Validitas Skor Royal College of Paediatrics and Child Health London untuk Mendeteksi Infeksi Bakteri Serius pada Anak
Abstrak: Mengingat peningkatan
angka kematian anak akibat peningkatan insiden penyakit infeksi bakteri serius
(IBS) pada anak, serta faktor risiko IBS yang beragam di sarana pelayanan
kesehatan yang terbatas, merupakan alasan untuk mempergunakan model skoring
dalam mendeteksi IBS.
Tujuan. Mengetahui validitas Skor Royal College of Paediatrics and Child
Health London (RCPCH) dalam mendeteksi IBS pada anak dengan demam dan mencari
faktor prediktor IBS.
Metode. Dilakukan 2 jenis metode penelitian yaitu uji diagnostik untuk
mengetahui validitas Skor RCPCH dalam mendeteksi IBS pada anak dengan demam,
dan kohort prospektif untuk mencari faktor prediktor IBS. Baku emas adalah
diagnosis akhir sesuai ICD-10.
Hasil. Didapatkan 260 subyek penelitian, analisis dilakukan pada 253
subyek (97,3%) karena 7 pasien tidak dapat dihubungi (loss of follow-up). Umur
berkisar dari 1 bulan sampai 12 tahun. Proporsi laki-laki lebih banyak dari
pada perempuan, dan kelompok umur terbanyak adalah > 36 bulan (51,4%). Diagnosis
IBS didapatkan pada 28,9% subyek; dengan diagnosis terbanyak pneumonia (19%).
Skor RCPCH mempunyai sensitifitas 58,9%, spesifisitas 86,7%, nilai duga positif
64,2%, nilai duga negatif 83,8%, rasio kemungkinan positif 4,42, rasio
kemungkinan negatif 0,47, post tes probabilitas 64,23%, serta area under ROC
curve 72,8%. Batuk, sesak napas, mencret, kejang, umur 1-36 bulan, suhu tubuh ≥
37,50 C, hipoksia, dan takipnea merupakan faktor prediktor terjadinya IBS.
Kesimpulan. Skor RCPCH dapat digunakan untuk memprediksi IBS pada anak
umur 1 bulan–12 tahun. Batuk, sesak napas, mencret, kejang, umur 1-36 bulan,
suhu tubuh ≥ 37,50 C, hipoksia, dan takipnea merupakan faktor prediktor
terjadinya IBS.
Kata Kunci: Skor infeksi
bakteri serius, RCPCH, uji diagnostic
Penulis: I Wayan Gustawan, Sri
Rezeki S Hadinegoro, Hindra Irawan Satari, Mulya Rahma Karyanti
Kode Jurnal: jpkedokterandd160698