Perkembangan diagnosis sepsis pada anak
Abstrak: Sepsis merupakan
salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas bayi dan anak di seluruh
dunia. Sepsis awalnya didefinisikan sebagai kecurigaan atau infeksi yang
terbukti, disertai kondisi klinis SIRS (systemic inflammatory response
syndrome), tetapi definisi tersebut kini ditinggalkan. Sesuai konsensus
mengenai sepsis terbaru, sepsis didefinisikan sebagai keadaan disfungsi/gagal
organ yang mengancam nyawa, disebabkan oleh respon pejamu yang tidak teregulasi
terhadap infeksi. Penilaian disfungsi/gagal organ pada anak menggunakan
beberapa sistem penilaian, antara lain, Pediatric Multiple Organ Dysfunction
Score (P-MODS), Pediatric Logistic Organ Dysfunction (PELOD), Pediatric
Logistic Organ Dysfunction–2 (PELOD-2), dan pada konsensus terbaru
diperkenalkannya sistem Pediatric Sequential Organ Failure Assessment (pSOFA)
yang diadaptasi dari sistem Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) dengan
hasil validasi menunjukkan bahwa pSOFA memberikan hasil yang sama baik dengan
sistem penilaian yang lain. Di Indonesia saat ini, PELOD-2 merupakan sistem
penilaian disfungsi organ yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI) dalam mendiagnosis sepsis pada anak.
Kata Kunci: sepsis; disfungsi
organ; PELOD-2; SOFA; anak
Penulis: Anindita Wulandari,
Sri Martuti, Pudjiastuti Kaswadi
Kode Jurnal: jpkedokterandd170670