VALIDITAS METODE RINOHIGROMETRI SEBAGAI INDIKATOR SUMBATAN HIDUNG


Abstrak: Setiap penyempitan rongga hidung baik akibat proses perubahan pada mukosahidung ataupun penyebab yang lain akan mengakibatkan timbulnya gejala sumbatan hidung. Gejalasumbatan hidung dapat bersifat ringan sampai berat bahkan dapat terjadi sumbatan total. Tujuan: Untukmenentukan validitas metode rinohigrometri sebagai indikator sumbatan hidung. Metode: Penelitian inimenggunakan studi analitik terhadap uji diagnostik untuk menentukan nilai sensitivitas dan spesifisitasmetode rinohigrometri sebagai indikator sumbatan hidung dibandingkan dengan peak nasal inspiratoryflow (PNIF) sebagai standar baku pada subjek yang mengalami sumbatan hidung dan subjek yang tidakmengalami sumbatan hidung. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa telah ditetapkan nilai titik potongmetode rinohigrometri adalah 3 cm dan 4 cm pada sisi panjang dan lebar, sedangkan nilai titik potongstandar baku PNIF adalah 80 liter/menit. Sensitivitas dan spesifisitas metode rinohigrometri padasisi panjang adalah 87,8% dan 100%, sedangkan pada sisi lebar adalah 95,1% dan 89,8%. Kesimpulan:Metode rinohigrometri memiliki validitas sebagai indikator sumbatan hidung.
Kata kunci: metode rinohigrometri, sumbatan hidung, titik potong, sensitivitas, spesifisitas
Penulis: Rachmawati Djalal, Abdul Qadar Punagi, Andi Baso Sulaiman, Fadjar Perkasa
Kode Jurnal: jpkedokterandd110302

Artikel Terkait :