Faktor Risiko Hipospadia pada Anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Abstrak: Dilaporkan
peningkatan kejadian hipospadia dan faktor risiko, salah satunya adalah paparan
pestisida. Faktor risiko lainnya adalah riwayat obstetri dan riwayat pada masa
neonatus.
Tujuan. Mengetahui faktor risiko terjadinya hipospadia pada anak.
Metode. Penelitian kasus kontrol yang dilakukan sejak tahun 2008-2011 di
rumah sakit Dr. Sardjito dengan menggunakan catatan rekam medis. Besar subjek
penelitian 120 subjek. Data dianalisis dengan uji chi-square dan regresi
logistik.
Hasil. Terdapat 120 anak yang diteliti, 60 (50%) anak dengan hipospadia
dan 60 (50%) tanpa hipospadia. Anak yang lahir dari ibu dengan usia saat hamil
lebih dari 35 tahun memiliki faktor risiko lebih tinggi dibandingkan dengan
usia ibu kurang dari 35 tahun adjusted odds ratio (AOR: 4,17; IK95%:
1,12-15,49), sedangkan lokasi tempat tinggal dekat dengan areal persawahan (OR:
1,93: IK95%: 0,90-4,13), riwayat lahir prematur (OR: 2,13; IK95%: 0,97-4,52);
berat badan lahir rendah (OR: 3,14; IK95% 0,94-10,5), hipertensi pada ibu selama
kehamilan (OR: 2,47; IK95%: 0,71-85) dan diet vegetarian selama kehamilan (OR:
1,00; IK95%: 0,06-16,3).
Kesimpulan. Usia ibu lebih dari 35 tahun merupakan faktor risiko
terjadinya hipospadia pada anak.
Kata Kunci: hipospadia; faktor
risiko; anak
Penulis: F. Jerry Tangkudung,
S. Yudha Patria, Eggi Arguni
Kode Jurnal: jpkedokterandd160686