Uji Diagnostik C-Reactive Protein pada Pneumonia Bakteri Komunitas Anak
Abstrak: Polymerase chain
reaction (PCR) merupakan teknik untuk menentukan agen penyebab pneumonia dengan
sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, tetapi harganya mahal dan tidak
tersedia di semua tempat. C-reactive protein (CRP) juga dapat digunakan untuk
memprediksi infeksi bakteri dan memiliki keunggulan yang lain, yakni harganya
yang murah dan hampir tersedia di semua laboratorium.
Tujuan. Mengetahui sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif,
dan nilai prediksi negatif CRP pada pneumonia bakteri komunitas anak.
Metode. Penelitian cross sectional pada 62 subjek di Bagian Ilmu
Kesehatan Anak RS. Dr. M. Djamil Padang dari Desember 2013 sampai Oktober 2014.
Subjek dipilih dengan teknik konsekutif. Dilakukan uji CRP dan teknik PCR
sebagai baku emas. Duapuluh tiga sampel diekslusi karena menderita penyakit
jantung bawaan (7), sepsis (6), telah mendapatkan antibiotik (4), dan orang tua
menolak pemeriksaan (6) sehingga total sampel menjadi 39 anak.
Hasil. Sebagian besar subjek penelitian adalah laki-laki (59%) dan
kelompok umur terbanyak 2-11 bulan (48,7%). Sensitivitas CRP dengan cut off
point 8 mg/L adalah 51,6%, spesifisitas 75%, nilai prediksi positif 88,8%,
nilai prediksi negatif 28,6%. Pada cut off point 10 mg/L, sensitivitas CRP
adalah 41,9%, spesifisitas 87,5%, nilai prediksi positif 92,9%, nilai prediksi
negatif 28%.
Kesimpulan. C-reactive protein tidak dapat digunakan sebagai uji tapis
terhadap pneumonia bakteri komunitas anak.
Kata Kunci: pneumonia;
C-reactive protein (CRP); teknik polymerase chain reaction (PCR)
Penulis: Ikhsan Marzony, Finny
Fitry Yani, Efrida Efrida
Kode Jurnal: jpkedokterandd160685