Penggunaan Steroid dalam Tata Laksana Sepsis Analisis Kasus Berbasis Bukti
Abstrak: Sepsis merupakan
salah satu penyebab kematian terbanyak di rumah sakit dengan mortalitas
50%-60%, meskipun dengan terapi antibiotik dan tata laksana suportif yang
adekuat. Steroid merupakan pilihan terapi pada sepsis yang masih kontroversial
sejak empatpuluh tahun yang lalu. Muncul pertanyaan klinis, apakah pemberian
steroid memberikan respon terapi lebih baik dan meningkatkan kesintasan pada
sepsis dibandingkan terapi konvensional? Ilustrasi kasus dan penelusuran
kepustakaan menggunakan instrument pencari Pubmed, Highwire, dan Cochrane
Library sesuai kata kunci.
Pada penelusuran didapatkan 16 artikel yang relevan 4 telaah sistematik,
9 uji klinis acak terkontrol, 1 kohort, dan 2 review. Levels of evidence
ditentukan berdasarkan klasifikasi Oxford atau Methodologic Quality Form dari
Cronin. Kortikosteroid dosis rendah jangka panjang sebaiknya diberikan pada
semua syok septic dependen vasopresor. Kortikosteroid tidak dianjurkan pada
sepsis tanpa syok. Kortikosteroid dosis tinggi dapat membahayakan pada sepsis
berat dan syok septik. Steroid diberikan berdasarkan keputusan klinis, bukan
hasil laboratorium maupun protokol. Kortikosteroid memperbaiki keadaan syok
septik persisten dan lebih cepat memulihkan gangguan hemodinamik, sehingga
menurunkan mortalitas
Kata Kunci: sepsis; syok
septik; kortikosteroid; kesintasan
Penulis: Ariani Dewi Widodo,
Alan Roland Tumbelaka
Kode Jurnal: jpkedokterandd100280