SINDROM KANALIS SEMISIRKULARIS SUPERIOR
Abstrak: Sindrom kanalis
semisirkularis superior (superior semicircular canal dehiscence syndrome)adalah
suatu kelainan yang sangat jarang ditemukan. Terjadi gangguan keseimbangan atau
vertigo yang dipicu oleh suara keras atau tekanan. Keadaan ini disebabkan
karena terjadi dehisensi di daerah os tulang temporal pada kanalis
semisirkularis superior, sehingga menjadi jendela ketiga (third window). Gejala
klinis dari sindrom kanalis semisirkularis superior (SKSS) adalah autofonia,
yaitu suara yang ditimbulkan oleh tubuhnya terdengar lebih keras, hiperakusis,
tinitus, vertigo yang dipicu oleh suara keras dan dapat terjadi nistagmus.
Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis yang cermat, pemeriksaan pendengaran dan
keseimbangan serta dilakukan CT scan resolusi tinggi. Penanganan dapat
dilakukan dengan operasi atau konservatif. Tujuan: Agar para ahli THT dan dokter umum mengenal
sindrom yang jarang ini. Kasus: Dilaporkan satu kasus penderita yang
didiagnosis sebagai SKSS. Penderita mengeluh vertigo apabila mendengar suara
keras, saat naik pesawat udara, telinga terasa penuh, bila berjalan dapat
mendengar langkahnya dan tinitus. Dari pemeriksaan audiometri didapatkan tuli
sensorineural ringan, timpanometri dan pemeriksaan keseimbangan sederhana tidak
didapatkan kelainan, saat valsava didapatkan nistagmus dilihat dengan kacamata
frenzel. Hasil CT scan resolusi tinggi didapatkan dehisensi pada kanalis
semisirkularis superior kanan. Penatalaksanaan: Pada penderita ini belum
dilakukan operasi tetapi dianjurkan menghindari suara keras dan menghindari
perubahan tekanan misal menyelam, mengangkat benda berat, valsava. Kesimpulan:
SKSS merupakan suatu kasus yang jarang, yang memerlukan anamnesis dan
pemeriksaan yang cermat untuk menegakkan diagnosis penyakit ini.
Kata kunci: sindrom kanalis
semisirkularis superior, vertigo, bising, tekanan
Penulis: Haris Mayagung
Ekorini
Kode Jurnal: jpkedokterandd110312