Skor prediktor kematian sepsis neonatorum awitan dini
Abstrak: Sepsis neonatorum
awitan dini memiliki angka kematian tinggi dan sering memerlukan perawatan
intensif. Beberapa sistem skor dikembangkan sebagai prediktor luaran, tetapi
sering hanya pada berat lahir rendah atau memerlukan banyak pemeriksaan
penunjang. Sistem skoring baru yang mudah, sederhana, cepat, dan dapat
diaplikasikan akan memudahkan klinisi memprediksi luaran untuk pemilihan
intervensi maupun konseling.
Tujuan. Mengembangkan model skor sebagai prediktor kematian sepsis
neonatorum awitan dini.
Metode. Penelitian kohort retrospektif di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
menggunakan data sekunder bayi lahir bulan Januari 2014 – Mei 2015 dengan
sepsis neonatorum awitan dini sesuai kriteria klinis. Bayi dieksklusi jika
memiliki kelainan bawaan mayor atau data tidak lengkap. Pengembangan sistem
skoring dengan metode Spiegelhalter Knill-Jones. Pembobotan skor digunakan
nilai koefisien regresi logistik, sedangkan penentuan nilai titik potong skor
digunakan kurva receiver operating characteristics (ROC).
Hasil. Seratus delapan subjek memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Mortalitas sebesar 24%. Pengambilan skor 6 variabel yang memenuhi nilai LR,
yaitu usia kehamilan (≤33 minggu: skor: 2, >33 minggu: skor -4), asfiksia
(ya: 4, tidak: -5), leukopenia (≤5000: 10, >5000: 0), Trombositopenia
(≤100.000: 5, >100.000: 0), absolute neutrophyl count (≤2000: 18, >2000:
-1), dan biakan kuman (tumbuh: 10, tidak tumbuh: -3). Area under curve (AUC)
adalah 83,8% (74,3%-92%). Titik potong pada skor 2 memiliki sensitivitas 84,6%,
spesifisitas 64,4%, nilai ramal positif 43%, nilai ramal negatif 93%,
likelihood ratio (LR) positif 2,39, dan LR negatif 0,24.
Kesimpulan. Skor ≥2 dapat memprediksi kematian sepsis neonatorum awitan
dini.
Kata Kunci: sepsis neonatorum;
awitan dini; skor; prediksi; kematian
Penulis: Rizki Kawa Ramadani,
Alifah Anggraini, Setya Wandita
Kode Jurnal: jpkedokterandd160697