Tata laksana Infeksi Sitomegalovirus pada Pasien Transplantasi Organ Padat
Abstrak: Pasien kandidat
transplan organ padat merupakan populasi yang berisiko tinggi mengalami
infeksi, terutama setelah transplantasi, karena pasien akan menerima terapi
imunosupresan sehingga infeksi maupun reaktivasi patogen lebih mudah terjadi.
Patogen penyebab morbiditas tersering adalah sitomegalovirus (CMV). Infeksi
sitomegalovirus dapat bersifat simtomatik maupun asimtomatik. Penyakit CMV
timbul apabila infeksi bersifat simtomatik dan dapat terjadi baik oleh infeksi
primer, reaktivasi, maupun superinfeksi virus. Gejala penyakit CMV pada pasien
imunokompromais dapat menjadi diseminata. Baku emas untuk mendiagnosis CMV
adalah dengan polymerase chain reaction (PCR) CMV. Namun demikian, belum ada
panduan tatalaksana profilaksis maupun batasan titer CMV yang memerlukan
terapi. Makalah ini bertujuan untuk menelaah literatur sehingga dapat
menghasilkan panduan profilaksis dan terapi penyakit CMV pada pasien transplantasi
organ padat di Indonesia.
Kata Kunci: sitomegalovirus;
transplantasi organ padat; batas; terapi
Penulis: Lucyana Alim Santoso,
Mulya Rahma Karyanti, Nina Dwi Putri
Kode Jurnal: jpkedokterandd170664