan teknik lanjutan pencatatan, sedang data lisan dijaring melalui teknik konfirmasi dan teknik wawancara. Dalam penelitian ini akan dilakukan kajian pada setiap bentuk berprefiks meng- pembentuk verba akan dikaitkan fungsi, makna gramatikal, dan perannya. Dengan cara kerja ini akan diketahui adanya kata berprefiks meng- yang memiliki fungsi, makna, dan peran yang berbeda-beda.Ketransitifan prefiks meng- + (-kan) bermakna: a) melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar, berfungsi P, berperan perbuatan aktif, serta berobjek, b)) ketransitifan prefiks meng- + -kan bermakna melakukan aktivitas kegiatan yang dinyatakan oleh kata dasar (benefaktif)), berfungsi P, berperan perbuatan aktif, serta berobjek (dan berpelengkap); 2) ketaktransitifan prefiks meng- bermakna: a) menjadi, b) menyerupai, c) makan/minum, d)) menuju, e) mencari/mengumpulkan, dan berfungsi P, dan berperan keadaan, serta nomor 2.a) sampai dengan 2.i)) tidak memiliki sasaran (objek).
Kata Kunci: Prefiks meng-, Fungsi, Peran
Penulis: Siswanto PHM, Suyoto, Larasati, danArisul Ulumuddin
Kode Jurnal: jppendidikandd130204
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

NOVEL SABDA-SABDA CINTA KARYA NAJIB KAILANY

ABSTRAK:  Penelitian ini berjudul “Nilai Keislaman dan Anti Kekerasan dalam Novel Sabda-Sabda Cinta Karya Najib Kailany”.  Permasalahan dalam Penelitian ini adalah bagaimana nilai keislaman dan anti kekerasan dalam novel Sabda-Sabda Cinta karya Najib Kailany? Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendePenskripsikan nilai keislaman dan Anti Kekerasan dalam novel Sabda-Sabda Cinta karya Najib Kailany.  Penulisan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, kepustakaan dan analisis dengan pendekatan religi
Penelitian ini disampaikan secara keseluruhan bahwa nilai keislaman dan anti kekerasan yang terdapat dalam novel Sabda-Sabda Cinta karya Najib Kailany adalah sebagai berikut. Unsur Intrinsik yang terdapat dalam novel Sabda-Sabda Cinta meliputi tokoh, penokohan, dan latar. Nilai Keislaman yang terdapat dalam novel Sabda-Sabda Cinta berdasarkan teori Religiusitas yaitu mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan lingkungan. Adapun Nilai Keislaman dalam novel ini antara lain (1) Nilai Keimanan atau Aqidah, berarti kepercayaan atau keyakinan; (2) Nilai Keibadahan atau Syariah berarti jalan yang harus ditempuh seorang muslim.; (3) Nilai Kesusilaan atau Akhlak dan Anti Kekerasan berarti kekuatan jiwa yang mendorong perbuatan tanpa adanya kekerasan. Dalam novel ini yang mempunyai nilai keimanan, nilai keibadahan dan nilai kesusilaan dimiliki oleh tokoh Iryan, Syaikh Iedoul Housaini, dan Maishun. Bagi calon guru Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya sering mengikuti perkembangan sastra, sehingga dapat memperluas wawasan dalam bidang Bahasa dan Sastra Indonesia.
 Kata Kunci: nilai keislaman, anti kekerasan
Penulis: Mukhlis
Kode Jurnal: jppendidikandd130203
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

PROSES PEMBENTUKAN SLANG MALANG

ABSTRAK: Seseorang akan menggunakan berbagai bahasa seperti yang digunakan oleh orang lain dalam komunitas atau kelompok sebagai pengakuan bahwa ia adalah bagian dari kelompok. Slang Malang adalah salah satu dari keragaman bahasa sebagai kebanggaan Malangnese. Sejak zaman agresi militer Belanda pasca-kemerdekaan Indonesia sampai sekarang, keragaman ini masih ada meskipun telah banyak berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sederhana aturan dasar dalam proses pembentukan sinkron untuk mendokumentasikan (berbagai) bahasa sebelum perubahan terjadi selanjutnya.
kata kunci: bahasa, variasi
Penulis: Icuk Prayogi
Kode Jurnal: jppendidikandd130202
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

JEJAK BAHASA JAWA SAMIN KLOPODUWUR BLORA (Sebuah Rekaman Sinkronis)

Abstrak: Ahli bahasa mencatat masyarakat di wilayah Blora memiliki tradisi bahasa Jawa unik yang masih dipertahankan sampai sekarang, yaitu “Bahasa Samin”. Tradisi ini mulanya muncul sebagai upaya masyarakat untuk melindungi diri dan melawan secara pasif terhadap penjajah. Kenyataan lapangan menunjukkan bahwa komunitas Samin sudah tidak ada lagi di lokasi awal kemunculan ajaran Samin yaitu desa Klopoduwur, kecamatan Banjarejo, Blora. Tulisan ini berusaha menelusuri jejak-jejak bahasa Jawa Samin pada keluarga yang tersisa di wilayah tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi yaitu dengan teknik rekam, simak, dan catat, serta melalui kuesioner. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dan dilakukan dengan metode padan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa terdapat sejumlah perbedaan dan persamaan antara bahasa Jawa keluarga keturunan Samin dengan bahasa Jawa Standar, yakni ada 25 perbedaan dan 92 persamaan. BJKKS juga memiliki variasi secara fonemis, morfologis, dan leksikal. Perbedaan yang minim dan tidak menunjukkan kekhasan ajaran Samin membuktikan bahwa BJKKS tidak jauh berbeda dengan bahasa Jawa Standar. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa jejak keunikan lingual Samin di Klopoduwur Blora telah hilang seiring hilangnya komunitasnya.  
Kata Kunci: Bahasa Jawa, Samin, Klopoduwur Blora, Hilang
Penulis: Eva Ardiana Indrariani
Kode Jurnal: jppendidikandd130201
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS PUISI BERKONTEKS LINGKUNGAN PESERTA DIDIK BERMUATAN NILAI-NILAI RELIGIUS UNTUK MADRASAH ALIYAH

ABSTRAK: Bahan  ajar  menulis  puisi  dalam  kurikulum  Bahasa  dan  Sastra  Indonesia  perluh dikembangkan berdasarkan kebutuhan peserta didik. Dalam pengembangannya bahan ajar menulis  puisi  untuk  Madrasah  Aliyah  harus  disesuaikan  dengan  konteks  lingkungan peserta  didik  yang  mempunyai  nilai-nilai  religius  dengan  cara  mengintegrasikan  nilai-nilai religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik dan guru dalam pengembangan bahan ajar  menulis puisi berkonteks lingkungan peserta didik bermuatan  nilai-nilai  religius  untuk  madrasah  aliyah,  mendeskripsi  karakteristik  bahan ajar  menulis  puisi  yang  dikembangkan  berkonteks  lingkungan  peserta  didik  bermuatan nilai-nilai religius untuk madrasah aliyah, dan menentukan keefektifan penggunaan bahan ajar  menulis  puisi  berkonteks  lingkungan  peserta  didik  bermuatan  nilai-nilai  religius untuk  madrasah  aliyah.  Berdasarkan  analisis  dan  pembahasan  hasil  penelitian  terhadap guru  dan  peserta  didik  madrasah  aliyah  membutuhkan  bahan  ajar  menulis  puisi  yang bermuatan  nilai-nilai  religius  bersumber  dari  kisah  nyata.  Berdasarkan  tahap pengembangan  diperoleh  bahan  ajar  menulis  puisi  berkonteks  lingkungan  peserta  didik bermuatan nilai-nilai religius  untuk madrasah aliyah  yang berjudul Cara Mudah  Menulis Puisi.  Buku  yang  bermuatan Nilai-nilai religius ini telah  dinyatakan baik  dan layak  oleh ahli  serta  diterima  oleh  masyarakat  khususnya  peserta  didik  dan  guru  Madrasah  Aliyah. Bahan  ajar  menulis  puisi  berkonteks  lingkungan  peserta  didik  bermuatan  nilai-nilai religius  memiliki  aspek  keefektifan  setelah  dilakukan  uji  coba  terbatas  pada  MAN  1 Semarang.   
Kata  Kunci:  pengembangan  bahan  ajar,  menulis  puisi,  lingkungan  peserta didik, nilai-nilai religious
Penulis: Arisul Ulumuddin
Kode Jurnal: jppendidikandd130200
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

TOKOH WANITA DAN NILAI MORAL DALAM NOVEL DISGUISED (SANG PENYAMAR): MEMOAR MASA PERANG KARYA RITA LA FONTAINE DE CLERCQ ZUBLI

ABSTRAK: Tokoh Wanita dan Nilai Moral dalam Novel Disguised (Sang Penyamar): Memoar Masa Perang karya Rita La Fontaine De Clercq Zubli". Semarang: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Semarang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tokoh wanita dan nilai moralnya dalam novel Disguised (Sang Penyamar): Memoar Masa Perang karya Rita La Fontaine De Clercq Zubli. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tokoh wanita dan nilai moral dalam novel Disguised (Sang Penyamar): Memoar Masa Perang karya Rita La Fontaine De Clercq Zubli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis, metode kepustakaan, dan pendekatan moral. Berdasarkan analisis data, dapat diperoleh simpulan dari penelitian ini sebagai berikut, novel Disguised (Sang Penyamar): Memoar Masa Perang karya Rita La Fontaine De Clercq Zubli tersebut mengandung banyak nilai moral yang terdiri atas tujuh kepribadian moral. Tokoh utama yang ada dalam novel ini adalah tokoh wanita yang juga merupakan pengarang dari novel Disguised (Sang Penyamar): Memoar Masa Perang, yaitu Rita La Fontaine De Clercq Zubli. Moralitas tokoh wanita tersebut dapat ditemukan dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi, antara lain kejujuran, nilai-nilai otentik, kesediaan untuk bertanggung jawab, keberanian moral, kemandirian moral, kerendahan hati, serta realistik dan kritis.
Kata kunci: tokoh wanita, nilai moral, novel
Penulis: Asropah, Ikha Listyarini
Kode Jurnal: jppendidikandd130199
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIDATO DENGAN PAKET BELAJAR MANDIRI PADA KELAS IX SISWA SMPN 2 SEMARANG

ABSTRAK: Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk mendeskripsikan   pembelajaran  berpidato dengan memanfaatkan  paket  belajar  mandiri.  Penelitian  tentang  potret  pembelajaran  berpidato  ini dalam  kerangka  besarnya  merupakan  penelitian deskriptif, yang dijaring dari  observasi, jurnal,  wawancara,  dokumentasi,  dan  pembelajaran  langsung.  Berdasarkan  analisis,  media paket belajar mandiri untuk pembelaajaran berpidato ini dapat dikatakan dapat meningkatkan kompetensi berpidato siswa. Peningkatan kompetensi ini ditandai dengan meningkatnya sikap positif  dan  nilai  rata-rata  sebesar  13,65%,  yakni  dari  78,16  menjadi  91,8.  Berdasarkan  hasil penelitian,  disarankan  guru  bahasa  Indonesia,  hendaknya  kreatif  dalam  menyajikan pembelajaran, khususnya keterampilan berbicara. Kreativitas pemilihan media dan ketepatan model  sangat  mentukan  keberhasilan  pembelajaran.  Selain  itu,  praktisi  pendidikan  bidang bahasa,  dan  ahli  bidang  studi  bahasa,  dapat  memanfaat  penelitian ini  sebagai  bahan  pijakan untuk  melakukan  perbaikan  pembelajaran  dan  melakukan  penelitian  serupa  dengan  objek pebelitian yang berbeda
Kata Kunci: pembelajaran, keterampilan berpidato, paket panduan mandiri
Penulis: Larasati
Kode Jurnal: jppendidikandd130198
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERMUATAN BUDI PEKERTI PADA PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN UNTUK SISWA KELAS IX

ABSTRACT: The problems in this research is the development of teaching material for writing short stories containing ethical themes for students of class IX. The subproblems are divided into: (1) how is the extent of learning characteristic of writing short stories containing ethical themes for students of class IX, (2) how is the development of writing short stories containing ethical themes for students of class IX, (3) how is the effectiveness of learning material for writing short stories containing ethical themes for students of class IX. The purposes of this research are: (1) to decribe the characteristics of short stories on the subject of writing short stories containing ethical themes for students of class IX, (2) to develop the characteristics of short stories on the subject of writing short stories containing ethical themes for students of class IX, (3) determine the effectiveness of teaching material on the subject of writing short stories containing ethical themes for students of class IX
This study used research and development approach by applying a tenstep implementation, referring to the theory of Borg and Gall (2002:571) which are summarized into seven steps. Based on the research analysis and discussion, it is summarized into some conclusions; (1) a description of short stories characteristics in learning writing short stories containing ethical values for IX grade students, which includes (a) a description of short stories characteristics based on the short stories conditions, (b) a description of short stories characteristics based on the theme, setting, plot, characters, and the types of short stories, (c) a description of teaching materials characteristics in writing short stories is based on the book’s cover like the shape, the size, and thickness of books. (d) a description of teaching materials characteristics in writing short stories is based on the language used in the book. (e) while in the supporting aspect.
Key words: Improvement of teaching, writing short stories, character building.
Penulis: Agus Wismanto
Kode Jurnal: jppendidikandd130197
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<< ... 
 
Owner : E JURNAL | email: ardi@e-jurnal.com
Informasi terlengkap dan up to date dalam E JURNAL mempersembahkan untuk khalayak ramai