Tata Laksana Non Imunosupresan Sindrom Nefrotik pada Anak
Abstrak: Sindrom nefrotik
adalah keadaan klinis yang terdiri atas proteinuria masif, hipoalbuminemia
(< 2,5 g/dL), edema, dan hiperkolesterolemia. Terapi utama sindrom nefrotik
adalah imunosupresan terutama kortikosteroid. Pada sindrom nefrotik relaps
sering atau dependen steroid, dan sindrom nefrotik resisten steroid, selain
steroid diberikan juga imunosupresan lain seperti siklofosfamid, siklosporin,
mikofenolat mofetil, takrolimus, atau pun levamisol. Selain pemberian
imunosupresan diperlukan terapi suportif, yang meliputi terapi diitetik, tata laksana edema, hipertensi, hipovolemia,
trombosis, hiperlipidemia, dan infeksi. Tata laksana diitetik terdiri atas
kalori yang adekuat, protein sesuai recommended daily allowance, lemak low
saturated, dan rendah garam. Komposisi zat gizi yang dianjurkan terdiri atas
10-14% protein; 40-50% lemak poly- dan monounsaturated, 40-50% karbohidrat.
Tata laksana edema terdiri atas
restriksi cairan, pemberian diuretik, dan infus albumin jika perlu. Infeksi
yang sering terjadi pada sindrom nefrotik adalah selulitis peritonitis, dan
pneumonia yang diterapi dengan antibiotik sefotaksim, seftriakson,
ko-amoksiklav. Antihipertensi yang digunakan pada anak umumnya diuretik,
angiotensin converting enzyme inhibitors, angiotensin receptor blockers,
calcium channel blockers, (amblodipin, nifedipin, isradipin), alpha-symphatetic
agents, beta blockers dan vasodilator. Aktivitas fisik tidak perlu dibatasi,
dan pada edema ringan atau tidak berat tidak perlu dilarang pergi ke sekolah
Kata Kunci: anak; sindrom
nefrotik; terapi suportif
Penulis: Sudung Oloan Pardede
Kode Jurnal: jpkedokterandd170636