Prognosis Leukemia Limfoblastik Akut pada Anak Obes


Abstrak: Obesitas merupakan salah satu masalah gizi yang banyak ditemukan pada anak. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan obesitas pada peningkatan risiko relatif beberapa keganasan. Keganasan yang paling sering ditemukan pada anak adalah leukemia limfoblastik akut. Bagaimana prognosis leukemia limfoblastik akut pada anak obes?
Tujuan. Mengetahui prognosis pasien leukemia limfoblastik akut anak dengan obesitas.
Metode. Studi deskriptif menggunakan data registrasi semua pasien baru leukemia limfoblastik akut pada 1 Januari 2007 – 31 Desember 2009 di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM.
Hasil. Selama penelitian tiga tahun didapatkan 12 pasien leukemia limfoblastik akut dan obesitas dengan prevalens 6,1%. Usia berkisar 2-14 tahun dengan rerata 6,4 tahun. Sembilan dari 12 pasien merupakan kelompok risiko tinggi dan sebagian besar (6 dari 9 pasien) datang dengan jumlah rerata leukosit adalah 101.650/mm3 (66.700-159.000/mm3). Remisi pada fase induksi didapatkan pada 10 dari 12 pasien. Relaps terjadi pada tiga pasien, semuanya terjadi pada fase pemeliharaan dengan tempat relaps adalah sumsum tulang (dua pasien) dan intrakranial (satu pasien). Dua dari tiga subjek penelitian yang relaps, meninggal dunia dengan penyebab kematian perdarahan intrakranial.
Kesimpulan. Obesitas mempengaruhi prognosis pada pasien leukemia limfoblastik akut anak.
Kata Kunci: obesitas; leukemia limfoblastik akut
Penulis: Teny Tjitra Sari, Endang Windiastuti, Gitta Reno Cempako, Yoga Devaera
Kode Jurnal: jpkedokterandd100277

Artikel Terkait :