Tata laksana Metformin Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Anak Dibandingkan dengan obat Anti Diabetes Oral yang lain
Abstrak: Prevalens dan
insidens diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) pada anak terus mengalami peningkatan
di seluruh dunia. Data di Indonesia menunjukkan prevalens diabetes pada anak di
daerah perkotaan Jakarta meningkat dari 1,7% pada tahun 1982 menjadi 5,7% pada
tahun 1995, namun sayangnya tidak ada data lebih lanjut mengenai prevalens
DMT2. Sampai saat ini, obat anti diabetik oral yang sudah disetujui
penggunaannya pada anak oleh oleh Food and Drug Administration (FDA) hanya
metformin. Sedangkan obat anti diabetic oral golongan lain masih dalam
perdebatan. Dari penelusuran literatur didapatkan bahwa secara umum mekanisme
kerja obat-obat tersebut dalam mengontrol kadar gula darah yaitu dengan
meningkatkan sekresi insulin seperti obat golongan sulfonylurea, menurunkan
resistensi insulin seperti obat golongan biguanid dan menurunkan absorpsi
glukosa postprandial seperti obat golongan inhibitor-glucosidase.
Keberhasilanterapi dinilai berdasarkan kadar glukosa darah, kadar HbA1c, dan
sindrom metabolik yang menyertainya seperti obesitas, hipertensi dan
hiperlipidemia. Sampai saat ini belum ada data mengenai efektifitas dan keamanan
penggunaan obat anti diabetik oral selain biguanid metformin. Uji klinis
mengenai penggunaan obat-obatan anti diabetik oral selain metformin pada anak
dengan DMT2 masih perlu dilakukan untuk dapat dijadikan suatu rekomendasi
terapi. Selain mengontrol kadar gula darah, tata laksana DMT2 juga meliputi
modifikasi gaya hidup dan mengatasi gejala sindrom metabolik yang menyertainya.
Kata Kunci: diabetes mellitus
tipe 2; metformin; anak
Penulis: Aryana Diani, Aman B.
Pulungan
Kode Jurnal: jpkedokterandd100281