JURNAL TERBARU

Studi Eksperimental Pengontrolan Air Conditioning System Dengan Fuzzy Logic Control

Abstrak: Energi listrik yang tersedia di Indonesia saat ini  belumlah mencukupi untuk segala kegiatan yang ada,  ini bisa dibuktikan dengan seringnya terjadinya pemadaman bergilir di beberapa daerah di Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan penghematanpenghematan dalam pemakaian  energi  listrik  disegala bidang,  salah  satunya  yaitu  sistem  refrigerasi.  Penelitian  ini dilakukan dengan menguji AC (3 HP/3 phase) menggunakan 2 sistem kontrol yang berbeda, yaitu kontrol konvensional dan  FLC.  Pengujian  dilakukan  dengan  menempatkan  indoor  unit  di  ruangan  cold  storage.   Setiap  pengujian dilakukan dengan beban yang bervariasi dalam ruangan uji, yaitu tanpa beban lampu, beban lampu 1000 Watt, dan lampu 2000 Watt. Pengujian sistem kontrol konvensional menggunakan suhu setting point 26C dan 3 variasi diferensial yaitu 1C, 2C dan 3C, sistem FLC menggunakan suhu setting point 26C. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi sistem FLC menghasilkan konsumsi energi listrik yang paling rendah dibandingkan kontrol konvensional didalam  hal ini adalah pada diferensial 1. Konsumsi energi listrik aplikasi FLC pada beban 1000 Watt lebih rendah 11% dan pada beban 2000 Watt lebih rendah 4% dibandingkan dengan kontrol konvensional pada diffrensial 1.
Kata kunci: sistem refrigerasi, kontrol konvensional, FLC

Memanfaatkan Air Bilasan Bagas Untuk Menghasilkan Listrik Dengan Teknologi Microbial Fuel Cells

Abstraksi: Sebuah rancangan sel bahan bakar microbial fuel sell (MFC) Tipe H dengan mengunakan membran (PEM) dari jembatan garam digunakan dalam penelitian ini untuktujuan menghasilkan listrik arus searah dengan memanfaatkan air bilasan  bagas.  Air  bilasan  bagas  digunakan  untuk  memperkaya  mikroba  pengoksidasi  donor  elektron  di  anoda.  Oksigen dipompakan  (aerasi  paksa)  di  katoda.  Dalam  waktu  7  sampai  9  hari  akan  dihasilkan  sistem  yang  stabil  arus   240  mV. Penggunaan elektrode yang lebih banyak untuk memperluas permukaan elektrode yaitu dari 3, 6, dan 9. Serta penggunaan dua buah PEM yang memiliki ketebalan 10 cm dengan permukaan bidang kontak yang berbeda masing-masing dianoda dan katoda  sebesar  2  inchi  dan  4  inchi.  Sehingga  setelah  pengujian  dilakukan  diperoleh  data  yang  menunjukkan  bahwa  air blasan bagas dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dengan teknologi MFC serta dengan kombinasi beberapa faktor tersebut juga akan menghasilkan peningkatan kinerjaMFC tersebut.
Kata kunci: Microbial fuel cell (MFC) tipe H, Proton ExchangeMembran (PEM) jembatan garam , Aerasi paksa, elektrode, katoda, anoda

ProsesTreatmentDengan Menggunakan NaOCl Dan H2SO4 Untuk Mempercepat Pembuatan Bioetanol Dari Limbah Rumput Laut Eucheuma Cottonii

Abstrak: Proses fermentasi limbah rumput laut jenis Eucheumacottonii untuk menjadi bioetanol dapat dipercepat  dengan memberikan perlakuan khusus, yakni dengan melakukanproses delignifikasi dengan menggunakan NaOCl dan  perendaman dengan menggunakan H2SO4untuk berbagai variasi campuran. Proses fermentasi juga dilakukan dengan menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae dengan berbagai variasi campuran, untuk mengetahui laju fermentasi bioetanol. Pada penelitian ini variasi campuran NaOCl yang digunakan adalah 0,25%, 0,50% dan 0,75%. H2SO4 dipergunakan dengan konsentrasi 0,5% dan variasi ragi Saccharomyces cerevisiae dengan perbandingan 1: 0,0015; 1: 0,003; 1: 0,0045; 1: 0,006 dan 1: 0,0075 untuk setiap kilogram limbah EucheumaCottonii dan ragi, serta waktu fermentasi dari 3,  6 dan 9 hari. Sebagai pembanding adalah treatment yang sama, tetapi tanpamenggunakan H2SO4. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut. Laju fermentasi bioetanol paling tinggi adal ah sebesar 4,4% per hari dan kadar alkohol paling tinggi yang dihasilkan adalah sebesar 14,0%. Hal ini diperoleh dengan cara setiap kilogram limbah Eucheuma  cottonii diproses  secara  delignifikasi  dengan  konsentrasi  NaOCl  0,5%  yang  kemudian  dilanjutkan  dengan  treatment secara fisika, dengan variasi ragi 1: 0,006 dan dengan waktu fermentasi selama 3 hari.
Kata kunci: Bioethanol,ragi,fermentasi,mempercepat proses, limbah euheuma cottonii, NaOCl, H2SO4

Simulasi dan Studi Eksperimen Defleksi Beam Bright Mild Steel Akibat Variasi Beban Horisontal

Abstrak: Beam merupakan elemen dimana dimensi luas penampangnya relative lebih kecil dibandingkan panjangnya. Beam banyak digunakan dalam konstruksi bangunan gedung, jembatan, automobile dan struktur pesawat terbang. Umumnyabeam sering mendapatkan beban bending sehingga menyebabkan terjadi lendutan/defleksi. Dalam perencanaan suatu bagian mesin atau struktur  besarnya  defleksi  memegang  peranan  penting dan  sangat  perlu  diperhitungkan.  Apabila  lenturan  yang  terjadi melewati batas yang diijinkan, dapat menyebabkan kerusakan serius pada bagian-bagian mesin atau struktur karena dapat mengakibatkan komponen menyimpang dari fungsi utamanya. Pada penelitian ini material yang digunakan adalah Bright Mild Steel (ASTM 1060), dengan specimen berupa portal beam. Beban diberikan di salah satu ujung portalbeam dalam arah horizontal dengan variasi W = 100, 150, 200, 250, 300, 350, 400, 450, 500, dan 550 gr Parameter yang  diamati adalah pengaruh beban terhadap defleksi dalam arah horisontal, dan defleksi yang terjadi diselesaikan dengan  simulasi computer dengan model BEAM3 2D. Hasil simulasi dievaluasi dengan menggunakan data eksperimen. Evaluasi dilakukan dengan uji statistic  (uji  t).  Hasil  simulasi  dikategorikan  baik  jika  hasil  simulasi  sama  dengan  hasil  eksperimen. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa pembebanan horizontal berpengaruhsecara signifikan terhadap defleksi yang terjadi. Defleksi semakin besar seiring dengan bertambahnya beban. Pemodelan menggunakan BEAM3 2D memberikan hasil simulasi yangbaik. Hal ini ditunjukkan dari uji t yang dilakukan, dimana hasil simulasi yang diperoleh sama dengan hasil darieksperimen.
Kata kunci: simulasi computer, defleksi, beam

Pembuatan Etanol Generasi Kedua Dengan Memanfaatkan Limbah Rumput Laut Eucheuma CottoniiSebagai Bahan Baku

Abstraksi: Krisis energi yang terjadi di berbagai negara di belahan dunia saat ini sudah memasuki tahapan yang sa ngat serius dan memprihatinkan sehingga harus segera dicari metode pemecahan masalahnya, termasuk Indonesia. Sumber bahan baku potensial yang  ketersediaannya  melimpah,  berharga  murah,  belum  banyak  dimanfaatkan  orang  dan  mengandung  struktur gula sederhana yang dapat diubah menjadi etanol adalah bahan-bahan berlignosellulosa yang dalam beberapa dekade terakhir, menjadi  salah  satu  obyek  penelitian  yang  menarik  untuk  mengetahui  potensi  dari  bahan  –  bahan  lignoselulosa  dalam memproduksi  etanol.  Salah  satu  komoditi  perairan  Indonesia  yang  sangat  berpotensi  untuk  dikembangkan  adalah  rumput  laut Eucheuma cottonii dan sisa hasil panen cottonii yang tidak termanfaatkan dapat dimanfaatkan kembali menjadi salah satu bahan baku pembuatan  etanol  pengganti  bahan  baku  yang  selama  ini  digunakan  seperti  jarak,  singkong  dan  tebu.  Dalam  penelitian  ini, pendekatan  yang  ditempuh  berupa  metoda  pengujian  langsung  dilapangan.  Pengujian  dilakukan  dengan  membandingkan variasi rasio limbah cottonii dengan yeast pada proses fermentasi dengan variasi waktu fermentasi dan  variasi delignifikasi untuk  mencari  perbandingan  kadar  kemurnian  etanol,  volume  etanol  dan  laju  fermentasi  dengan  menggunakan  alat  ukur yang bernama vinometer.Hasil dari penelitian yang dilakukan dengan metode diatas diperoleh hasil sebagai berikut : Pada delignifikasi  NaOH  15%  dan  dengan  perbandingan  (1:0,006)  untuk  limbah  cottonii  dan  ragi  diperoleh  kadar  kemurnian, volume etanol dan laju fermentasi terbaik. Dimana kadar etanol tertinggi didapatkan dari perlakuan secara biologi yaitu sebesar  15,5%  dan  secara  fisika  sebesar  14,8%  pada  hari  ke  6  fermentasi.  Begitu  juga  dengan  volume  etanol  yang dihasilkan lebih tinggi dimana volume maksimal yangmampu dihasilkan adalah 245 ml pada perlakuan biologi dan 234 ml pada  perlakuan  fisika  pada  hari  ke  9  fermentasi. Sementara  itu  laju  fermentasi  tertinggi  yang  mampu  dihasilkan  adalah sebesar 0,058 kg/hari pada perlakuan fisika, dan 0,063 kg/hari pada perlakuan biologi pada hari ke 3 fermentasi sehingga secara  keseluruhan  kadar  kemurnian  etanol,  volume  etanol  dan  laju  fermentasi  yang  dihasilkan  dengan  tr eatment  secara  biologi memberikan hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar etanol yang dihasilkan dari treatment secara fisika.
Kata Kunci: Delignifikasi, vinometer, etanol

Pengaruh Temperatur Operasi Dan Kecepatan Superfisial Terhadap Komposisi Gas Produser Pada Gasifikasi Fluidized Bed Berbahan Bakar Sampah Terapung

Abstraksi: Pengelolaan  sampah  menjadi  energi  yang  bernilai  ekonomis  dapat  dilakukan  dengan  teknologi  gasifikasi  fluidized  bed. Gasifikasi adalah suatu proses thermokimia yang mengubah biomassa/sampah padat menjadi gas produser (CO, H2, CO2dan HC) dengan menggunakan agen gasifikasi udara, uap air, oksigen atau campurannya. Dalam penelitian gasifikasi bahan bakar sampah terapung yang dibuat dalam bentuk pelet dengan ukuran diameter 1, 25 cm dan tinggi 1,25 cm dengan massa 1,22 gram, digunakan agen  gasifikasi campuran  udara  dengan  oksigen. Temperatur operasi  (Top) pada  reaktor  dipilih  500oC  dan  600oC dengan kecepatan superfisial (Uo) masing-masing 0,105 m/det., 0,125 m/det., 0,145 m/det. dan 0,165 m/det. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menaikkan temperatur operasi dari 500oC menjadi 600oC maupun menaikkan kecepatan superfisial dari  0,105  m/detik  menjadi  0,125  m/detik,  tidak  berpengaruh  langsung  terhadap  peningkatan  prosentase/kadar  gas  CO,  CO2 maupun HC yang dihasilkan.
Kata kunci: gasifikasi fluidized bed, sampah terapung, agen gasifikasi, gas produser, kecepatan superfisial

Ketahanan Bending Komposit HybridSerat Batang Kelapa/Serat Gelas Dengan Matrik Urea Formaldehyde

Abstraksi: Komposit  mempunyai  keunggulan  tersendiri  dibandingkan  dengan  bahan  teknik  alternative  lain  seperti  kuat, ringan,  tahan  korosi,  ekonomis  dsb.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  karakteristik  ketahanan  bending komposit hybrid serat batang kelapa/serat gelas menggunakan resin urea formaldehyde. Pembuatan komposit dilakukan dengan cara hand lay  up dimana panjang serat batang kelapa/serat gelas 2cm, dengan  arah  serat  random.  Pengujian  yang  dilakukan  adalah  pengujian  bending  dan  dilakukan  pengulangan  tiga  kali. Penelitian ini menggunakan hybrid serat batang kelapa/fiber glass dengan variasi fraksi volume serat batang kelapa/fiber glass 10:20, 15:15 dan 20:10 (%). Spesimen pengujian bending sesuai dengan standar ASTMD 790. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan bending tertinggi komposit hybrid serat batang kelapa/serat gelas  pada  fraksi  volume  serat  batang  kelapa/fiber  glass  10:20  %  yaitu  22,7  N/mm2,  kemudian  berturut-turut  15:15  dan 20:10 yaitu 19,6 N/mm2dan 17,37 N/mm2
Kata kunci: Hybrid serat, serat batang kelapa, serat gelas, Bending, urea formaldehyde

Performansi Kolektor Surya Tubular Terkonsentrasi Dengan Pipa Penyerap Dibentuk Anulus Dengan Variasi Posisi Pipa Penyerap

Abstract: Berdasarkan geometrinya salah satu jenis kolektor surya adalah kolektor tubular. Kolektor tubular adalah sebuahkolekor surya konsentris, dimana antara kaca penutup (cover) dan pipa penyerap (absorber) membentuk anulus. Pipapenyerap berada disebelah dalam sedangkan kaca penutup dengan diameter yang lebih besar berada di sebelah luar. Saatini kaca penutup pada kolektor tubular hanya difungsikan untuk menghalangi panas terbuang ke lingkungan. Selain itukolektor tubular umumnya menggunakan tipe aliran fluida kerja satu arah. Pada penelitian yang telah dilakukan, dibuatrancang bangun sebuah kolektor tubular, dimana dipilih tabung kaca sebagai kaca penutup yang separuh bagiannyadimodifikasi dengan membentuk reflektor pada bagian bawah dan pipa penyerap yang dibuat membentuk anulus denganarah aliran mengikuti anulus.Metode yang umum digunakan untuk mengevaluasi performansi kolektor adalah instantaneous efficiency. Effisiensikolektor merupakan perbandingan panas yang diserap oleh fluida dan intensitas matahari yang mengenai kolektorPerformansi dari kolektor dapat dinyatakan dengan effisiensi temalnya.Eefisiensi aktual kolektor surya tubular terkonsentrasi dengan pipa penyerap dibentuk anulus dan kolektor suryatubular terkonsentrasi dengan pipa penyerap yang dibentuk lurus dengan variasi posisi pipa penyerap pada posisi 5 (L5 = -5,32 cm) lebih tinggi dibandingkan dengan energi berguna aktual (Qu,a) pada posisi L1 = 5,32 cm, L2 = 2,66 cm, L3 = 0 cm,dan L4 = -2,66 cm
Keywords: Kolektor Surya Tubular Terkonsentrasi, Pipa Penyerap Anulus, Eefisiens ktual kolektor

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PLATFORM VALIDASI INERTIAL MEASUREMENT UNIT (IMU)

ABSTRACT: Aplikasi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) membutuhkan Inertial Measurement Unit (IMU) untuk meningkatkan kecepatan akurasi manuver. IMU yang umum digunakan yaitu jenis lowcost yang mudah dimodifikasi dan didapatkan di pasaran. IMU low cost membutuhkan kalibrasi untuk memverifikasi kesalahan-kesalahan akibat hardware pada rangkaian. Kalibrasi IMU menggunakan platform yang dirancang dengan referensi dari sistem carpal wrist device. Tujuan penelitian adalah mendapatkan pembacaan empat derajat kebebasan yaitu pitch (α), roll(θ), yaw (ψ), dan akselerasi sumbu Z (az) dari gerakan yang terkontrol dari platform. Pengetesan platform dilakukan pada ground test. Prosedur penelitian meliputi pengolahan hardware dan software; desain, pembuatan, dan pengetesan IMU; dan simulasi dengan SimMechanics dan analisa hasil. Pada pengujian pitch didapatkan pitch minimum α = -5.80, pitch minimum simulasi α = -8.50. Pada pengujian rolldidapatkan rollminimum adalah θ = -50 dan rollmaksimum θ = 50, dari rollminimum simulasi adalah θ = -120 dan rollmaksimum θ = 120. Pengujian pada yaw mendapatkan nilai yaw minimum adalah ψ = -1650. Pengujian akselerasi sumbu Z menghasilkan az = 6m/s2.
KEYWORDS: inertial measurement unit, platform validasi, SimMechanics

PENGARUH PENGGUNAAN BROQUET PADA PRESTASI MESIN SEPEDA MOTOR

ABSTRACT: Jumlah mobil di Indonesia telah mencapai 10 juta unit, bertambah 500 ribu unit per tahun dan sepeda motor lebih dari 25 juta unit dan bertambah 5 juta unit per tahun akan makin mencemari lingkungan serta memacu pemanasan global. Untuk mengurangi dampak emisi gas buang salah satu alat penghemat bahan bakar adalah katalisator Broquet. Katalis ini terbuat dari palladium campuran berbentuk kasa direndam dalam bahan bakar, sehingga oktan bahan bakar bertambah dan pembakaran menjadi lebih sempurna. Pengujian akan mengkaji efek penggunaan Broquet pada mesin sepeda motor Honda CS-1 125 cc terhadap perubahan performa mesin yang meliputi daya, torsi, konsumsi bahan bakar dan efisiensi. Dari hasil pengujian didapatkan torsi maksimal meningkat 18,8 % dari 11,44 Nm menjadi 13,60 Nm, setelah menggunakan broquet. Demikian juga terjadi peningkatan daya pengereman maksimal 22 % dari 0,92 kW menjadi 1,14 kW, selain itu juga diperoleh penghematan bahan bakar sebesar 13 % yang semula 1,14 liter/jam menjadi lebih hemat yaitu 1,01 liter/jam, Ditinjau dari prestasi mesin broquet layak digunakan sebagai penghemat bahan bakar alternatif bahkan dari hasil pengujian emisi gas buang penggunaan broquet juga lebih ramah lingkungan
KEYWORDS: performa mesin sepeda motor, katalis Broquet
 
Support : E-JURNAL | PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2013. JURNAL - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai
Proudly powered by Blogger